|
|
Bulan Agustus 2000
|
|
MISS COLLIN?
Tak disangkal lagi kemajuan teknologi punya
dampak besar bagi kehidupan manusia. Sejalan dengan itu, sering pula muncul
istilah baru yang kadang bisa membuat orang sedikit bingung.
Misalnya, pemakaian ponsel yang marak akhir-akhir ini.
"ES eM eS-in saya deh, saya enggak bawa bolpoin nih,"
kata teman saya ketika saya akan memberikan alamat lengkap untuk dia
berkirim surat. Maksudnya, saya diminta mengirim data alamat via fasilias
SMS (short message service) yang ada hampir di tiap ponsel.
Beberapa waktu silam, saya sempat bingung. Pasalnya, saat hendak pulang
kerja, saya minta seorang kawan untuk menghubungi saya melalui telepon di
rumah. Tapi jawabnya, "Miskolin aku dulu. Nanti aku telepon,
OK?" Karena terburu-buru, saya OK-kan saja, sambil memikirkan maksud
ucapannya tadi.
Ternyata kata miskolin berasal dari kata missed call atau
panggilan tak terjawab, yang di beberapa jenis ponsel disebut unanswered
call.
Singkatnya, kawan tadi meminta saya memberi tanda atau semacam kode bahwa
saya sudah tiba di rumah. Caranya, menghubungi ke ponselnya lalu membatalkan
panggilan itu setelah terdengar nada panggil dari ponsel.
Dengan fasilitas CLI (caller link identification), yang juga ada di
hampir tiap ponsel, ia bisa tahu saya sudah menelepon.
Cara "Miskolin" ini juga sering dipakai orang yang ingin menelepon
tapi pulsanya sudah hampir habis, atau memang tidak mau rugi dengan memakai
pulsa sendiri.
Orang yang di-miskolin, tentu akan penasaran kemudian biasanya akan
menelepon balik. Wah, kena deh. (Fuad Baradja) |
|||||
|
|
|||||