globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Agustus 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

IBU HAMIL: TIGA TERLAMBAT BISA GAWAT

Untuk melahirkan anak seorang ibu memang mesti siap berkorban. Berdasarkan data terakhir WHO (Badan Kesehatan Dunia), satu dari setiap 41 persalinan di Indonesia berakhir dengan kematian. Angka ini terbilang sangat tinggi dibandingkan dengan negara tetangga kita seperti Thailand (satu dari 180 persalinan), Malaysia (satu dari 270 persalinan), dan Singapura (satu dari 4.900 persalinan).

Setiap jam di Indonesia dilaporkan dua ibu meninggal saat hamil atau bersalin. Memang secara klinis penyebab utama kematian pada ibu hamil adalah perdarahan. Tetapi ada penyebab lain, yang sepele dan tidak perlu terjadi bila suami mempunyai kepedulian terhadap keselamatan jiwa si istri. Penyebab itu disebut "tiga terlambat" (Thadeus dan Maine 1994).

Yang pertama adalah terlambat melihat tanda bahaya kehamilan, sehingga terlambat pula dalam mengambil keputusan untuk merujuk. Akibatnya, perdarahan yang sebenarnya bisa diatasi oleh petugas kesehatan berakhir fatal karena pasien terlambat ditolong.

Yang kedua adalah terlambat menyediakan transportasi pada saat ibu hamil akan melahirkan. Sedangkan yang ketiga adalah terlambat memperoleh pertolongan segera saat tiba di fasilitas kesehatan. Data menunjukkan, 15% ibu hamil dan bersalin mengalami komplikasi, sehingga harus segera ditangani petugas kesehatan.

Masalah ini tidak lepas dari kurang adanya kesetaraan jender di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ibu hamil, khususnya di daerah pedesaan, sering tidak mempunyai suara dalam mengambil keputusan saat diperlukan rujukan, meskipun ia sendiri yang merasakan saat menghadapi kesulitan kehamilan. Keputusan ada di tangan suami, sesepuh, atau orangtua. Maka pertolongan yang diperlukan ibu hamil sering terlambat datang.

Untuk menanggulanginya, forum Pita Putih bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, Khofifah Indar Parawansa, sejak April lalu mencanangkan dimulainya kampanye Pita Putih untuk membangun kepedulian masyarakat akan masalah kematian ibu hamil dan bersalin di Indonesia. Termasuk di dalamnya kepedulian dokter kandungan terhadap keselamatan jiwa pasiennya ketika sedang membutuhkan penanganan segera. Lo, bukankah itu sudah seharusnya? (*/Nn)

Active Channel
© 1996 - 2000 Intisari Online
www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej