|
|
Bulan Agustus 2000
|
|
SEBUTIR JERUK SERIBU MANFAAT Jeruk, buah yang sangat populer, mudah diperoleh, dan relatif murah itu, ternyata mengandung banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Jeruk
telah lama dikenal sebagai buah dengan rasa segar dan bergizi baik. Selain
sangat kaya vitamin dan mineral, ia juga mengandung serat makanan yang
esensial (sangat diperlukan tetapi tidak dapat diproduksi dalam tubuh) bagi
pertumbuhan dan berkembangan tubuh normal. Senyawa non-gizi yang
dikandungnya ternyata juga membantu menurunkan risiko terkena beberapa jenis
penyakit kronis, seperti kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
Sayangnya, selama ini jeruk telanjur terkenal hanya sebagai sumber vitamin
C. Padahal, buah bulat ini juga mengandung sederetan zat gizi esensial
lainnya, yang meliputi karbohidrat (zat gula dan serat makanan), potasium,
folat, kalsium, thiamin, niacin, vitamin B6, fosfor, magnesium,
tembaga, riboflavin, asam pantotenat, dan senyawa fitokimia.
Keunggulan lainnya, jeruk tidak mengandung sodium, lemak, dan kolesterol.
Kandungan kalorinya pun rendah, sehingga tidak akan membangkitkan
kekhawatiran bagi mereka yang berupaya menurunkan bobot badan. Sebuah jeruk
segar berukuran sedang cuma mengandung 60 – 80 Kkal.
Karbohidrat dalam jeruk merupakan karbohidrat sederhana, yaitu fruktosa,
glukosa, dan sukrosa. Karbohidrat kompleksnya berupa polisakarida non-pati
(secara umum dikenal sebagai serat makanan) yang baik untuk kesehatan. Serat
makanan ini di dalam tubuh akan mengikat zat gizi larut dalam air pada suatu
gel-matriks, sehingga dapat memperlambat proses pengosongan lambung serta
proses pencernaan dan penyerapan.
Keadaan itu akan memperpanjang rasa kenyang, dan menurunkan laju penyerapan
glukosa sehingga dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Serat
makanan juga membantu menurunkan kadar kolesterol dalam plasma dengan cara
mengganggu proses reabsorpsi asam empedu. Dengan mengkonsumsi sebuah jeruk
ukuran sedang dalam satu hari, serat makanannya kira-kira 3,0 g, dapat
memberikan kontribusi cukup berarti bagi pemenuhan kebutuhan zat itu bagi
tubuh yang disarankan sekitar 25 g per hari.
Sebagai antioksidan
Vitamin paling dikenal yang terkandung dalam jeruk adalah vitamin C. Vitamin
esensial larut air ini memainkan peranan kunci dalam proses pembentukan
kolagen yang merupakan komponen dasar pembentukan jaringan penghubung dalam
tubuh. Pembentukan kolagen optimal sangat diperlukan untuk pembentukan
ligamen, tendon, dentin, kulit, pembuluh darah, dan tulang. Juga membantu
proses penyembuhan luka dan perbaikan jaringan.
Vitamin C juga berperan dalam proses penyerapan zat besi non-organik (zat
besi dari makanan non hewani), sehingga dapat mencegah dan membantu
penyembuhan anemia. Sekarang vitamin C juga menyedot perhatian lantaran
kemampuannya sebagai antioksidan, yang dapat membantu mencegah kerusakan sel
akibat aktivitas molekul radikal bebas. Dalam tubuh molekul radikal bebas
mengoksidasi protein, asam lemak, dan DNA. Kerusakan akibat radikal bebas
berimplikasi pada timbulnya sejumlah penyakit, termasuk kanker,
kardiovaskuler, dan katarak.
Secara signifikan, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan vitamin
C yang tinggi dari makanan, termasuk jeruk segar, dapat mencegah kenaikan
LDL teroksidasi. Kadar LDL teroksidasi tinggi merupakan faktor utama
berkembangnya penyakit jantung. Beberapa penelitian epidemiologi memang
telah memperlihatkan hubungan signifikan antara asupan vitamin C dengan
risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.
Tingkat konsumsi makanan dengan kandungan folat tinggi, seperti jeruk segar
atau dalam bentuk jus, akan meningkatkan kadar folat. Peningkatan kadar
folat akan menurunkan kadar homocystein, yang merupakan racun bagi
dinding pembuluh darah. Dengan menurunnya kadar homocystein, risiko
penyakit kardiovaskuler juga berkurang.
Vitamin C dalam bebuahan, termasuk jeruk, secara ilmiah juga bisa dijelaskan
peranan positifnya dalam memberikan perlindungan tubuh terhadap kanker.
Hasil penelitian epidemiologi menunjukkan, tingkat konsumsi bebuahan, salah
satunya jeruk, dan sesayuran yang tinggi memiliki efek perlindungan terhadap
kanker lebih baik dibandingkan dengan tingkat konsumsi vitamin C (dari
makanan suplemen) yang tinggi.
Karena oksidasi lensa mata memainkan peranan penting pada pembentukan
penyakit katarak, peranan antioksidan, termasuk vitamin C, menjadi penting.
Dari hasil penelitian diperlihatkan bahwa individu dengan konsentrasi
vitamin C dan karotenoid dalam darah yang tinggi memiliki risiko terkena
katarak lebih rendah. Namun, tidak ada bukti yang memperlihatkan bahwa
asupan vitamin C yang tinggi dalam jangka waktu lama menurunkan risiko
terkena katarak.
Jeruk sebagai sumber vitamin C juga diduga memberikan efek pencegahan dan
penyembuhan terhadap penyakit seperti pengeroposan tulang (osteoporosis),
batu ginjal, gangguan fungsi kognitif, dan asma. Tetapi masih diperlukan
penelitian lebih lanjut untuk membuktikan dugaan tersebut.
Untuk memelihara kesehatan dan menjaga kecukupan cadangan vitamin C dalam
tubuh, disarankan untuk mengkonsumsi vitamin C sebanyak 30 – 100 mg per
hari. Kebutuhan ini sudah cukup terpenuhi dengan sebuah jeruk berukuran
sedang. Jeruk seukuran itu mengandung sekitar 70 mg vitamin C. Atau, dengan
mengkonsumsi satu gelas, sekitar 225 ml, jus jeruk per hari. Walaupun
beberapa penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi di atas 200 mg per hari
dapat secara optimal mencegah timbulnya beberapa penyakit kronis,
mengkonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen secara berlebihan (di atas 500
mg per hari) dapat menimbulkan efek negatif, terutama bagi mereka yang
berisiko menderita kelebihan zat besi.
Menjaga tekanan darah normal
Vitamin esensial larut air lainnya yang terkandung dalam jeruk adalah folat.
Vitamin ini membantu produksi DNA dan RNA serta pematangan sel-sel darah
merah, yang pada akhirnya dapat mencegah anemia. Konsumsi folat per hari
disarankan 180 mcg untuk wanita dan 200 mcg untuk pria. Sebagian kebutuhan
itu bisa dipasok dari jeruk. Dalam satu gelas, 225 ml, jus jeruk terkandung
75 mcg asam folat bagi tubuh.
Selain itu jeruk juga mengandung beberapa jenis mineral. Salah satunya
potasium. Mineral esensial ini berperan memelihara keseimbangan asam dan air
dalam tubuh. Sebagai komponen penting elektrolit, potasium memainkan peranan
pada transmisi impuls syaraf ke otot, proses kontraksi otot, dan menjaga
tekanan darah normal. Konsumsi potasium disarankan sebanyak 2000 mg per
hari. Sebagian jumlah itu bisa dipenuhi oleh jeruk. Segelas, 225 ml, jus
jeruk memberikan 500 mg potasium.
Memang, kasus kekurangan potasium sangat jarang ditemukan. Perhatian lebih
banyak tertuju pada rasio konsumsi sodium terhadap potasium. Rasio tinggi
merupakan faktor risiko terhadap penyakit kronis.
Dalam jeruk juga terkandung senyawa fitokimia. Senyawa khas tanaman ini
memiliki efek fisiologis luas dan membantu mencegah timbulnya berbagai jenis
penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung. Mekanisme
pencegahannya meliputi kemampuannya sebagai antioksidan, efeknya pada proses
pembelahan sel, meningkatkan aktivitas enzim dalam menghilangkan karsinogen
(zat penyebab kanker), dan pemblokiran senyawa nitrosamin. Asupan senyawa
ini hanya dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan asal tanaman, salah
satunya jeruk, sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari. |
|||||
|
|
|||||