globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Agustus 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

LAGU-LAGU KEBANGSAAN

Kita layak bersyukur, melodi dan teks Indonesia Raya kita benar-benar orisinal swakarya bangsa sendiri yang langsung resmi mantap ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan Republik Indonesia! Tidak bingung, ganti ini-itu, comot sana-sini, berlatar belakang serba meragukan, seperti lagu kebangsaan beberapa bangsa lain.

Kekeliruan selama ini, orang menganggap sebuah lagu kebangsaan adalah mutlak hanya dimiliki oleh bangsa tersebut.

Kerajaan Inggris memang punya lagu kebangsaan, God Save the Queen (atau King, tergantung jenis kelamin) bertumpu di atas sebuah melodi karya solo-instrumental komponis Inggris, John Bull, untuk virginal, alat musik gamitan abad XVI. Namun, melodi yang sama juga sempat digunakan sebagai lagu kebangsaan Jerman (Heil Dir im Siegerkranz, 1870 - 1922), di samping Swis (Ruffs du, mein Vaterland sampai 1961).

Setelah deklarasi kemerdekaannya, Amerika Serikat juga pernah mencomot melodi yang sama sebagai iringan anthem nasional mereka, God Save George Washington, lalu berganti teks menjadi God Save the Thirteen States disusul berbagai teks versi lain sampai dengan tahun 1931 kongres resmi menetapkan The Star Spangled Banner sebagai lagu kebangsaan USA!

Denmark, Swedia, bahkan Rusia juga pernah menggunakan melodi yang sama sebagai musik lagu kebangsaan mereka masing-masing. Bahkan sampai masa kini, apabila lagu kebangsaan Kerajaan Inggris itu diperdengarkan tanpa teks di suatu upacara resmi, jangan kaget bila warga Liechtenstein yang kebetulan hadir langsung berdiri tanda hormat! Sebab, melodinya persis sama dengan lagu kebangsaan kerajaan mungil di daratan Eropa itu, sampai sekarang!

Lagu Kebangsaan Prancis, La Marseillaise, tidak dinyanyikan kaum revolusioner ketika turun ke jalan di Paris, 14 Juli 1789, malah sebenarnya tidak terlalu langsung berurusan dengan Revolusi Prancis. Lagu itu baru ditulis Rouget de Lisle tahun 1792 atas pesanan walikota Strasburg, P.F. Dietrich, sebagai lagu pengobar semangat juang - bukan masa revolusi - tentara Prancis melawan Austria. Judul yang asli, sebenarnya Lagu Perang Serdadu Rhine. Akibat batalion sukarelawan Marseille berderap masuk Kota Paris pada 10 Agustus 1792, dengan penuh semangat berpadu-suara lagu patriotik itu, sejak itu disebut sebagai La Marseillaise.

Berdasarkan Dekrit 14 Juli 1795, La Marseillaise ditetapkan sebagai sebagai Lagu Kebangsaan Prancis, namun di masa Napoleon berkuasa, dicekal sampai dengan revolusi 1830. Kemudian dilarang kembali oleh Napoleon III, dan baru direhabilitasi sebagai Lagu Kebangsaan pada 1879. Sementara sang pemesan lagu, P.F. Dietrich, seperti halnya mayoritas kaum aristokrat Prancis, akhirnya malah dipenggal guillotine kaum revolusioner. Sang pencipta sendiri, yang memang dekat dengan kaum ningrat, nyaris di-guillotine akibat dicurigai sebagai pengkhianat Republik Prancis!

Latar belakang lagu The Star Spangled Banner nan menggetar sukma itu, sebenarnya kurang meyakinkan dinobatkan menjadi lagu kebangsaan. Syair lagu megah itu digubah Francis Scott Key di masa Perang Kemerdekaan Amerika Serikat, 1812. Perdana dipublikasikan pada September 1814 dengan judul The Defense of Fort McHenry. Lalu syair Key dinyanyikan dengan iringan lagu populer Inggris (musuh AS di Perang Kemerdekaan mereka!) To Anacreon in Heaven karya John Stafford Smith yang populer didendangkan warga Kota London sebagai drinking-song, lagu minum-minum!

Meskipun kalangan militer telah de facto menganggapnya sebagai national anthem, namun baru setelah lebih dari seabad (!) kemudian, tahun 1931, The Star Spangled Banner resmi diakui Kongres sebagai Lagu Kebangsaan AS.

Active Channel
© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej