globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Agustus 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

REIKI, PENYEMBUHAN DENGAN ENERGI ALAM

Alam memang sumber kehidupan. Sumber daya yang diberikannya bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Termasuk energinya yang disalurkan ke dalam tubuh manusia untuk tujuan penyembuhan penyakit.

Slamet Harsono (51), mantan akuntan, ketika masih aktif menjadi akuntan sering mengeluh sakit kepala dan pinggang. Kepalanya cekot-cekot tidak keruan. "Anehnya, sakit kepala itu saya rasakan ketika di rumah pada hari libur. Atau, begitu tidak ada kegiatan. Tapi pada hari kerja, saya tidak sakit," ungkapnya. Untuk mengantisipasi sakit kepala yang datang tiba-tiba, dia menyiapkan obat sakit kepala di berbagai tempat, dari tempat tidur, tas kerja, laci mobil, hingga meja kerja. Dengan obat itulah dia bisa membebaskan diri untuk sementara waktu dari serangan sakit kepala.

Penderitaan lainnya, setiap bangun tidur bapak tiga anak ini merasakan pinggangnya pegal-pegal luar biasa. "Setelah bangun tidur, saya harus duduk dulu cukup lama, untuk melemaskan otot-otot. Karena keluhan itu, secara rutin, minimum sebulan sekali, saya harus dipijat," tambahnya.

Ketergantungannya pada obat dan pijatan ternyata bisa hilang setelah mempraktikkan Neo Zen Reiki. "Saya tidak pernah lagi merasa butuh obat. Begitu mulai merasakan sakit kepala atau pening, langsung saya melakukan reiki. Sakit kepala langsung hilang dan saya tidak pernah dipijat lagi," akunya mantap.

Belakangan baru ketahuan, keluhan-keluhannya tadi ternyata akibat dari stres yang tidak dirasakannya.

Perkenalannya dengan reiki September 1998 pun berlangsung tanpa sengaja. Dalam perjalanan rohaninya mencari Tuhan guna mecapai kedekatan dengan-Nya, ia bersama istrinya, Norma Harsono, mendalami keagamaan selama beberapa tahun. Ia juga mempelajari beberapa ilmu yang mengupas tentang energi alam. Namun, dari ilmu itu dia cuma mengetahui adanya energi alam, tanpa bisa memanfaatkannya. Baru dengan Reiki-lah dia dan istrinya bisa memanfaatkan energi alam untuk keperluan penyembuhan. Bahkan, kini dia tidak cuma menggunakan Reiki untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Itu dilakukannya semata-mata sebagai tugas sosial. Ratusan orang sekarang sudah berhasil dibantunya untuk bebas dari penyakit, dari yang ringan macam sakit kepala hingga penyakit berat seperti gagal ginjal.

Meminimalkan pikiran

Kata reiki berasal dari bahasa Jepang yang berarti energi Illahi atau energi alam. Dalam bahasa Cina Reiki dikenal dengan sebutan Ling Chi. Jadi, Reiki atau Ling Chi sama-sama menunjuk pada suatu metoda penyembuhan penyakit oleh energi Illahi atau alam dengan media tubuh kita. Energi alam tadi ditangkap tubuh kita dan disalurkan melalui telapak tangan. Ada 16 tempat di tubuh kita yang harus disentuh tangan sebagai tempat masuknya energi alam ke dalam tubuh kita. Setiap titik memerlukan masa sentuh 1 - 3 menit atau 20 – 55 menit untuk satu sesi. "Namun, setelah piawai, semuanya berdasarkan intuisi. Kadang-kadang ada satu tempat sudah 3 menit kita belum puas. Atau sebaliknya, cuma dilewati saja," tambah Norma. Apabila intuisi kita menyarankan peletakan tangan lebih lama untuk titik-titik tertentu, kita ikuti saja kehendak itu.

Sementara neo zen merupakan pelengkap istilah yang menunjukkan Reiki yang dipraktikkan sesuai dengan konsep Sensei Usui, guru besar ajaran Zen Budhism dari Jepang, yang berbeda dengan metoda-metoda Reiki yang banyak dipraktikkan dewasa ini.

Perbedaan utama Neo Zen Reiki dari metoda penyembuhan lainnya terletak pada tidak digunakannya pikiran, atau no mind.

Menurut Anand Krishna, pemilik dan pelatih Pusat Latihan Meditasi & Kesehatan Holistik "Anand Ashram", segala macam penyakit bisa disembuhkan dengan Reiki. "Kalau di Barat dikatakan 70%, saya mengatakan 100%. Tiga puluh persen yang katanya penyakit viral, ternyata virusnya bisa dilawan oleh zat-zat kimia dalam tubuh." Norma menambahkan, Reiki bisa mengatasinya sejauh organ tubuh kita belum rusak secara fisik. "Tapi kalau sudah rusak atau cacat, mau tidak mau pengobatan oleh dokter juga harus dijalani. Misalnya, dalam kasus diabetes, kalau ada luka pada jari yang tidak mungkin sembuh, mau tidak mau harus diamputasi terlebih dahulu. Baru Reiki membantu mengatasi diabetesnya," ujarnya. Namun, yang lebih penting menurut Krishna adalah bahwa Reiki memperkuat daya tahan tubuh kita, sehingga serangan penyakit, termasuk yang disebabkan virus sekali pun, dapat dilawan.

Dalam Neo Zen Reiki, yang dipraktikkan pertama di Himalaya ini, tidak dikenal diagnosis. Pasalnya, pekerjaan mendiagnosis selalu menggunakan pikiran, hal yang selalu dihindari dalam reiki. Karena itu, reiki dilakukan tanpa melihat penyakitnya. Energi mengisi sendiri bagian-bagian tubuh yang memerlukan untuk proses penyembuhannya.

Dalam ilmu yang dikembangkan oleh Sensei Usui di Jepang ini, dikenal tiga tingkat: tingkat pertama, tingkat kedua, dan tingkat ahli (master degree). Tingkat mana yang hendak dicapai, ditentukan oleh kebutuhan. Tingkat pertama untuk penyembuhan dengan sentuhan langsung, body touch. Tingkat kedua untuk penyembuhan jarak jauh. Sedangkan tingkat ahli khusus untuk mencapai tingkat master. Kalau tidak ada kebutuhan untuk tingkat kedua, kita tidak perlu mempelajarinya, cukup tingkat pertama saja.

Metoda penyembuhan tingkat pertama relatif mudah dipelajari dan tidak membutuhkan waktu lama. Hanya dua hari. Hari pertama digunakan untuk relaksasi melalui latihan meditasi melepaskan kecemasan. Malam harinya belajar latihan pernapasan sederhana dan menghindari makan daging, termasuk ayam, ikan, dsb. Hari kedua dilakukan sinkronisasi dan attunement.

Tahapan relaksasi membuat kita mencapai kondisi relaks mental-emosional. "Kita berusaha untuk relaks dan memberdayakan diri kita untuk melawan penyakit. Secara medis telah terbukti bahwa 70% penyakit bisa diatasi apabila kita dalam keadaan relaks." Dalam keadaan relaks itu, kita mengaktifkan kelenjar-kelenjar tertentu dan antibodi. Begitu relaks, kelenjar-kelenjar akan aktif. Kelenjar pineal misalnya, akan bekerja menghasilkan melatonin bila kita dalam kondisi relaks total. Seperti itulah mekanisme kerja reiki. Jadi, intinya sebenarnya relaksasi. "Itu saja. Hal-hal lain yang dikaitkan dengan reiki, misalnya mistik dan simbolisme, sebenarnya cuma bunga-bunganya. Kadang-kadang hanya untuk membuat sesuatu lebih sophisticated sehingga harganya bisa lebih tinggi," ungkap Krishna.

Dalam sinkronisasi kita mengalihkan kesadaran kita dari otak ke rasa. Kita tidak terlalu banyak menggunakan otak, tapi mengaktifkan rasa kita. Bentuk latihannya, kita duduk bersama secara berkelompok dan bergandengan tangan. Dengan cara ini kita bisa mencapai tahap relaksasi.

Dalam hal penyembuhan, sinkronisasi merupakan awal dimulainya proses penyembuhan. Setelah melakukan sinkronisasi, terjadi keterbukaan, dimana proses alam mulai bekerja.

Dari sinkronisasi kita meningkat ke anak tangga berikutnya, attunement. Konsep dasar attunement sama dengan sinkronisasi. Namun, attunement dilakukan seorang demi seorang. Proses pencapaian rasa relaksnya pun dilakukan dengan bantuan seorang master. "Kehadiran dia, cara dia bernapas bisa menjadi katalisator bagi orang yang disentuhnya, sehingga orang itu ikut menjadi relaks dalam waktu singkat sekali. Attunement lebih intens ketimbang sinkronisasi. Peran seorang master di sini tidak bisa tergantikan. Seperti peran seorang ibu. Juga harus ada kontak langsung, personal contact," jelas Krishna.

Menurutnya, attunement merupakan cara meningkatkan kesadaran sehingga kita berada pada kesadaran kasih. Dengan demikian kita menjadi terbuka terhadap alam semesta. Kita menjadi reseptif.

Tanpa adanya attunement pun sebenarnya energi tetap mengalir dalam tubuh kita. Hanya saja, ada kemungkinan aliran energi alamnya masih tersendat-sendat. Dengan menyesuaikan gelombang energi kita dengan gelombang energi alam, attunement membuat aliran itu menjadi lancar .

Berhasil-tidaknya penyembuhan dengan reiki banyak tergantung pada tepat-tidaknya kita melakukan attunement yang ditunjukkan dengan seberapa jauh kita dapat menonaktifkan pikiran. "Menonaktifkan bukan berarti pikiran kita kosong. Itu tidak mungkin, mustahil. Silakan memikirkan hal lain. Kita boleh memikirkan bintang film atau apa pun. Tapi jangan pikirkan penyembuhan. Biarkan pikiran berjalan di situ dan biarkan energi berjalan sendiri. Karena itu, disarankan menggunakan musik. Misalnya menggunakan musik yang kita sukai. Musik apa pun. Kita akan terlarut dalam musik itu. Pikiran tidak akan terlalu aktif, rasa akan berkembang. Ini merupakan keadaan yang sangat kondusif untuk mempraktikkan Neo Zen Reiki. Sangat mudah, simpel sekali," tutur Krishna meyakinkan.

Garam bersihkan energi negatif

Begitu menguasai, Neo Zen Reiki bisa dipraktikkan dalam kondisi tubuh apa pun. Bahkan, dalam keadaan hamil pun Reiki bisa dipraktikkan. Perkecualian hanya pada orang cacat tangan yang tidak memungkinkan dia meraba dengan tangannya sendiri. Khusus penderita cacat macam ini bantuan orang lain sangat diperlukan.

Menurut Krishna, untuk diri sendiri praktik Reiki dianjurkan berlangsung selama 10 – 15 menit setiap hari. "Itu merupakan dosis yang enak sekali, nyaman sekali. Manfaatnya bisa dirasakan sepanjang hari," jelasnya. Slamet menambahkan, Reiki untuk diri sendiri sebaiknya dilakukan di pagi hari, ketika masih segar dan belum ada kontaminasi dari luar. Kalau malas di waktu pagi ya (bisa dilakukan) seingat kita. "Sebisanya, minimum sehari lakukanlah sekali. Ini untuk menjaga supaya saluran energinya tetap lancar," jelas Slamet.

Masih menurut Slamet, ketika reiki dilakukan pada diri kita sendiri, kita tidak merasakan apa-apa. Namun, saat kita mempraktikkan Reiki terhadap orang lain, tangan seakan ada yang menarik begitu ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami gangguan. "Pada saya, getaran tangan semakin keras. Sebaliknya orang yang menerima reiki akan merasakan sensasi seperti diayun-ayun, hangat, seperti diguyur air dingin, atau merasakan sesuatu pemandangan indah," ungkapnya.

Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan saat mempraktikkan reiki untuk penyembuhan, baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain.

Sebelum dan sesudah praktik Reiki kita dianjurkan untuk mencuci tangan dengan garam. Ujung jari merupakan bagian yang sangat sensitif. Bagian ini juga banyak sekali mengeluarkan limbah energi usai melakukan Reiki. Karenanya perlu dibersihkan dengan bantuan garam kasar yang belum mengalami pengolahan. Mengapa dipilih garam? Garam kasar tanpa iodium dari dulu digunakan sebagai penawar. Garam bisa menyerap kelembaban udara. "Kita tidak bisa melihat kelembaban itu, tetapi garam bisa. Bukan cuma kelembaban, dia juga bisa menyerap energi," tutur Krishna. Getaran-getaran negatif diserap oleh garam. "Ini sangat ilmiah, bukan magis, tidak ada mantra dsb. Dalam hal cuci tangan dengan garam, penjelasannya sama seperti itu. Energi-energi negatif diserap oleh garam. Setelah itu kita cuci tangan dengan air dan garam dibuang, beres," tutur Krishna.

Ketika mempraktikkan Reiki terhadap orang lain atau diri sendiri sebaiknya semua asesori logam dilepas. "Karena logam menyerap energi. Energi yang hendak disalurkan terserap oleh logam itu," jelas Norma. Energi yang terserap bisa sampai 70 –80%.

Bila kita mempraktikkan Reiki untuk penyembuhan orang lain, sebelumnya kita ajak dia berbincang-bincang. Kita tidak perlu tergesa-gesa dalam menanganinya. Persilakan juga dia untuk berdoa menurut keyakinannya. Sedapat mungkin kita jaga kenyamanannya. Kita beri sedikit penjelasan tentang Reiki kepadanya. Kita jelaskan pula secara singkat konsep Zen, no mind, dan tentang penyentuhan tubuh. Juga tentang peletakan tangan kepadanya agar dia siap untuk itu.

Ketika Reiki mulai dipraktikkan, musik lembut diputar untuk membantu kita mencapai alam meditasi, sehingga penggunaan mind minim sekali. Kita dianjurkan tidak berbicara, sebab berbicara pun memerlukan mind.

Kita tidak perlu menekan saat meletakkan tangan. Peletakan tangan dilakukan selembut mungkin. Apabila kita menekan, pori-pori telapak tangan akan tertutup sehingga aliran reiki akan tersendat-sendat.

Begitu tangan kita letakkan, untuk mencapai postur berikutnya cukup kita lakukan dengan menggeser tangan, bukan mengangkatnya. Atau, salah satu tangan tetap bersentuhan dengan badan, sehingga tidak terjadi pemutusan aliran reiki.

Kalau Reiki dilakukan terhadap orang lain, usai mempraktikkan Reiki kita jelaskan kepadanya bahwa Reiki bekerja seperti obat antibiotika. Meskipun dia telah merasakan manfaatnya setelah sekali terapi, sebaiknya dia melanjutkan sampai 3 kali atau 3 hari berturut-turut.

Kita dianjurkan untuk minum air putih 8 – 10 gelas setiap hari. Sekali seminggu kita minum air kelapa (beserta daging buahnya). Mineral-mineral alami dalam kelapa sangat menunjang pengaliran energi dan pembersihan diri.

Bila intuisi kita menolak ketika ada orang datang kepada kita untuk meminta terapi Reiki, kita ikuti saja intuisi tsb. Kita berterus terang kepadanya dan menganjurkan dia untuk menghubungi terapis reiki lain. Mengapa? Karena penolakan tadi sejatinya merupakan penghambat bagi aliran energi yang hendak kita teruskan. Kalau dipaksakan, tidak akan ada manfaat yang dirasakan oleh orang tsb. (I Gede Agung Yudana)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej