|
|
Bulan Agustus 2000
|
|
REIKI,
PENYEMBUHAN DENGAN ENERGI ALAM
Penderitaan lainnya, setiap bangun tidur bapak tiga anak ini merasakan
pinggangnya pegal-pegal luar biasa. "Setelah bangun tidur, saya harus
duduk dulu cukup lama, untuk melemaskan otot-otot. Karena keluhan itu,
secara rutin, minimum sebulan sekali, saya harus dipijat," tambahnya.
Ketergantungannya pada obat dan pijatan ternyata bisa hilang setelah
mempraktikkan Neo Zen Reiki. "Saya tidak pernah lagi merasa butuh obat.
Begitu mulai merasakan sakit kepala atau pening, langsung saya melakukan
reiki. Sakit kepala langsung hilang dan saya tidak pernah dipijat
lagi," akunya mantap.
Belakangan baru ketahuan, keluhan-keluhannya tadi ternyata akibat dari stres
yang tidak dirasakannya.
Perkenalannya dengan reiki September 1998 pun berlangsung tanpa sengaja.
Dalam perjalanan rohaninya mencari Tuhan guna mecapai kedekatan dengan-Nya,
ia bersama istrinya, Norma Harsono, mendalami keagamaan selama beberapa
tahun. Ia juga mempelajari beberapa ilmu yang mengupas tentang energi alam.
Namun, dari ilmu itu dia cuma mengetahui adanya energi alam, tanpa bisa
memanfaatkannya. Baru dengan Reiki-lah dia dan istrinya bisa memanfaatkan
energi alam untuk keperluan penyembuhan. Bahkan, kini dia tidak cuma
menggunakan Reiki untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Itu
dilakukannya semata-mata sebagai tugas sosial. Ratusan orang sekarang sudah
berhasil dibantunya untuk bebas dari penyakit, dari yang ringan macam sakit
kepala hingga penyakit berat seperti gagal ginjal.
Meminimalkan pikiran
Kata reiki berasal dari bahasa Jepang yang berarti energi Illahi atau
energi alam. Dalam bahasa Cina Reiki dikenal dengan sebutan Ling Chi. Jadi,
Reiki atau Ling Chi sama-sama menunjuk pada suatu metoda penyembuhan
penyakit oleh energi Illahi atau alam dengan media tubuh kita. Energi alam
tadi ditangkap tubuh kita dan disalurkan melalui telapak tangan. Ada 16
tempat di tubuh kita yang harus disentuh tangan sebagai tempat masuknya
energi alam ke dalam tubuh kita. Setiap titik memerlukan masa sentuh 1 - 3
menit atau 20 – 55 menit untuk satu sesi. "Namun, setelah piawai,
semuanya berdasarkan intuisi. Kadang-kadang ada satu tempat sudah 3 menit
kita belum puas. Atau sebaliknya, cuma dilewati saja," tambah Norma.
Apabila intuisi kita menyarankan peletakan tangan lebih lama untuk
titik-titik tertentu, kita ikuti saja kehendak itu.
Sementara neo zen merupakan pelengkap istilah yang menunjukkan Reiki
yang dipraktikkan sesuai dengan konsep Sensei Usui, guru besar ajaran Zen
Budhism dari Jepang, yang berbeda dengan metoda-metoda Reiki yang banyak
dipraktikkan dewasa ini.
Perbedaan utama Neo Zen Reiki dari metoda penyembuhan lainnya terletak pada
tidak digunakannya pikiran, atau no mind.
Menurut Anand Krishna, pemilik dan pelatih Pusat Latihan Meditasi &
Kesehatan Holistik "Anand Ashram", segala macam penyakit bisa
disembuhkan dengan Reiki. "Kalau di Barat dikatakan 70%, saya
mengatakan 100%. Tiga puluh persen yang katanya penyakit viral, ternyata
virusnya bisa dilawan oleh zat-zat kimia dalam tubuh." Norma
menambahkan, Reiki bisa mengatasinya sejauh organ tubuh kita belum rusak
secara fisik. "Tapi kalau sudah rusak atau cacat, mau tidak mau
pengobatan oleh dokter juga harus dijalani. Misalnya, dalam kasus diabetes,
kalau ada luka pada jari yang tidak mungkin sembuh, mau tidak mau harus
diamputasi terlebih dahulu. Baru Reiki membantu mengatasi diabetesnya,"
ujarnya. Namun, yang lebih penting menurut Krishna adalah bahwa Reiki
memperkuat daya tahan tubuh kita, sehingga serangan penyakit, termasuk yang
disebabkan virus sekali pun, dapat dilawan.
Dalam Neo Zen Reiki, yang dipraktikkan pertama di Himalaya ini, tidak
dikenal diagnosis. Pasalnya, pekerjaan mendiagnosis selalu menggunakan
pikiran, hal yang selalu dihindari dalam reiki. Karena itu, reiki dilakukan
tanpa melihat penyakitnya. Energi mengisi sendiri bagian-bagian tubuh yang
memerlukan untuk proses penyembuhannya.
Dalam ilmu yang dikembangkan oleh Sensei Usui di Jepang ini, dikenal tiga
tingkat: tingkat pertama, tingkat kedua, dan tingkat ahli (master degree).
Tingkat mana yang hendak dicapai, ditentukan oleh kebutuhan. Tingkat pertama
untuk penyembuhan dengan sentuhan langsung, body touch. Tingkat kedua
untuk penyembuhan jarak jauh. Sedangkan tingkat ahli khusus untuk mencapai
tingkat master. Kalau tidak ada kebutuhan untuk tingkat kedua, kita
tidak perlu mempelajarinya, cukup tingkat pertama saja.
Metoda penyembuhan tingkat pertama relatif mudah dipelajari dan tidak
membutuhkan waktu lama. Hanya dua hari. Hari pertama digunakan untuk
relaksasi melalui latihan meditasi melepaskan kecemasan. Malam harinya
belajar latihan pernapasan sederhana dan menghindari makan daging, termasuk
ayam, ikan, dsb. Hari kedua dilakukan sinkronisasi dan attunement.
Tahapan relaksasi membuat kita mencapai kondisi relaks mental-emosional.
"Kita berusaha untuk relaks dan memberdayakan diri kita untuk melawan
penyakit. Secara medis telah terbukti bahwa 70% penyakit bisa diatasi
apabila kita dalam keadaan relaks." Dalam keadaan relaks itu, kita
mengaktifkan kelenjar-kelenjar tertentu dan antibodi. Begitu relaks,
kelenjar-kelenjar akan aktif. Kelenjar pineal misalnya, akan bekerja
menghasilkan melatonin bila kita dalam kondisi relaks total. Seperti itulah
mekanisme kerja reiki. Jadi, intinya sebenarnya relaksasi. "Itu saja.
Hal-hal lain yang dikaitkan dengan reiki, misalnya mistik dan simbolisme,
sebenarnya cuma bunga-bunganya. Kadang-kadang hanya untuk membuat sesuatu
lebih sophisticated sehingga harganya bisa lebih tinggi," ungkap
Krishna.
Dalam sinkronisasi kita mengalihkan kesadaran kita dari otak ke rasa. Kita
tidak terlalu banyak menggunakan otak, tapi mengaktifkan rasa kita. Bentuk
latihannya, kita duduk bersama secara berkelompok dan bergandengan tangan.
Dengan cara ini kita bisa mencapai tahap relaksasi.
Dalam hal penyembuhan, sinkronisasi merupakan awal dimulainya proses
penyembuhan. Setelah melakukan sinkronisasi, terjadi keterbukaan, dimana
proses alam mulai bekerja.
Dari sinkronisasi kita meningkat ke anak tangga berikutnya, attunement.
Konsep dasar attunement sama dengan sinkronisasi. Namun, attunement
dilakukan seorang demi seorang. Proses pencapaian rasa relaksnya pun
dilakukan dengan bantuan seorang master. "Kehadiran dia, cara
dia bernapas bisa menjadi katalisator bagi orang yang disentuhnya, sehingga
orang itu ikut menjadi relaks dalam waktu singkat sekali. Attunement
lebih intens ketimbang sinkronisasi. Peran seorang master di sini
tidak bisa tergantikan. Seperti peran seorang ibu. Juga harus ada kontak
langsung, personal contact," jelas Krishna.
Menurutnya, attunement merupakan cara meningkatkan kesadaran sehingga
kita berada pada kesadaran kasih. Dengan demikian kita menjadi terbuka
terhadap alam semesta. Kita menjadi reseptif.
Tanpa adanya attunement pun sebenarnya energi tetap mengalir dalam
tubuh kita. Hanya saja, ada kemungkinan aliran energi alamnya masih
tersendat-sendat. Dengan menyesuaikan gelombang energi kita dengan gelombang
energi alam, attunement membuat aliran itu menjadi lancar .
Berhasil-tidaknya penyembuhan dengan reiki banyak tergantung pada
tepat-tidaknya kita melakukan attunement yang ditunjukkan dengan
seberapa jauh kita dapat menonaktifkan pikiran. "Menonaktifkan bukan
berarti pikiran kita kosong. Itu tidak mungkin, mustahil. Silakan memikirkan
hal lain. Kita boleh memikirkan bintang film atau apa pun. Tapi jangan
pikirkan penyembuhan. Biarkan pikiran berjalan di situ dan biarkan energi
berjalan sendiri. Karena itu, disarankan menggunakan musik. Misalnya
menggunakan musik yang kita sukai. Musik apa pun. Kita akan terlarut dalam
musik itu. Pikiran tidak akan terlalu aktif, rasa akan berkembang. Ini
merupakan keadaan yang sangat kondusif untuk mempraktikkan Neo Zen Reiki.
Sangat mudah, simpel sekali," tutur Krishna meyakinkan.
Garam bersihkan energi negatif
Begitu menguasai, Neo Zen Reiki bisa dipraktikkan dalam kondisi tubuh apa
pun. Bahkan, dalam keadaan hamil pun Reiki bisa dipraktikkan. Perkecualian
hanya pada orang cacat tangan yang tidak memungkinkan dia meraba dengan
tangannya sendiri. Khusus penderita cacat macam ini bantuan orang lain
sangat diperlukan.
Menurut Krishna, untuk diri sendiri praktik Reiki dianjurkan berlangsung
selama 10 – 15 menit setiap hari. "Itu merupakan dosis yang enak
sekali, nyaman sekali. Manfaatnya bisa dirasakan sepanjang hari,"
jelasnya. Slamet menambahkan, Reiki untuk diri sendiri sebaiknya dilakukan
di pagi hari, ketika masih segar dan belum ada kontaminasi dari luar. Kalau
malas di waktu pagi ya (bisa dilakukan) seingat kita. "Sebisanya,
minimum sehari lakukanlah sekali. Ini untuk menjaga supaya saluran energinya
tetap lancar," jelas Slamet.
Masih menurut Slamet, ketika reiki dilakukan pada diri kita sendiri, kita
tidak merasakan apa-apa. Namun, saat kita mempraktikkan Reiki terhadap orang
lain, tangan seakan ada yang menarik begitu ditempelkan pada bagian tubuh
yang mengalami gangguan. "Pada saya, getaran tangan semakin keras.
Sebaliknya orang yang menerima reiki akan merasakan sensasi seperti
diayun-ayun, hangat, seperti diguyur air dingin, atau merasakan sesuatu
pemandangan indah," ungkapnya.
Ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan saat mempraktikkan reiki
untuk penyembuhan, baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain.
Sebelum dan sesudah praktik Reiki kita dianjurkan untuk mencuci tangan
dengan garam. Ujung jari merupakan bagian yang sangat sensitif. Bagian ini
juga banyak sekali mengeluarkan limbah energi usai melakukan Reiki.
Karenanya perlu dibersihkan dengan bantuan garam kasar yang belum mengalami
pengolahan. Mengapa dipilih garam? Garam kasar tanpa iodium dari dulu
digunakan sebagai penawar. Garam bisa menyerap kelembaban udara. "Kita
tidak bisa melihat kelembaban itu, tetapi garam bisa. Bukan cuma kelembaban,
dia juga bisa menyerap energi," tutur Krishna. Getaran-getaran negatif
diserap oleh garam. "Ini sangat ilmiah, bukan magis, tidak ada mantra
dsb. Dalam hal cuci tangan dengan garam, penjelasannya sama seperti itu.
Energi-energi negatif diserap oleh garam. Setelah itu kita cuci tangan
dengan air dan garam dibuang, beres," tutur Krishna.
Ketika mempraktikkan Reiki terhadap orang lain atau diri sendiri sebaiknya
semua asesori logam dilepas. "Karena logam menyerap energi. Energi yang
hendak disalurkan terserap oleh logam itu," jelas Norma. Energi yang
terserap bisa sampai 70 –80%.
Bila kita mempraktikkan Reiki untuk penyembuhan orang lain, sebelumnya kita
ajak dia berbincang-bincang. Kita tidak perlu tergesa-gesa dalam
menanganinya. Persilakan juga dia untuk berdoa menurut keyakinannya. Sedapat
mungkin kita jaga kenyamanannya. Kita beri sedikit penjelasan tentang Reiki
kepadanya. Kita jelaskan pula secara singkat konsep Zen, no mind, dan
tentang penyentuhan tubuh. Juga tentang peletakan tangan kepadanya agar dia
siap untuk itu.
Ketika Reiki mulai dipraktikkan, musik lembut diputar untuk membantu kita
mencapai alam meditasi, sehingga penggunaan mind minim sekali. Kita
dianjurkan tidak berbicara, sebab berbicara pun memerlukan mind.
Kita tidak perlu menekan saat meletakkan tangan. Peletakan tangan dilakukan
selembut mungkin. Apabila kita menekan, pori-pori telapak tangan akan
tertutup sehingga aliran reiki akan tersendat-sendat.
Begitu tangan kita letakkan, untuk mencapai postur berikutnya cukup kita
lakukan dengan menggeser tangan, bukan mengangkatnya. Atau, salah satu
tangan tetap bersentuhan dengan badan, sehingga tidak terjadi pemutusan
aliran reiki.
Kalau Reiki dilakukan terhadap orang lain, usai mempraktikkan Reiki kita
jelaskan kepadanya bahwa Reiki bekerja seperti obat antibiotika. Meskipun
dia telah merasakan manfaatnya setelah sekali terapi, sebaiknya dia
melanjutkan sampai 3 kali atau 3 hari berturut-turut.
Kita dianjurkan untuk minum air putih 8 – 10 gelas setiap hari. Sekali
seminggu kita minum air kelapa (beserta daging buahnya). Mineral-mineral
alami dalam kelapa sangat menunjang pengaliran energi dan pembersihan diri.
Bila intuisi kita menolak ketika ada orang datang kepada kita untuk meminta
terapi Reiki, kita ikuti saja intuisi tsb. Kita berterus terang kepadanya
dan menganjurkan dia untuk menghubungi terapis reiki lain. Mengapa? Karena
penolakan tadi sejatinya merupakan penghambat bagi aliran energi yang hendak
kita teruskan. Kalau dipaksakan, tidak akan ada manfaat yang dirasakan oleh
orang tsb. (I Gede Agung Yudana)
|
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online |
|||||