|
|
Bulan Desember 2000
|
|
HIDUP DAMAI DENGAN WASIR Wasir merupakan pengganggu kesehatan banyak orang dewasa, wanita maupun pria. Namun, wanita lebih sering terganggu, karena kehamilan dan persalinan mempermudah timbulnya wasir. Pembengkakan pembuluh darah vena di daerah anus, yang menetap dan timbul secara kronis, ini biasanya makin lama makin membesar bila tidak dijaga dengan baik. Pada permulaan wasir berada di dalam dubur, tetapi bila berlanjut akan terbentuk benjolan di luarnya, meski masih dapat didorong ke dalam. Pada stadium lebih lanjut ia malah menetap di luar anus. Dengan sendirinya ia mulai sangat mengganggu bila penderitanya berdiri, berjalan maupun duduk. Wasir sering disertai rasa nyeri dan pecahnya pembuluh darah sewaktu defekasi (buang air besar); tentu ini dapat mengakibatkan banyak perdarahan. Biasanya, perdarahan akan berhenti sendiri. Namun, bila tidak, maka tindakan terbaik ialah istirahat, otot pantat dikencangkan, dan dubur dikompres dengan es. Daun sirih yang dihangatkan di atas api dan dilinting seperti rokok dapat dimasukkan ke dalam dubur (dioles dulu dengan vaseline supaya licin). Juga dapat dipakai obat wasir supositoria, yang dapat dibeli bebas di apotek. Sebaiknya, hal ini dilakukan sambil tengkurap. Sesuai namanya, supositoria dimasukkan ke dalam dubur perlahan-lahan, otot pantat dikencangkan supaya obatnya terdorong ke dalam. Karena supositoria terbuat dari bahan seperti mentega yang akan meleleh bila berada pada suhu tubuh, maka ia harus disimpan di lemari es (tetapi jangan di bagian freezer). Hidup bersama wasir sebenarnya dapat dibuat cukup nyaman bila kita mengerti cara mencegahnya. Pertama, buang air besar harus dilakukan teratur. Untuk ini kita perlu membiasakannya setiap hari pada waktu yang sama, misalnya setelah sarapan. Sediakan waktu dan jangan tergesa-gesa. Minum sehari-hari harus cukup (2 – 2,5 l), supaya konsistensi feses tetap lembab dan tidak kering. Kita juga dapat merangsang usus besar dengan memijat perut sendiri, mulai dari kanan bawah, naik lurus ke atas, menyeberang ke kiri, akhirnya memijat ke arah kiri-bawah perut. Ritual ini dapat merangsang usus besar berpropulsi (...?) ke arah dubur untuk mempermudah defekasi. Bila rektum (bagian akhir dari usus besar) dibersihkan dari kotoran setiap hari, maka kita akan senantiasa merasa bugar untuk beraktivitas. Hal ini juga memperlancar aliran darah di daerah dubur, sehingga tidak mudah membengkak dan membentuk wasir. Banyak makan cabai akan mempermudah perkembangan wasir dan perdarahan. Makanan juga perlu mengandung banyak serat, yang ditemukan dalam sayuran dan buah. Namun, bertentangan dengan pendapat umum, makanan lunak dan bubur tidak akan membantu memperlancar defekasi. Setiap orang juga dapat menemukan sendiri makanan tertentu jenis apa yang akan mempermudah defekasi. Makan sirsak utuh setiap hari sepotong rupanya juga sangat membantu "memelihara" wasir. Melakukan operasi atau tindakan menyuntik di daerah wasir oleh dokter ahli merupakan jalan keluar akhir bila wasir sudah besar dan mudah berdarah. Hanya saja bila kebiasaan defekasi tidak diperbaiki, pasti wasir akan kembali lagi. |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online www.indomedia.com/intisari/ |
|||||