|
|
Bulan Desember 2000
|
|
13
= ANGKA SIAL?
Tidak heran, film Friday the 13th begitu laris dikonsumsi di Amerika
Serikat, sampai diproduksi serial beruntun! Beberapa insan paling
mahakaya-raya, seperti Paul Getty, sampai pun Presiden AS, seperti Franklin
Delano Roosevelt, selalu tegas menolak hadir dalam acara resmi yang dihadiri
tiga belas orang.
Demi membasmi takhyul bahwa angka 13 adalah angka sial, pada tahun 1884,
sekelompok warga Kota New York nekat mendirikan The Thirteen Club!
Mereka sengaja menyelenggarakan pertemuan rutin pada tanggal 13 setiap bulan
yang dimulai tepat pada pukul 13.13 di suatu gedung pertemuan bernomor 13,
dihadiri 13 insan (atau apabila lebih harus tepat berjumlah kelipatan 13),
dengan iuran per anggota AS $ 13 setiap bulan.
Mereka ingin membuktikan bahwa segenap anggota klab 13 itu sama sehat, sama
makmur, sama selamat, sama beruntung, dan sama panjang-usia dengan anggota
klab mana pun. Namun yang jelas, misi The Thirteen Club itu bernasib
sial. Terbukti takhyul atas angka 13 sebagai sial itu, tetap saja bertahan
merajalela sampai masa kini.
Ada yang menarik soal keterkaitan angka 13 dengan mata uang Amerika Serikat
(AS $)! Jika kita teliti selembar uang kertas satu dolar AS, ternyata di
bagian belakang tampil piramid dengan 13 jenjang. Semboyan di atasnya
berbunyi annuit coeptis yang terdiri dari 13 huruf. Di pita tergigit
paruh burung elang tertulis E pluribus unum, juga terdiri dari 13
huruf. Di atas kepala sang elang bersinar 13 bintang, di perisai terlukis 13
garis, cakar kiri mencengkeram 13 anak panah, sementara di cakar kanan
sebuah batang dengan 13 daun zaitun, perlambang bahwa pada masa berdirinya,
semula Amerika Serikat memang terdiri dari hanya 13 negara bagian.
Meskipun nilainya mungkin sering naik-turun, namun tidak disangkal bahwa AS
$ - serba 13 itu - sampai kini tidak dapat dianggap berkarier sial, malah
telah diakui sebagai mata uang paling suprematif di dalam sistem moneter
dunia.
Sang Mega Star komponis Jerman, Richard Wagner juga senantiasa
dirundung angka 13! Jumlah huruf nama Richard Wagner sendiri sudah 13,
dilahirkan pada tahun 1813, yang apabila keempat angkanya dijumlah juga
menjadi 13. Penampilan perdana Wagner di depan publik terjadi pada tahun
1831, yang apabila segenap angkanya dijumlahkan, lagi-lagi menjadi 13.
Salah satu opera akbarnya, Tannhaeusser, dirampungkan 13 april 1845,
lalu dipergelarperdanakan di Paris tanggal 13 Maret 1861 (1 x 8 + 6 - 1 =
13)! Tanggal 13 Agustus 1876 (7 + 6 = 13), pertama kali Wagner mulai
mempergelarkan mega-siklus Ring of the Nibelungen. Wagner sempat
diangkat menjadi direktur Teater Riga yang resmi dibuka pada tanggal 13
September. Opera mahakarya Wagner seluruhnya berjumlah 13.
Karena alasan politis, Wagner meninggalkan tanah airnya selama 13 tahun, dan
meninggal dunia tepat pada tanggal 13 Februari 1883, yang kebetulan
merupakan tahun ke-13 berdirinya Federasi Jerman baru! Kendati demikian, tidak
bisa dikatakan bahwa semasa hidup Richard Wagner, yang kini dijunjung tinggi
sejajar dengan Bach, Bethoven, atau Brahms, senantiasa dirundung sial
belaka. |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online |
|||||