globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Desember 2000

Selamat Hari Natal 2000, Selamat Hari Idul Fitri 1421 H dan Selamat Tahun Baru 2001

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Mobil Rewel Tak Mesti ke Bengkel 

Jumlah kendaraan meningkat. Bengkel jasa perbaikan juga bertumbuhan. Tapi cerita kekecewaan konsumen selalu ada. Sebabnya, banyak pemilik yang tidak memahami kendaraannya. Padahal banyak cara bisa dilakukan sebelum memutuskan untuk membawa kendaraan ke bengkel perbaikan.

Memang, tak semua kerusakan bisa diatasi sendiri. Namun, kalau tidak mampu memperbaiki kerusakan sederhana sekalipun, paling tidak bisa melakukan perawatan secara benar, agar bisa mendeteksi manakala terjadi kelainan.

Pengelompokan bagian

Semestinya, tiap kendaraan dilengkapi buku petunjuk. Selain berisi spesifikasi teknis, biasanya juga berisi petunjuk perawatan. Itu merupakan bekal paling sederhana untuk pemeliharaan. Namun, ada kalanya kendaraan, apalagi yang sudah lama dan banyak kali dipindahtangankan, tidak dilengkapi itu. Ironisnya, banyak pemilik dan pemakai kendaraan yang tidak (mau) membaca, mempelajari, dan mengerti sebatas pemahamannya.

Sebuah kendaraan, mobil misalnya, pada dasarnya tersusun dari banyak bagian. Dari yang banyak itu bisa dikumpulkan ke dalam lima kelompok.

Kelompok pertama adalah mesin, meliputi blok mesin, silinder beserta piston dan batang-batangnya, pipa-pipa, aneka jenis saringan, pompa, dan sistem pendinginan.

Kelompok kedua adalah pembakaran. Ini meliputi tangki bahan bakar, koil penyalaan, pembangkit daya, starter, karburator atau injektor, aneka pompa, alternator, pengendali arus, dll.

Kelompok ketiga adalah pembangkit gerak dan sasis. Cakupannya meliputi gigi transmisi, kopling, sumbu penggerak roda, propeler, batang dan sistem kemudi, sistem rem, penahan dan suspensi, rangka atau sasis, beserta aneka perlengkapannya.

Kelompok keempat adalah bodi yang antara lain terdiri atas pintu dan kaca, atap dan aneka penutup, lantai dan spakbor, kursi, serta aksesori.

Sedangkan kelompok kelima adalah sistem kelistrikan yang meliputi baterai, kabel-kabel, lampu, indikator penujuk, aneka terminal dan sekering pengaman, sistem suara, hingga sistem pendinginan kabin (AC).

Setiap bagian dan kerja sama antarbagian dalam kelompok itu dapat dipahami oleh logika. Logika berlaku misalnya dalam melihat sistem penyalaan kendaraan. Edi Sigar dalam Buku Pintar Otomotif (2000) menerangkan, mesin mobil bergerak karena pembakaran. Dalam mesin mobil berbahan bakar bensin, bensin dipompa ke dalam karburator, kemudian dicampur dengan udara dalam takaran yang tepat, dan dikirimkan ke mesin untuk dinyalakan dalam ruang pembakaran. Soal karburator ini pada mobil mutakhir tidak relevan lagi karena diganti injektor (bahkan ada yang menggunakan injektor pada setiap silinder) yang mencampur bahan bakar dan udara secara lebih efisien.

Pembakaran terjadi karena campuran udara dan bahan bakar itu dinyalakan oleh bunga api listrik di dalam silinder pada waktu yang tepat. Baterai atau aki dan alternator menyediakan listrik, koil penyalaan mengubah voltase rendah menjadi tinggi (dari 12 V sampai sekitar 30.000 V), dan distributor mengirimkan bunga api ke dalam silinder melalui busi. Mobil masa lalu menggunakan sistem mekanis, yang disebut distributor, untuk mendistribusikan bunga api. Sementara di masa kini banyak mobil menggunakan komputer untuk mengatur sistem penyalaan, tanpa distributor.

Nah, ketika mobil mengalami kesulitan dalam penyalaan, logika kita akan menuntun ke arah bagian yang terlibat dalam proses itu. Mungkin pasokan bahan bakar, mungkin campuran udaranya, mungkin ketersediaan listrik atau bunga api, mungkin pula sistem distribusinya.

Ketika mesin bekerja, secara logis dapat dipahami bahwa semua bagian mesin bergerak dan saling bergesekan. Maka untuk kelancaran dan ketahanan bagian yang bergesekan diperlukan pelumas. Di dalam mesin ada sistem untuk menyimpan, memompa, dan menyaring minyak pelumas itu. Sedangkan untuk bagian yang berada di luar mesin, namun juga bergerak semisal as roda dan batang kemudi, diperlukan pelumas yang lebih kental, yang disebut grease atau gemuk.

Pembakaran dan gerak mesin yang berkelanjutan tentu menimbulkan panas. Maka secara logis dapat dipahami bahwa panas harus dikendalikan dengan mekanisme pendinginan. Dewasa ini sebagian besar mesin mobil didinginkan dengan air. Cairan pendingin menyerap panas dari silinder, kemudian dipompa dengan gerak perputaran mesin ke radiator. Akibat proses ini, radiator menjadi panas. Maka diperlukan kipas untuk mengembuskan udara. Pada mesin mobil lama kipas digerakkan oleh mesin, namun pada banyak mobil mutakhir kipas digerakkan oleh tenaga listrik.

Mesin memang membutuhkan temperatur tertentu untuk memiliki daya maksimal. Soal temperatur panas, ada mekanisme yang menjaga agar temperatur tinggi tetap terkendali. Maka jika sesuatu yang mestinya terkendali itu tidak terjadi, kemungkinan besar ada kerusakan dalam sistem pendinginan.

Wiranto Arismunandar dan Osamu Hirao dalam buku Pedoman untuk Mencari Sumber Kerusakan, Merawat, dan Menjalankan Kendaraan Bermotor (1991) menjelaskan beberapa indikasi yang bisa langsung dikenali. Misalnya, air di dalam radiator tidak cukup banyak. Juga kemungkinan tersumbatnya pipa radiator, selang radiator kempis atau terpuntir, ada pula kemungkinan terdapat banyak kotoran pada sirip-sirip radiator.

Indikasi lain adalah terganggunya kerja termostat, yakni katup yang mengatur aliran air pendingin dari mesin menuju radiator. Juga kemungkinan saat penyalaan atau pengapian yang tidak tepat, mengakibatkan ketidakseimbangan antara bahan bakar yang disemprotkan dengan saat pembakaran. Kemungkinan lain adalah rusaknya pompa air, knalpot tersumbat, atau sistem penyaluran bahan bakar yang tidak baik. Bahkan kopling selip dan rem yang menggesek pun bisa menghambat pendinginan.

Berbeda dengan mesin bensin, mesin diesel tidak dilengkapi dengan penyalaan lewat percikan api dari busi. Mesin diesel, diterangkan oleh Drs. Daryanto dalam Teknik Servis Mobil (1999), digerakkan oleh udara yang diisap ke dalam silinder kemudian dikompresikan. Karena kompresi ini, udara menjadi panas sehingga bahan bakar yang disemprotkan oleh penyemprot atau injektor ke dalam silinder akan menyala dengan sendirinya.

Mobil diesel mutakhir sering dilengkapi turbocharger - meski itu bukan monopoli mesin diesel. Pengertiannya adalah penggunaan turbin untuk memaksa lebih banyak udara masuk ke dalam silinder guna meningkatkan tenaga.

Dalam pemahaman awam, mesin diesel kurang bertenaga jika dibandingkan dengan mesin bensin. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, mesin diesel dari hari ke hari makin baik, tidak sekasar dan sepolutif diesel masa lalu. Untuk soal ini ada beberapa kesalahkaprahan yang dibahas pada Mesin Diesel: Antara Mitos dan Fakta di hlm. ...?

Integrasi dari aneka sistem

Setiap bagian mobil dalam kelompok haruslah bekerja secara benar dan sesuai kebutuhan. Ketika setiap kelompok bekerja, yang menjadi tulang punggung adalah mesin. Menurut Edi Sigar, mesin yang bergerak karena sistem penyalaan mengubah tenaga kimia menjadi tenaga mekanis dengan menyalakan campuran bahan bakar plus udara, dan menggunakan ledakan yang dihasilkan untuk menggerakkan sesuatu.

Karena seluruh proses ini menghasilkan gas yang harus dibuang, maka dilibatkanlah sistem pembuangan. Gas buang juga mengantarkan suara berisik yang diciptakan oleh seluruh ledakan pembakaran. Oleh karenanya suara gas tersebut harus diredam.

Seluruh tenaga dari mesin harus dikirimkan ke roda. Sebagian, pekerjaan ini dilakukan oleh transmisi. Pada mobil bertransmisi manual, perpindahan gigi persneling demi kesesuaian putaran mesin dipermudah oleh kopling. Sedangkan dalam mobil bertransmisi otomatis, kerja itu digantikan oleh perangkat yang disebut konvertor momen putar. Perangkat ini cukup cerdas memilih gigi persneling yang tepat sesuai putaran mesin dan kebutuhannya, dan secara otomatis memindahkan tenaga ke as roda penggerak.

Tak boleh diabaikan pula adalah sistem kelistrikan. Ini merupakan sistem terkait. Sistem penstarteran menghidupkan mobil menggunakan baterai atau aki dan starter. Sistem pengisian menggunakan tenaga untuk menggerakkan alternator atau generator, komponen yang mengubah energi mekanis menjadi arus bolak-balik (AC) yang kemudian harus diubah menjadi arus listrik searah (DC) untuk digunakan sistem kelistrikan mobil. Maka listrik di dalam baterai terisi kembali, sehingga bisa menggerakkan alat tambahan seperti lampu, indikator penanda, klakson, aneka aksesori, dll.

Karena sistem kelistrikan dalam mobil memerlukan tegangan tertentu, maka diperlukan sebuah regulator. Dalam mobil mutakhir fungsi regulasi dilakukan oleh komputer, sementara dalam mobil konvensional dilibatkan perangkat yang bisa diatur secara manual.

Regulator, sebagaimana diterangkan oleh Drs. Daryanto, punya fungsi lain, yakni mencegah adanya pengaliran arus yang berlebihan pada baterai jika isi baterai telah penuh. Untuk mendukung kerja itu, sebuah regulator harus berisi tiga macam relai: relai voltase untuk mengontrol tegangan listrik yang dibangkitkan, pembatas arus untuk mengontrol arus listrik keluar, dan relai cut out untuk mencegah arus balik dari baterai.

Masih ada elemen lain sebagai pendukung, yakni sekering. Sekering berfungsi melindungi bagian mobil yang dihidupkan oleh tenaga listrik agar tak terkena beban berlebihan. Ketika terjadi gangguan pada sistem kelistrikan, menurut Wiranto Arismunandar dan Osamu Hirao, sekering adalah bagian yang paling awal rusak sebelum perangkat lain yang dihidupkan atau digerakkan oleh arus listrik.

Sistem berikutnya adalah kemudi dan suspensi. Dengan mudah bisa dipahami bahwa tenaga yang dihasilkan oleh mesin, secara mekanis dipindahkan ke roda melalui poros penggerak. Ada bagian yang berperan, yakni sistem kemudi.

Prinsip kerja kemudi sederhananya adalah memindahkan gerak lingkar kemudi menuju roda depan melalui jaringan roda gigi setir, batang pengikat (tie rod) dan batang relai (relay rod), lengan penumpu, lengan Pitman, menuju lengan roda (nuckle arm).

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap bagian yang terlibat dalam kegiatan penyetiran adalah sesuatu yang bisa aus. Oleh karenanya diperlukan perawatan dan cara pengemudian yang benar agar keausan itu tidak terlalu cepat datang.

Keausan yang sama juga terjadi pada sistem suspensi. Sistem ini berfungsi meredam guncangan, selain menjadi tumpuan sebagian bobot mobil tersebut. Ada yang berbentuk lembaran baja pipih tersusun (disebut per daun) yang berfungsi meredam gerakan naik-turun, ada yang berupa gabungan garpu peredam dengan pegas berulir (coil, acap disebut per keong) yang dinamakan sistem penopang MacPherson.

Ketika mobil sudah berjalan di bawah sistem kemudi dan suspensi, sistem berikut yang terlibat adalah rem. J.D. Hadisoemarto dalam Pelajaran Teknik Mobil (1980) membagi macam dan susunan rem sebagai berikut: rem hidraulik yang menggunakan tekanan minyak rem hidraulik, rem mekanik menggunakan kekuatan tarikan handel dengan tangan, rem angin menggunakan kekuatan tekanan angin, dan rem hampa udara memakai gabungan tekanan minyak hidraulik dengan tekanan udara.

Apa pun jenis rem yang dimiliki setiap mobil, tak bisa diingkari bahwa kelancaran kerjanya tergantung pada pasokan minyak, tekanan udara, di samping kualitas remnya sendiri. Tentu harus pula diingat, sistem rem tidaklah bebas dari keausan.

Dalam banyak mobil baru disertakan sistem elektronik yang mengontrol hidraulik untuk mendistribusikan tenaga pengereman secara merata guna menghindari penggelinciran yang disebut anti-lock braking system (ABS).

Sering muncul dalam iklan, fungsi pengereman optimal juga ditentukan oleh ban. Mungkin benar. Akan tetapi, sebagai kajian teknis, ban juga bisa dijadikan indikator beres dan tidaknya sistem penyangga, laju kendaraan, maupun cara mengemudi.

Betapa pentingnya perawatan

Kalau mudah memahami bahwa mobil berjalan karena proses energi kimia diubah menjadi energi mekanis dan disalurkan menjadi energi gerak, tentu mudah pula memenuhi persyaratan bagi terjaganya energi itu. Listrik, misalnya, membutuhkan pengontrolan secara rutin. Ketika berubah menjadi energi mekanis, ada bagian yang saling bergesekan, sehingga perhatian pada proses pelumasan sangat diperlukan. Demikian pula pada saat energi gerak menjalani prosesnya. Banyak bagian yang berputar dan bergerak, sehingga diperlukan ketelitian untuk merawat. Juga mengenali kelainan, karena bagaimanapun semua bagian itu ada batas usia pakainya.

Ada orang yang menilai bahwa perawatan bagian luar mobil seperti bodi dan aksesori sama pentingnya dengan perawatan mesin dan komponennya. Tak sedikit pula orang yang hanya mengutamakan salah satu. Akan tetapi, tetap ada tuntunan logika bahwa kita memiliki kendaraan demi aneka macam fungsinya. Maka untuk mempertahankan fungsi itu perawatan perlu dilakukan. (SL)

Boks : Beberapa Kesulitan dan Kemungkinan Penyebabnya

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej