|
|
Bulan Desember 2000
|
|
Menonton
Rambut Lurus
Selagi melapor di ruang Kepala Sekolah, saya mendengar dinding sekolah yang
terbuat dari gaba-gaba dilubangi dari luar. Ada yang menguak dengan kuku,
atau ujung parang untuk membuat lubang kecil. Pelakunya tak hanya anak-anak,
tapi juga para remaja, ibu dan bapak. Mereka saling berdesakan,
sampai-sampai dinding gaba-gaba yang uzur itu rontok, bahkan sebagian rubuh.
Tentu saja keadaan itu membuat sibuk Danpos Polisi Biak Utara maupun Kepala
Distrik Biak Utara. Mereka berdua sibuk menghalau warga yang iseng itu.
Ada apa gerangan? Apakah mereka menguping pembicaraan Kepala Sekolah dengan
para guru? Ternyata tidak. Belakangan saya tahu, mereka ingin melihat dari
dekat rambut panjang lurus ibu guru baru.
Mereka heran, baru kali itu melihat rambut hitam lurus saya yang nyaris
menyapu tanah. Padahal, saya sendiri mengagumi rambut ikal alami mereka. |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||