globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

NEBus, Bus Ramah Lingkungan

Kalau tidak aral melintang, suatu saat bus kota akan bebas asap dan suara. Saat ini sedang diuji coba bus listrik yang sumber listriknya dari pembakaran sel (fuel-cell).

 

Kita bisa membayangkan yang bakal terjadi saat ini bila kita berdiri agak lama, taruhlah 30 menit, di tepi jalan protokol kota-kota besar di Indonesia macam Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dijamin baju kita berbau asap, dan bagian tubuh kita yang terbuka akan terlapisi jelaga asap knalpot bus kota. Yang paling menakutkan adalah gangguan kesehatan yang timbul akibat asap knalpot terhirup ke dalam saluran pernapasan.

Ini akan berbeda bila seluruh kendaraan bermotor di kota-kota besar itu menggunakan teknologi pembakaran sel (fuel-cell). Kota-kota itu akan terasa jauh lebih sunyi meskipun arus kendaraannya sangat padat. Udaranya pun jadi bersih sehingga para pejalan kaki tidak perlu lagi menutup hidung dengan saputangan atau tisu. Pakaian juga bebas bau asap. Wajah-wajah cantik pun tak "terbedaki" jelaga knalpot bus kota.

Memang, kondisi ideal macam itu bukan mustahil bisa terwujud meski perlu waktu. Ajakan untuk tidak mengendarai kendaraan pribadi pada 23 April 2000 lalu, setidaknya sudah memberi pertanda adanya kepedulian terhadap perlunya udara bersih. Siapa tahu, langkah awal ini bisa berlanjut hingga suatu saat sampai pada anjuran penggunaan kendaraan fuel-cell.

Apalagi beberapa perusahaan otomotif, seperti DaimlerChrysler dan Toyota, saat ini telah berhasil membuat kendaraan fuel-cell, baik yang berukuran kecil macam sedan maupun berukuran besar seperti bus. Bahkan, kendaraan bermotor listrik tersebut telah menjalani uji coba di jalan.

Bersih dan sunyi

DaimlerChrysler saat ini telah berhasil membuat bus fuel-cell. Namanya, NEBus (New Electric Bus). Sebelumnya, perusahaan itu telah berhasil mengembangkan kendaraan kecil berbahan bakar sama, yang dinamai NeCar, dan sudah sampai pada generasi ke-4 (NeCar 4). Toyota pun telah berhasil mengembangkan mobil fuel-cell dengan teknologi sedikit berbeda.

Dari kendaraan bermotor listrik itu, NEBus tergolong istimewa lantaran menjadi bus fuel-cell pertama di dunia. Ia menggunakan bahan bakar hidrogen dan oksigen, dan hebatnya, cuma menghasilkan uap air sebagai produk sampingannya. Tak ada substansi lain yang dibuang ke udara, bahkan dalam jumlah sedikit sekalipun! Bus fuel-cell membabat hampir habis pula semua emisi suara yang banyak dihasilkan bus konvensional. Bus ini beroperasi nyaris benar-benar sunyi. Inilah teknologi otomotif yang secara lingkungan paling cocok di masa mendatang.

Karena sifatnya yang ramah lingkungan, NEBus telah menyita perhatian beberapa kota Eropa yang gencar memangkas polusi udara. Uji coba telah dilakukan di Jerman, Norwegia, dan Islandia. Bus yang sama juga melayani rute bus reguler di Hamburg, Jerman, sekadar untuk membuktikan bahwa bus ini bukan sekadar prototipe. NEBus juga telah dikapalkan ke Australia untuk menunjukkan kemampuannya di Perth dan Melbourne.

Sosok NEBus memang tak terlalu beda dari bus biasa. Basisnya adalah bus kota Mercedes-Benz tipe O 405 N yang berkapasitas 34 tempat duduk dan 24 penumpang berdiri. Bedanya, atapnya menyembul. Ruangan tambahan ini merupakan tempat 7 tangki gas hidrogen, pembangkit listrik elektronik, dan sistem pendingin. Tangki gasnya masing-masing berkapasitas 150 l pada tekanan 300 bar. Dengan bahan bakar penuh ia bisa menjelajah sejauh 250 km dengan kecepatan tertinggi 80 km/jam.

Sistem pembangkit elektroniknya meliputi AC converter dan pulse-width-modulated inverter, keduanya merupakan bagian pengendali motor roda. Kehadiran sistem pembangkit listrik ini membuat baterai, yang berat dan mampu memasok listrik hanya untuk jangka waktu singkat, tidak diperlukan lagi.

Di dalam ruang kemudinya terdapat enam sensor yang akan mendeteksi kebocoran hidrogen dan mengamankan sistemnya. Pada pintu masuk-keluarnya juga tidak ada lagi anak tangga. Ini berkat penggunaan as roda untuk bus berlantai rendah yang dipadukan dengan motor penggerak pada roda belakang. Pada bus kota yang sesungguhnya (bukan bus antarkota yang dijadikan bus kota), seperti bus kota PPD bermerek Ikarus, perlu dua langkah hingga mencapai lantai bus.

Desain mesin fuel-cell yang sangat kompak bakal menjadi awal revolusi desain bus. Pasalnya, sejumlah besar onderdil yang saat ini mutlak diperlukan macam unit mesin, as roda, gearbox, gardan, alternator, dan tangki bahan bakar, bakal digantikan oleh kabel-kabel listrik. Dengan demikian bakal terdapat ruangan lebih banyak untuk penumpang.

Bila kita mengendarainya atau berada di dalamnya, kita merasakan seperti mengendarai atau berada di dalam mobil mewah berukuran besar. Bedanya, NEBus terasa lebih sunyi. Tak seperti sedan mewah tadi, NEBus juga tidak perlu peredam suara untuk menahan kebisingan mesin. Yang lebih menyenangkan lagi, akselerasinya tidak disertai entakan-entakan lantaran penggunaan perseneling tidak ada sama sekali.

Begitu senyapnya bus yang digerakkan oleh proses kimiawi ini, sampai-sampai suara-suara lain, yang kalau dalam bus konvensional akan kalah oleh deru mesin, muncul. Dari bawah lantai yang diberi karpet, kita dapat mendengarkan suara motor penggerak langsung, raungan kompresor udara, bunyi klik tombol elektronik, desing kipas sirkulasi dan pendingin, serta gemuruh ban berputar.

Bahan bakarnya tidak dibakar

Sistem fuel-cell NEBus terdiri atas sepuluh stack masing-masing menghasilkan 25 kW, sehingga daya yang dihasilkan seluruhnya 250 kW. Pembangkitan listriknya terjadi di ruangan yang dalam bus kota konvensional merupakan tempat mesin dan gearbox. Dari daya listrik yang dihasilkan, 190 kW di antaranya digunakan untuk sistem penggerak kendaraan serta untuk keperluan lain seperti sistem kelistrikan bus dan AC. Dalam sistem penggeraknya terdapat dua motor penggerak berpendingin udara yang terpasang di setiap ujung as roda belakang. Motor tersebut masing-masing memerlukan daya listrik puncak 75 kW, sehingga keduanya membutuhkan 150 kW untuk menggerakkan satu unit bus. Daya ini menghasilkan tenaga yang tak kalah dibandingkan dengan yang dihasilkan mesin bus diesel.

Dalam sistem ini, bahan bakar hidrogen dan oksigen tidak dibakar, melainkan diubah secara langsung menjadi energi listrik dan uap air dalam suatu reaksi dingin. Bahan bakar ini diproses oleh Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC). Di dalamnya terdapat elektrolit (electrolyte), yang terdiri atas lembaran polimer dengan ketebalan sekitar 1/10 mm dan dilapisi dengan sebuah katalis berisi platinum pada kedua sisinya. Katalis membantu ionisasi hidrogen dan reaksi ion hidrogen dengan oksigen. Ia juga mencegah terjadinya "reaksi panas". Sebuah proses elektrokimia di dalam lembaran tipis tadi memungkinkan cuma proton dapat lewat, sementara elektron hidrogen ditinggalkan. Di sisi lain, ion-ion hidrogen bereaksi dengan oksigen. Kelebihan elektron pada hidrogen dan kekurangan elektron pada oksigen menghasilkan kutup positif dan negatif, kutup tempat energi listrik dimanfaatkan. Energi untuk "pompa pengisian" ini diperoleh dari reaksi gas hidrogen (H2) dengan oksigen (O2) yang menghasilkan energi listrik dan uap air (H2O).

Dengan mengkombinasikan sejumlah besar sel dalam suatu yang disebut stacks, energi yang diperlukan, menjadi tersedia untuk menggerakkan kendaraan. Pengendalian jumlah energinya dilakukan dengan mengatur pasokan oksigen. Ketika energi itu menggerakkan motor, kemampuan jelajah bus ternyata seperti bus konvensional, tetapi tanpa emisi seperti halnya kendaraan listrik.

Sayangnya, harga NEBus saat ini masih berkisar AS $ 2,5 juta atau sekitar Rp 20 miliar, sehingga DaimlerChrysler berusaha untuk menurunkannya. Bila harga wajar sudah tercapai, meski perlu waktu lama, mungkin saja bus bersih ini bisa kita nikmati. Pada saat itu, mobil-mobil kecil mungkin sudah berteknologi pembakaran sel pula. Angan-angan akan sebuah kota yang bersih dari polusi udara dan suara pun, bisa menjadi kenyataan. (TST/Gd)

Active Channel
© 1996 - 2000 Intisari Online
www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej