|
Bulan Ini
Bulan Lalu
Buku Tamu
Mailing List
Di balik kisah
Info iklan
Email
|
Mendengarkan, Kunci Sukses Berkomunikasi
Mendengarkan sering kali dianggap sebagai tindakan pasif dan tidak penting.
Padahal, mendengarkan dengan baik merupakan proses aktif dan membutuhkan
usaha sungguh-sungguh. Pendengar mesti mengerti dan memahami, serta
bersedia memberikan tanggapan atas pesan-pesan pembicara.
Dengan mendengar secara baik komunikasi menjadi lancar. Maka, mendengar
yang baik akan menjadi kunci sukses pergaulan sehari-hari.
Di bawah ini sepuluh kiat menjadi pendengar yang baik:
- Sebelum menghadiri suatu seminar, rapat, atau pertemuan bisnis, kita
perlu mempersiapkan diri dengan membaca bahan-bahan yang ada hubungannya
dengan topik pertemuan atau mempersiapkan pokok-pokok pikiran penunjang.
- Tangkap kata-kata kunci dan konsep utuh pembicaraan. Meskipun demikian
jangan melupakan detailnya, yang bisa memperjelas gambaran yang akan kita
bentuk.
- Pusatkan perhatian pada yang diucapkan pembicara, pikirkan yang menjadi
pesan dari topik pembicaraan, lalu ajukan pertanyaan /tanggapan yang
dianggap perlu.
- Konsentrasikan pikiran hanya pada pembicaraan yang sedang berlangsung.
Jangan biarkan pikiran melayang ke mana-mana.
- Tunjukkan sikap kesediaan mendengar dengan menatap pembicara,
mengangguk, atau memberi tanggapan.
- Jangan tergesa-gesa mengambil kesimpulan. Dengarkan dulu seluruh
pembicaraan, ajukan pertanyaan, baru kita ambil kesimpulan.
- Atasi segala gangguan di sekitar kita dengan betul-betul memusatkan
perhatian pada pembicaraan yang sedang berlangsung. Jangan memusatkan
perhatian pada gaya, penampilan, atau pakaian si pembicara.
- Kalau menghadiri seminar/lokakarya, catat kata-kata kunci, ungkapan,
dan ide yang belum jelas, untuk nantinya ditanyakan. Jangan menuliskan
semua kata-kata pembicara.
- Untuk mengatasi kebosanan, carilah sesuatu yang berharga/membangun dari
pesan-pesan si pembicara atau perhatikan kata/ungkapan yang menarik untuk
dijadikan bahan evaluasi.
- Bersikaplah rendah hati, terbuka, sabar, dan tidak terbawa emosi.
Tampaknya mendengarkan merupakan pekerjaan berat, tapi sebenarnya tidak
jika tujuan kita adalah menyerap yang dikatakan si pembicara. (Januarta
S.)
|