globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

GERAKAN MEMBERSIHKAN PANTAI

Sampai sekarang laut masih dianggap sebagai tempat sampah sangat luas. Sampah apa pun dapat ditampung. Padahal kenyataannya, tidak semua sampah dapat terurai oleh air laut. Banyak yang tahan lama dan terus utuh lalu menumpuk, hingga mencemari pantai dan membahayakan ekosistem laut.

Tanggung jawab masalah ini bukan pada pemerintah atau badan tertentu, tapi terutama tanggung jawab setiap individu yang membuang sampah di tepi jalan, tepi sungai, dan dari kapal laut.

Dalam upaya membentuk kader pencinta lingkungan yang bermutu, yang diharapkan kelak menjadi juru penerangan kebersihan lingkungan, Pusat Kajian Pesisir dan Laut Tropis, Universitas Diponegoro Semarang, mengadakan pelatihan metodologi penelitian bersih pantai. Ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, tetapi dengan tujuan serius mendorong kebutuhan masyarakat akan laut yang bersih. Pantai yang indah terpelihara bisa mendatangkan uang, lapangan kerja baru, dan devisa, kalau dikelola sebagai tempat rekreasi pantai yang bermutu.

Para peserta latihan diharapkan dapat mengetahui kondisi sampah pantai, meliputi jenis dan jumlahnya, serta memprediksi asal-usulnya, guna memberi masukan alternatif kepada masyarakat untuk meminimalkan sampah di kemudian hari.

Mereka dilengkapi blanko isian standar untuk pengumpulan data yang telah dikembangkan oleh Center for Marine Conservation dari Washington DC, yang didukung oleh 90 negara, termasuk Indonesia. Blanko isian yang sudah digunakan untuk kampanye bersih pantai di seluruh dunia ini dipakai untuk mencatat delapan kategori sampah anorganik yang harus dipisahkan: plastik, styrofoam, kaca, karet, logam, kertas, kayu (bukan ranting pohon), dan kain. Masing-masing dipilah lagi menurut jenisnya.

Pada bulan Oktober 1999 lalu telah dilakukan gerakan bersih pantai semacam itu di Kepulauan Karimun Jawa. Ada dua kegiatan pokok:

  1. Pembersihan pantai sepajang 1 km sebelah kiri dan kanan dermaga dan sekeliling Pulau Menjangan Kecil;
  2. Pembersihan bawah laut di tempat yang sama, oleh para pemegang sertifikat scuba diving dan snorkling.

Dalam kelompok (masing-masing 15 orang) ada pembagian tugas, yaitu pembawa karung, pemungut, dan pencatat sampah. Setiap sampah yang dikumpulkan pemungut harus dilaporkan ke pencatat mengenai jenis, klasifikasi, dan jumlahnya, sebelum dimasukkan ke dalam karung sesuai label yang sudah ditetapkan.

Penyisiran masing-masing area dilakukan oleh dua kelompok. Yang pertama bertugas sebagai perintis, sedang yang kedua untuk sweeping. Sampah yang belum terambil kelompok pertama, dipungut kelompok kedua.

Sesudah ditimbang dan dicatat hasilnya, sampah-sampah itu dibawa ke tempat penampungan di Jepara untuk dianalisis. Sedangkan data yang terkumpul akan dipakai sebagai bahan penelitian, yang hasilnya dapat digunakan sebagai masukan untuk pengkajian bagi para pengambil kebijakan dalam menanggulangi sampah.

Dengan penyelenggaraan pelatihan metodologi bersih pantai ini, masyarakat diharapkan dapat makin menyadari betapa menjaga kebersihan pantai dan mengelola lingkungan yang sudah bersih itu sangat mungkin bisa dilakukan sendiri oleh anggota masyarakat setempat, dan tidak usah menunggu pihak lain. Pelatihan itu dapat dipakai sebagai contoh cara mengelola lingkungan pantai dengan baik dan benar. (Dyah Umiyarni P.)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online
www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej