globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2000

Fisikamania -

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Kereta Tanpa Lokomotif

Yang dimaksud adalah kereta api tanpa mesin penggerak. Apa mungkin?

Umpama kata, kita mengebor Bumi di Kota Jakarta hingga mencapai inti Bumi. Dari situ pengeboran diteruskan lurus sampai akhirnya tembus di sekitar Bogota, ibukota Republik Kolombia. Ide ini tak bisa diwujudkan karena hanya ada di atas kertas. Namun, yang penting, kita dapat menyimak prinsip-prinsip fisika yang dapat berlaku.

Apa yang akan terjadi jika Anda terjatuh dalam lubang hasil pengeboran itu? Tentu saja tubuh Anda akan terus meluncur. Tubuh Anda akan berhenti tapi bukan di inti Bumi sebab ketika mencapai titik itu, kecepatan gerak tubuh Anda sudah mencapai 8.000 m/detik! Anda masih terus terdorong dengan kecepatan yang secara berangsur menjadi lebih pelan. Ketika sampai di ujung lubang di Bogota, kecepatan gerak tubuh Anda sudah nol kembali alias berhenti. Tapi, harus buru-buru berpegangan pada bibir lubang. Kalau tidak, tubuh Anda akan mondar-mandir tanpa henti di sepanjang terowongan atau sepanjang 12.800 km diameter Bumi.

Pemikiran gila ini mula-mula muncul dalam benak Maupertuis, ahli matematika, dan Voltaire, filsuf Prancis abad ke-18. Beberapa puluh tahun kemudian Flammarion, ahli astronomi dari Prancis juga melakukan perhitungan serupa.

Berdasar ide gendeng itu, sekitar 50 tahun yang lalu seorang ahli dari Uni Sovyet, A.A. Rodnykh, mengusulkan pembuatan terowongan yang menghubungkan Kota Moskow dengan Leningrad sepanjang 600 km. Bedanya, terowongan itu tidak menembus inti Bumi, melainkan hanya di sekitar lingkar Bumi.

Menurut perhitungan Rodnykh, kereta yang lewat terowongan itu tidak perlu lokomotif atau alat penggerak lain, karena kereta bisa bergerak sendiri akibat pengaruh gravitasi Bumi. Waktu tempuhnya cuma 42 menit dan 12 detik!

Begitulah. Ide yang saat ini dianggap "gila" itu mungkin saja bisa terwujud entah kapan. Sama halnya ketika Galileo (1564 - 1642) merancang pesawat terbang, banyak orang di zaman itu pun menganggapnya sebagai ide gila. (Ir. Indiarto B. Santoso)

Active Channel
© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej