globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

UPAYA ANTIMABUK KENDARAAN

Mabuk darat sering kali membuat perjalanan jadi tidak menyenangkan. Persekongkolan sistem suspensi, perilaku pengemudi, dan penumpang bisa menjadi penyebabnya. Dan untuk mencegahnya ternyata mudah.

 

Bagi orang-orang tertentu, perjalanan darat seringkali menjadi momok. Pasalnya, mabuk selalu menjadi bagian dalam setiap perjalanan menggunakan mobil, kecil atau besar. Bahkan, ketika perjalanan itu dilakukan untuk berekreasi sekalipun.

Bagi orang macam itu mungkin mabuk tidak terjadi hanya ketika mobil diam di tempat. Kejadiannya akan berbeda bila mobil itu bergerak. Jalan perkotaan yang relatif mulus dan datar pun bukan jaminan tidak mabuk darat. Apalagi jalanan luar kota yang lebih "ganas". Jadi, di sini faktor mobil dan jalan berinteraksi menstimuli gejala mabuk darat.

 

Kuncinya pada suspensi

Secara umum getaran merupakan biang keladi mabuk darat. Dalam ilmu mekanika otomotif, reaksi perasaan penumpang mobil terhadap getaran yang mengganggu itu dipelajari dalam bahasan ride. Bagian ilmu ini termasuk tersulit dan hampir tidak mengalami kemajuan berarti sejak studi awal tahun 1955 oleh R.N. Janeway (SAE). Kesukaran muncul akibat kompleksitas mekanika ride, sistem suspensi, profil jalan, dan reaksi manusia terhadap getaran yang berlainan.

Getaran pengganggu ini secara fisik dibagi atas tiga kelompok besar, yaitu gerak muka-belakang (back slapping & head snapping), atas-bawah (bounce), dan anggukan (pitch). Ketiganya berinteraksi "mengocok" perut penumpang hingga pusing, mual, bahkan muntah di perjalanan. Studi ride bertujuan meminimalkan getaran pengganggu dan memperbaiki kenyamanan (comfort) berkendaraan. Salah satu hasil studi ride yang telah terbukti cukup efektif meredam sebagian getaran pengganggu penyebab mabuk darat tadi adalah sistem suspensi.

Sistem suspensi, yang menghubungkan roda dengan rangka, bisa kita lihat jika kita melongok ke kolong mobil. Dia terdiri atas pegas dan peredam kejut (shock absorber). Jenis pegas yang dapat digunakan sangat beraneka, namun ada tiga jenis, yaitu per keong, pegas, dan batang torsi. Sementara itu peredam kejut yang dipakai biasanya yang berisi oli (oil damper) atau gas. Gunanya untuk mempersingkat getaran yang dialami pegas.

Fungsi sistem suspensi sebenarnya untuk mempertahankan posisi penumpang mobil tidak berubah meskipun jalan yang dilalui bergelombang. Sistem ini idealnya dapat mengurangi kemungkinan penumpang menderita mabuk. Sayang, pada praktiknya sistem ini amat jauh dari ideal. Sistem suspensi didesain cuma efektif untuk menghadapi satu kemungkinan sumber getar. Padahal, kemungkinan sumber getar sebuah kendaraan jumlahnya jutaan.

Lalu, mengapa getaran menimbulkan rasa tidak enak (pusing dan mual) pada penumpang mobil? Untuk menjawabnya, kita perlu bantuan konsep frekuensi pribadi (Wn). Menurut konsep ini, setiap benda di alam semesta memiliki frekuensi getar khas atau Wn. Jika benda itu digetarkan oleh sumber getar dari luar dirinya pada Wn yang sama, benda tersebut akan bergetar tidak pada frekuensi sumber getar. Getarannya justru luar biasa hebatnya dan acap kali merusak. Banyak kasus jembatan runtuh diterpa angin yang tidak seberapa kencang. Ini terjadi lantaran getaran angin itu sama dengan Wn jembatan. Padahal, sebelumnya jembatan tetap kokoh dihantam badai besar.

Perut manusia pun demikian. Menurut penelitian, perut manusia memiliki Wn 5 – 7 cycles per second (cps). Karena itu, getaran mobil yang berfrekuensi 5 – 7 cps akan menimbulkan perasaan sangat tidak enak (mual) di perut. Di bawah 5 cps, perut kita merasa nyaman. Di atas 7 cps tidak senyaman frekuensi di bawah 5 cps tetapi lebih nyaman daripada 5 – 7 cps.

Pada mobil, sistem suspensilah yang bertugas menghindarkan terjadinya getaran pada rentang frekuensi 5 – 7 cps. Karenanya, para perancang mobil sangat mengidamkan sistem suspensi yang mampu membatasi getaran maksimum 1 cps. Jika ini tercapai, tidak ada lagi cerita mabuk darat, karena 1 cps nyaris tak terasa oleh manusia paling peka sekalipun. Namun, karena sistem suspensi tak mampu mencapainya, strategi yang diambil adalah memperbolehkan getaran terjadi asal tidak pada 5 – 7 cps.

Dalam merancang sistem suspensi, biasanya back slapping & head snapping dianggap tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan komponen gerak pitch. Dalam mobil ada dua modus gerak yang dijadikan dasar menganalisis kenyamanan, yaitu pitch dan bounce. Sistem suspensi mobil modern telah didesain agar kedua modus getar ini memiliki pusat getar (node) yang berjauhan agar gangguan pada node pitch hanya menimbulkan gerakan bounce, sebaliknya gangguan pada node bounce hanya mengeksitasi gerak pitch.

Secara fisik, node pitch terletak sedikit di belakang sumbu roda depan. Sedangkan node bounce ada di sekitar 0,5 m di belakang sumbu roda belakang. Kebaikan posisi tersebut adalah ketika mobil maju, node bounce selalu digerakkan dulu, baru kemudian node pitch. Hal ini menyenangkan penumpangnya karena gerak yang dominan adalah bounce yang lebih datar. Manusia memang jauh lebih sensitif dan terganggu oleh gerak pitch.

 

Mengatasi mabuk darat tidak sulit

Pembahasan teknis tadi merupakan optimasi yang mampu dihasilkan manusia dalam desain sebuah mobil. Studi teknis diharapkan mampu meminimalisasi gangguan dari luar yang dirasa tak menyenangkan. Begitu pun, mabuk darat masih mungkin terjadi. Dalam hal ini, perlu ada upaya tambahan untuk memperkecil kemungkinan serangan mabuk darat. Upaya tambahan tersebut di antaranya:

* Menanamkan sugesti. Sebelum naik mobil ucapkan "Saya tidak akan mabuk darat" berulang-ulang dalam hati. Persiapkan tubuh untuk menerima gaya belok ke kanan dan ke kiri dan terlempar-lempar dalam kabin mobil agar tubuh tidak terkejut. Ikutilah gerak belok mobil dengan santai. Selama perjalanan cobalah memperhatikan jalan di depan. Jangan memejamkan mata dan memaksakan diri untuk tidur kecuali benar-benar mengantuk.

* Ada baiknya membawa buah, terutama jeruk. Jika rasa tak enak mulai muncul, aroma dan rasa jeruk cukup menolong dan kembali menyegarkan tubuh. Jika tidak ada buah, kepal dan lemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang untuk menggiatkan peredaran darah. Selain itu, efek pijatan pada jemari dan telapak tangan mampu menghilangkan pusing ringan.

* Buka kaca mobil untuk mensirkulasikan udara segar ke dalam kabin mobil. Jika rasa mual makin hebat, menepi dan berhentilah sejenak. Keluar dan lakukan senam ringan, atau berjalan di sekitar mobil untuk menetralkan efek akumulasi getaran pengganggu. Ini amat efektif mencegah mual/muntah, terutama bagi anak-anak. Tapi tentu hanya bisa dilakukan pada mobil pribadi.

* Bila memodifikasi sistem suspensi, tetaplah memilih pegas baru yang memiliki konstanta kekakuan pegas relatif sama dengan pegas lama yang merupakan hasil optimasi desain. Tujuannya, agar karakteristik pitch dan bounce mobil tidak memburuk. Sebagai patokan, pengendaraan yang nyaman biasanya diperoleh jika defleksi pegas depan sekitar 20 – 30 cm, atau 30% lebih besar dari defleksi pegas belakang. Letak shock absorber jangan diperjauh dari ban. Jika mungkin diperdekat, karena dapat mengurangi gaya-gaya ke badan kendaraan.

* Penggantian pelek baja standar dengan yang lebih ringan, misalnya pelek aluminium alloy, sebaiknya diikuti penyesuaian karakter sistem suspensi karena jika tidak akan menaikkan frekuensi getar roda. Ini sulit diredam shock absorber dan getaran diteruskan ke kabin mobil. Padahal, manusia tidak tahan frekuensi tinggi.

* Bila menumpang kendaraan umum usahakan untuk tidak meletakkan seluruh barang di bagasi. Sebagian dapat ditaruh di lantai kabin mobil agar distribusi beban roda depan dan belakang tidak terlalu berubah. Mobil penumpang didesain agar roda depan menerima 60% bobot mobil dan roda belakang 40%. Ketika barang berat ditempatkan dalam bagasi, distribusi berat depan-belakang tidak lagi 60 – 40. Ini mengganggu karakter getaran mobil. Pada keadaan ini, kecepatan paling tak nyaman berada pada sekitar 40 km/jam. Pada kecepatan itu gerak pitch-nya hebat. Di bawah 40 km/jam gerak bounce yang dominan. Kenyamanan justru didapat pada kecepatan tinggi yang relatif jarang tercapai. Pada distribusi beban 60 – 40 kecepatan paling tak nyaman umumnya rendah (di bawah 12 km/jam).

* Cek secara berkala tumpuan karet (rubber mounting) penghubung body dan sasis mobil. Karet adalah peredam getaran yang baik, sehingga meningkatkan kenyamanan berkendaraan.

* Memperhatikan suspensi jok juga penting. Jok biasanya terdiri atas pegas baja, foam rubber, dan foam plastic. Pegas yang cukup elastis memberi frekuensi getar 2,3 – 2,8 cps, namun cukup nyaman jika mobil melewati lubang besar. Pegas yang lebih kaku mampu mengisolasi getaran hanya sekitar 1,5 cps, namun kurang nyaman ketika mobil melewati lubang besar karena mengganggu pemegangan setir dan sulit memberi tekanan yang tepat pada pedal-pedal. Jika ingin mengganti jok, pilihlah pegas yang kaku atau lebih lunak disesuaikan dengan medan jalan yang biasa dilalui. Jika hanya di kota, pilih saja yang agak kaku.

Yang terpenting adalah mengemudi dengan nyaman. Mobil jangan digas, direm, dibelokkan tiba-tiba karena hal-hal inilah yang paling besar pengaruhnya dalam "mengocok" manusia dalam kabin mobil. Selain mengurangi mabuk darat, mengemudi dengan nyaman juga hemat BBM, murah, aman, dan ramah lingkungan. (Ir. Doan Syahreza Auditya)

Active Channel
© 1996 - 2000 Intisari Online
www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej