|
|
Bulan Juni 2000
|
|
TINTIN, WARTAWAN TANPA PENA Tintin yang rambut jambul nungging-nya pernah ngetop di kalangan ABG, memang populer di seluruh dunia. Kemunculannya tak lepas dari nama besar Herge, yang pernah dinobatkan sebagai Bapak Komik Belgia. Tapi, mengapa sejak satu dekade silam tak ada lagi seri barunya?
Petualangan
Tintin menceritakan kehidupan wartawan muda asal Belgia, yang meski kadang
menyandang kamera, tak satu pun artikelnya pernah nongol. Dalam
petualangannya, si jambul nungging ini selalu dikuntit anjing terrier
setianya, Snowy. Pelaut Inggris, Kapten Haddock, dan Prof. Cutbert Calculus
yang pikun tapi cerdas adalah sahabatnya. Calculus yang muncul pertama kali
dalam Harta Karun Rackam Merah diciptakan berdasarkan tokoh Prof.
Auguste Piccard. Pasangan detektif konyol dari Scotland Yard, Thomson dan
Thompson, meski mirip, bukan dua bersaudara.
Komik itu telah diterjemahkan ke dalam 51 bahasa. Dalam penerjemahan, nama
tokohnya juga berubah. Tintin menjadi Tinni (Islandia), Tintinus (Latin),
Tim (Jerman), atau Kuife (Afrika). Milou menjadi Snowy (Inggris), Struppi
(Jerman), Boncuk (Turki), atau Bobbie (Belanda). Haddock menjadi Kolbeinn
(Islandia), Hadok (Iran), Xaggok (Rusia), dan Treska (Chechnya). Tournesol
berganti Calculus (Inggris), Beaker (Jepang), dan Bergel (Arab). Dupont dan
Dupond menjadi Thomson dan Thompson (Inggris), Uys dan Buys (Afrika), serta
Tik dan Tak di Arab.
Serial pertama Tintin adalah Tintin di Soviet (1929). Disusul Tintin
di Kongo (1931) versi hitam putih, yang pada 1946 muncul versi
berwarnanya. Berikutnya lahir Tintin di Amerika (1932). Lalu terbit Cerutu
sang Pharaoh (1934), yang sempat berhenti dicetak setelah PD II, tapi
muncul lagi tahun 1970-an. Lotus Biru terbit tahun 1936, diikuti Patung
Kuping Belah (1937), Pulau Hitam (1938), Tongkat Raja Ottokar
(1939), Kepiting Bercapit Emas (1941), Bintang Jatuh (1942), Rahasia
Kapal Unicorn (1943) dan sekuelnya, Harta Karun Rackam Merah
(1944). Selanjutnya Tujuh Bola-bola Ajaib (1948) dan Tawanan Dewa
Matahari (1949).
Setelah tertunda delapan tahun akibat PD II, Negeri Emas Hitam naik
cetak pada 1950, disusul Perjalanan ke Bulan (1954), Penculikan
Calculus (1956), Hiu-hiu Laut Merah (1958), dan Tintin di
Tibet (1960). Tiga tahun berselang muncul Zamrud Castafiore, Penerbangan
714 (1968), Tintin dan Picaros (1976). Petualangan itu berakhir
dalam Tintin et L'Alph Art (1986) yang berbentuk sketsa.
Sebelum buku terakhir itu selesai, pengarang, pencipta sekaligus pelukisnya,
George Remi, yang populer dengan nama Herge, keburu meninggal pada 1983.
Pesan terak | |||||