globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2000

Nantikan Gebyar Sayembara Intisari Juli - Oktober 2000

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

TINTIN, WARTAWAN TANPA PENA

Tintin yang rambut jambul nungging-nya pernah ngetop di kalangan ABG, memang populer di seluruh dunia. Kemunculannya tak lepas dari nama besar Herge, yang pernah dinobatkan sebagai Bapak Komik Belgia. Tapi, mengapa sejak satu dekade silam tak ada lagi seri barunya?

Petualangan Tintin menceritakan kehidupan wartawan muda asal Belgia, yang meski kadang menyandang kamera, tak satu pun artikelnya pernah nongol. Dalam petualangannya, si jambul nungging ini selalu dikuntit anjing terrier setianya, Snowy. Pelaut Inggris, Kapten Haddock, dan Prof. Cutbert Calculus yang pikun tapi cerdas adalah sahabatnya. Calculus yang muncul pertama kali dalam Harta Karun Rackam Merah diciptakan berdasarkan tokoh Prof. Auguste Piccard. Pasangan detektif konyol dari Scotland Yard, Thomson dan Thompson, meski mirip, bukan dua bersaudara.

Komik itu telah diterjemahkan ke dalam 51 bahasa. Dalam penerjemahan, nama tokohnya juga berubah. Tintin menjadi Tinni (Islandia), Tintinus (Latin), Tim (Jerman), atau Kuife (Afrika). Milou menjadi Snowy (Inggris), Struppi (Jerman), Boncuk (Turki), atau Bobbie (Belanda). Haddock menjadi Kolbeinn (Islandia), Hadok (Iran), Xaggok (Rusia), dan Treska (Chechnya). Tournesol berganti Calculus (Inggris), Beaker (Jepang), dan Bergel (Arab). Dupont dan Dupond menjadi Thomson dan Thompson (Inggris), Uys dan Buys (Afrika), serta Tik dan Tak di Arab.

Serial pertama Tintin adalah Tintin di Soviet (1929). Disusul Tintin di Kongo (1931) versi hitam putih, yang pada 1946 muncul versi berwarnanya. Berikutnya lahir Tintin di Amerika (1932). Lalu terbit Cerutu sang Pharaoh (1934), yang sempat berhenti dicetak setelah PD II, tapi muncul lagi tahun 1970-an. Lotus Biru terbit tahun 1936, diikuti Patung Kuping Belah (1937), Pulau Hitam (1938), Tongkat Raja Ottokar (1939), Kepiting Bercapit Emas (1941), Bintang Jatuh (1942), Rahasia Kapal Unicorn (1943) dan sekuelnya, Harta Karun Rackam Merah (1944). Selanjutnya Tujuh Bola-bola Ajaib (1948) dan Tawanan Dewa Matahari (1949).

Setelah tertunda delapan tahun akibat PD II, Negeri Emas Hitam naik cetak pada 1950, disusul Perjalanan ke Bulan (1954), Penculikan Calculus (1956), Hiu-hiu Laut Merah (1958), dan Tintin di Tibet (1960). Tiga tahun berselang muncul Zamrud Castafiore, Penerbangan 714 (1968), Tintin dan Picaros (1976). Petualangan itu berakhir dalam Tintin et L'Alph Art (1986) yang berbentuk sketsa.

Sebelum buku terakhir itu selesai, pengarang, pencipta sekaligus pelukisnya, George Remi, yang populer dengan nama Herge, keburu meninggal pada 1983. Pesan terak