|
|
Bulan Juni 2000
|
|
Senjata Api Pertama Berbentuk Meriam
Ketika peradaban manusia belum mengenal senjata
api, senjata tradisional dipakai dengan dilontarkan tangan atau alat
sederhana, misalnya busur atau ketapel. Setelah ditemukan bubuk mesiu untuk
amunisi, alat peledak, dan kembang api, senjata api pun mulai berkembang.
Dalam senjata api, bubuk mesiu yang mudah terbakar itu cepat membentuk gas
tekanan tinggi di dalam laras sehingga meningkatkan kecepatan peluru.
Dulu banyak senjata api memakai bubuk mesiu hitam, yang terdiri atas 75%
sendawa, 15% arang, dan 10% belerang. Ada juga bubuk mesiu tanpa belerang,
cuma berisi 70% sendawa dan 30% arang, yang tak sekuat bubuk hitam. Untuk
kembang api dan peledak lain, kadang sendawa diganti sodium nitrat yang
lebih murah.
Sayangnya, bubuk hitam itu mengikis laras, banyak abunya, dan sangat
berasap. Masalah tersebut diatasi dengan mengembangkan bubuk mesiu tanpa
asap. Jenisnya dibedakan dari bahan utamanya, ada yang dari nitroselulosa,
garam nitrat, atau juga bubuk koloida, yaitu nitroselulosa yang dilarutkan
dalam nitrogliserin. Tahun 1887, ahli kimia Swedia, Alfred Nobel,
menghasilkan bubuk koloida pertama. Kini, mesiu jenis ini lebih dipilih
untuk amunisi.
Masyarakat Cina mungkin yang pertama mengenal bahan peledak misalnya sendawa
dan belerang. Dari Asia, mesiu menyebar ke Barat dan akhirnya ke Eropa pada
tahun 1200-an. Di Barat komposisi mesiu didaftarkan patennya tahun 1242 oleh
Roger Bacon (1214 - 1292).
Bubuk mesiu punya kontribusi dalam perubahan sistem sosial di Eropa tahun
1300 - 1400-an. Sistem feodalisme runtuh, karena benteng batu yang
melindungi wilayah raja dan bangsawan tidak kuat menahan terjangan peluru
bola meriam.
Meriam merupakan senjata pertama yang memakai bubuk mesiu. Ada bukti,
senjata api paling awal dipakai tahun 1247 dalam pertempuran di Seville.
Catatan tertua pemakaian bubuk mesiu mengacu pada meriam dari tahun 1313,
diduga buatan warga Jerman Berthold Schwarz. Senjata yang dibuat di Ghent
(kini wilayah Belgia) itu, salah satunya dikirim ke Inggris tahun 1314 yang
kemudian disebut pots de fer atau tempayan besi.
Meriam generasi pertama bentuknya sederhana, besar dan sangat berat,
sehingga untuk mengangkutnya perlu beberapa orang. Cara menembaknya dengan
menyulutkan api kecil atau korek di lubang penyulut yang segera meluncurkan
batu atau tombak besi. Karena disulut korek, sistem itu disebut matchlock.
Kekurangannya, sulit menjaga api tetap menyala. Sistem berikut adalah wheellock
yang ditemukan tahun 1510 di Nuremberg, Jerman. Roda logam akan menimbulkan
api saat ia berputar dan menggesek sepotong pirit (FeS2).
Percikan apinya menyalakan bubuk mesiu.
Selanjutnya, flintlock atau pemakaian batu api dikembangkan di
Prancis tahun 1630 - 1640. Flintlock dipakai sebagai sistem standar
senjata militer selama lebih dari 200 tahun. Tahun 1807 Alexander Forsyth,
penemu berkebangsaan Skotlandia, memperkenalkan sistem perkusi, yang
memungkinkan pistol diisi dari bagian moncong. Sejumlah perkembangan itu
juga terjadi pada senapan. Sedangkan pistol pertama mengadaptasi sistem wheellock.
Kata "pistol" berasal dari nama kota Pistoia, Italia, tempat
pembuatan pistol di abad XV. Pistol praktis Colt Paterson dipatenkan di
Inggris tahun 1835 oleh Samuel Colt, ilmuwan penemu dari AS. Tahun 1857,
penemu dari AS lainnya, Horace Smith dan Daniel Wesson, membuat pistol revolver
dengan peluru tabur. Borchardt, pistol semiotomatis yang bisa mengisi
sendiri, lahir tahun 1895. Ia bisa diisi 8 peluru tabur. Tahun 1897 John M.
Browning, juga dari AS, mematenkan pistol otomatis yang menjadi dasar pistol
otomatis berikutnya.
Ketika teknologi elektronik maju pesat, teknologi ini pun diadopsi untuk
pistol. Baru-baru ini Mike O'Dwyer dari Australia berhasil membuat pistol
otomatis elektronik yang bisa meletuskan 3 hujan tembakan hanya dalam
1/5.000 detik! Agar tak disalahgunakan sembarang orang, dibuatlah sistem
kunci elektronik 64 digit. Untuk mengaktifkannya si pengguna harus memakai
cincin khusus yang menyimpan tranponder mini. (Dari pelbagai sumber/Sht) |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online |
|||||