|
|
Bulan November 2000
|
|
Mengatasi
Rasa Bosan Kerja
Tapi, berpindah pekerjaan bukanlah hal yang gampang. Selain itu belum tentu
di tempat yang baru kita akan bebas dari persoalan yang menyebabkan
kebosanan dan kejenuhan. Bisa jadi keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut
harimau.
Nah, meski bosan sedang melanda, Anda harus bersyukur bisa memperoleh
pekerjaan. Sebab ada 36 juta penganggur saat ini, belum termasuk gelontoran
angkatan kerja baru yang per tahunnya berkisar antara 2,5 - 3,5 juta (Kompas,
24 Februari 2000). Jadi, lawanlah kebosanan itu dengan kiat-kiat berikut.
1. Bersikap antusias
Bersikap antusias bisa dilakukan dengan cara kita bekerja "seolah-olah
menikmatinya", sehingga pada waktunya kita benar-benar menikmati
pekerjaan tersebut. Hanya saja, kadang kita tidak bisa menikmati karena
pekerjaan itu memerlukan waktu lama dan jam kerjanya ketat. Ada cara
sederhana untuk mengatasinya, semisal dengan tersenyum atau berdiri tegap
ketika merasa lelah.
Juga perlu diingat bahwa kita bukanlah robot. Hanya saja, ketika bekerja
pusatkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan yang sedang kita lakukan.
Istirahat dan liburan memang perlu, tapi jangan dipikir ketika sedang
bekerja.
2. Lakukan yang terbaik
Meski pekerjaan tidak menarik, kita harus melakukan yang terbaik. Mengapa?
Karena jika kita bekerja asal-asalan maka pekerjaan akan bertumpuk. Kalau
sudah begitu, kita semakin terbebani dan ada kemungkinan melakukan
kesalahan. Salah berarti kita harus bekerja dua kali atau lebih, sehingga
kita menjadi jengkel yang bisa-bisa bermuara ke stres.
Jadi, dengan menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu dan memberi prioritas
kepada pekerjaan yang terpenting, maka kita bisa memiliki waktu lebih.
Menurut buku The Joy of Working, pekerjaan yang diselesaikan dengan
baik akan menghasilkan kepuasan batin. Untuk memperbaiki mutu pekerjaan,
kita bisa menetapkan standar dan tujuan baru agar bisa mengungguli diri kita
sendiri.
3. Memperindah pekerjaan kita
Biasanya pekerjaan yang kita terima dari atasan disertai dengan rangka
berisi aturan dan pedoman. Jika kita melakukan pekerjaan tersebut sesuai
juklak, maka tidak ada sentuhan pribadi kita pada pekerjaan tersebut. Adanya
sentuhan pribadi akan membuat pekerjaan jauh lebih menarik. Karena bersifat
pribadi, maka tidak ada aturan baku untuk hal itu. Setiap orang memiliki
cara tersendiri dalam memperindah sesuatu. Misalnya, agar bisa menikmati
pekerjaannya, seorang pelayan senang menghapal pesanan pelanggan tetap,
sementara yang seorang mungkin bersikap lebih baik dan sopan.
4. Teruslah belajar
Menurut buku Tension Turnaround, otak meningkatkan kapasitasnya untuk
memproses informasi seraya kita bertumbuh. Untuk itu kita harus memuaskan
keinginan otak kita akan informasi baru dengan mempelajari hal-hal baru.
Dengan belajar tentang pekerjaan, kita akan sangat terbantu dalam membuat
pekerjaan menjadi lebih menarik dan memuaskan. Hal itu karena belajar bisa
meningkatkan rasa percaya diri dan kesanggupan kita serta mempengaruhi sikap
secara umum terhadap kehidupan.
Banyak hal yang bisa kita pelajari, terutama yang tidak secara langsung
berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya hubungan antarmanusia, tentang
peralatan pekerjaan kita, cara menulis memo kantor yang lebih baik, memimpin
rapat yang lebih efektif, atau cara yang lebih baik dalam berurusan dengan
atasan. Untuk mempelajari hal itu mungkin perusahaan tempat kita bekerja
memiliki anggaran khusus untuk pelatihan semacam itu. Jika tidak, mengapa
tidak memanfaatkan perpustakaan yang ada di kantor? Bisa jadi ada buku-buku
yang kita butuhkan.
Belajar juga bisa melalui pengalaman orang lain. Kita bisa mengamati rekan
sekerja mengenai kekuatan dan kelemahan yang bisa kita jadikan bahan
pelajaran. Bahkan dengan belajar dari kesalahan atau keberhasilan kita
sendiri, kemudian menganalisisnya sehingga bisa melakukan hal-hal yang tepat
di kemudian hari. Dengan melakukan hal ini, kita bisa memperoleh pelajaran
yang tidak mungkin bisa kita dapatkan di sekolah ataupun dengan membaca.
Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam memerangi rasa bosan terhadap
pekerjaan. Singkirkan pikiran negatif yang bisa membuat liburan kita
terbebani oleh pekerjaan. Jangan memikirkan kegagalan di masa lalu sembari
mencemaskan pendapat orang tentang diri kita. Berikan perhatian penuh pada
pekerjaan, menjadi asyik dengannya, dan melakukan upaya yang terbaik
sehingga kita bisa merasakan suatu kegembiraan karena telah menyelesaikan
pekerjaan kita. |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online |
|||||