globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan November 2000

Dapatkan Bonus Sisipan Cara Tepat Menangani Obesitas

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

DAR-DER-DOR, PERTANDA BUKA PUASA

Selama masa puasa 1999/2000 yang lalu bunyi mercon atau petasan dianggap sebagai gangguan. Sungguh berbeda dengan pengalaman saya saat masih duduk di kelas IV-VI SD di Semarang tahun 1957 - 1959.

Masih terekam jelas dalam ingatan, kala itu di setiap bulan puasa menjelang berbuka puasa suara dar ... der ... dor petasan sangat dinanti-nanti warga. Mercon itu bukan dibunyikan oleh anak-anak berandalan, tetapi sengaja disulut oleh petugas masjid besar Semarang.

Ukuran merconnya tidak main-main, mencapai 10 cm diameternya. Demi keamanan, mercon raksasa itu diledakkan di dalam lubang besar. "Sumur" itu digali sedalam 1 - 1,5 m dengan diameter 20 cm, persis di alun-alun sisi timur masjid itu.

Pada menit-menit menjelang waktu berbuka puasa, di sekeliling lubang peledakan berkerumun anak-anak dan orang dewasa. Mereka mulai melangkah mundur begitu bunyi beduk dan azan menggema. Saat itu pula sumbu mercon disulut dan segera menggelegar dentumannya.

Jangan ditanya betapa keras bunyi mercon tadi. Apalagi kalau berada di dekatnya. Saya yakin, para pengidap penyakit jantung akan langsung terkena serangan. Kami yang saat itu masih ABG (anak baru gede) tidak pernah melewatkan pesta ledakan mercon itu dari jarak dekat. Seolah-olah ada sensasi tersendiri ketika jantung berdegup kencang merespons ledakan mercon.

Jika bunyi beduk dan azan hanya terdengar di sekitar masjid, maka ledakan mercon raksasa tadi bisa terdengar di seluruh pelosok Semarang. Gelegarnya sampai di rumah saya, di Kemantren RS Karyadi yang berjarak 5 km.

Sayangnya, kini alun-alun Semarang sudah disulap menjadi bangunan Pasar Yaik. Sementara masjid besar terselip di antara Pasar Yaik, Pasar Johar, dan kawasan Kanjengan. Budaya menyulut petasan pertanda berbuka puasa pun sekarang tinggal kenangan. (Citra Triwamwoto)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej