|
|
Bulan November 2000
|
|
Gurami
Suka Sangit Tanah
Menurut penjaga kolam ikan kami, "Dalam memelihara ikan gurami, kalau
dolar manjatnya tinggi bener, kita beri saja pakan daun talas
(senthe), kalau pakai pakan pabrik (pelet), bisa bangkrut."
Salah seorang yang sering membantu merawat kolam adalah Rojali, yang juga
penggembala kerbau orang tuanya. Namun, jangan bayangkan ia duduk di
punggung kerbau sambil meniup seruling. Serulingnya sudah diganti gamewatch.
Rojali banyak "menularkan" ilmunya. Mulai teknik memberi makan
gurami, menetaskan telurnya, mengamati perilaku gurami yang berahi,
sekaligus acara kawin ikan. Katanya, "Gurami akan berperilaku romantis
kala bulan purnama."
Ia pun ahli menyiapkan wewangian perangsang libido gurami. Caranya, kolam
dijemur sampai retak dasarnya, sehingga kalau terkena air akan menimbulkan
bau sangit seperti hujan rintik kala kemarau. "Gurami suka bau sangit
tanah kering," ujarnya.
Ia pun tak kerepotan saat akan menangkap gurami. Cukup dengan meng-obok-obok
air kolam plus memasukkan daun pisang kering (klaras), gurami seperti
terhipnotis dan patuh saja dibopong, ditelentangkan, atau dipindah ke kolam
lain. Di tangannya, gurami berbobot 4 - 5 kg per ekor berubah jinak seperti
kucing peliharaan.
Selain gurami, Rojali pun tak keder menggembala kerbau gemuknya, meski
sering ditanduk. "Kerbau saya selalu mau berjalan di depan. Kalau saya
yang di depan, ia ngambek."
Cuma satu yang ditakuti Rojali, yakni butiran kapur barus di kamar mandi.
"Benda itu bagian perlengkapan jenazah. Saya takut jenazah,"
akunya jujur. |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online |
|||||