globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

PicoSearch

:: Reguler :: :: By product :: :: Online ::

Bulan Ini | Bulan Lalu | Buku Tamu | Mailing List | Di balik kisah | Info iklan | Email

Agustus 2001

 

Siapa yang salah?

Apakah Anda mencintai anak-anak Anda betapa pun nakalnya mereka? Pasti semua menjawab, "Ya! Saya amat mencintai mereka. Saya akan melakukan apa saja asal hidup mereka bahagia nanti." Sekilas tidak ada yang salah dari jawaban di atas. Akan tetapi bagaimana dengan kisah di bawah ini?

Suatu hari sepasang suami-istri berkonsultasi dengan psikiater. Mereka mengeluh putus asa menghadapi kenakalan anaknya yang semata wayang.

Masalahnya cukup sederhana, anak itu suka sekali main kuda-kudaan kayu milik anak tetangga sebelah. Ia tidak mau berhenti meski sudah berkali-kali di suruh. Padahal ia sendiri sudah dibelikan tiga buah kuda-kudaan kayu di rumah. Inilah yang membuat orang tuanya kesal. Betapa tidak? Setiap kali ingin naik kuda-kudaan, si anak segera pergi ke rumah sebelah dan mengganggu anak tetangga dengan merebut mainan kayu ini.

Usaha kedua orang tuanya untuk memaksanya turun malah membuat si anak berteriak menjerit-jerit. Keributan semakin menjadi-jadi lantaran si pemilik mainan tak mau mengalah.

Pertama-tama, sang ahli jiwa merundingkan bayarannya. Setelah itu ia mendekati anak itu, mengelus rambutnya dengan halus, menunduk, sambil tersenyum membisikkan sesuatu ke telinganya. Aneh bin ajaib! Segera anak nakal itu turun dari kuda-kudaan dan dengan manis mengikuti orang tuanya pulang.

Tentu saja si orang tua gembira melihat semuanya bisa diselesaikan dengan cepat. "Mantera apa yang Anda gunakan untuk membujuk anak saya?" tanya orang tua itu terheran-heran.

"Saya hanya berbisik, kalau engkau tidak turun dari kuda-kudaan kayu saat ini juga, engkau saya pukuli sampai tidak bisa lagi duduk selama satu minggu. Ketahuilah, saya dibayar untuk tugas ini maka saya bersungguh-sungguh!"

Nah, sebelum Anda menghukum seorang anak, tanyalah diri sendiri apakah bukan Anda sendiri yang menjadi sebab kesalahan. (Anthony de Mello/Djs)

cover agustus01Menyiasati Transaksi Bank Telepon

Internet dan telepon tak melulu untuk kegiatan komunikasi. Maraknya perdagangan elektronis memunculkan Internet dan telepon banking. Semuanya serba mudah. Bahkan ada yang mengklaim Anda seperti memiliki sebuah kantor cabang! Tapi, ada segala aturan yang mesti ditaati agar kemudahan itu tidak menimbulkan masalah bagi Anda. Apalagi YLKI belum menganjurkan layanan seperti ini.

 

 

Kuaci Mencegat Gangguan Prostat

Ternyata, biji labu merah tidak cuma enak dibikin kuaci. Itu camilan yang mengasyikan di kala nonton teve. Dr. W. Devrient dari Berlin, Jerman, menganjurkan pasien pembesaran prostat jinak agar mengonsumsi biji labu merah secara teratur untuk menghambat pembesaran kelenjar prostat. Malahan, biji tadi bisa memudakan kembali daya seksual pria. Walah-walah... dua pulau terlampaui dong dengan hanya mengunyah kuaci.

 

 

Sifat Unik 1001 Tokoh Pergerakan Nasional

Saat Wilopo menjabat Perdana Menteri dan Soemitri\o Djojohadikusumo menjabat Menteri Keuangan, keduanya memberlakukan kebijakan agar dalam sidang kabinet tidak disediakan makanan guna menghemat pengeluaran negara. Peserta sidang harus membeli dan membayar sendiri makanannya.

Sungguh, suatu sikap yang terpuji. Apalagi jika dilakukan pada saat-saat krisis seperti saat ini.

Simak, sifat-sifat unik dari tokoh nasional lainnya.

 

 

Juga jangan lupakan artikel-artikel lain dalam edisi ini. Seperti Air & Udara yang berupaya mengembalikan sumber "vitamin udara", Infotekno yang memberikan tips bagi petualang, Terapi yang mencoba menyembuhkan sakit perut akibat stres, Terawang dengan kupasannya soal penyembuhan holistik yang jangan dihubungkan dengan klenik atau mistik, Flona yang menceritakan kelomang yang ternyata malu kalau telanjang, Langlang yang membawa kita terdampar di Harbin kota es. Tak kalah penting adalah Perkara yang mengingatkan kita untuk tidak main-main dengan selingkuh. Rubrik Warna membuat surfing Anda berwarna pula. Tapi, jangan lama-lama menatap layar monitor. Perlu jeda sejenak di Jeda. Jangan lupa untuk selalu bercermin yang kali ini mengangkat topik Mau Menang Melulu

 

Selamat menikmati!

 


BUKU BARU!

 

Ramuan Penunjang VITALITAS SEKSUAL

 

Paparan limbah industrialisasi dan polusi gas buang kendaraan bisa mengancam kesehatan fisik, organ reproduksi, serta kegiatan seksual. Menurut penelitian, warga kota besar yang setiap harinya terkena paparan langsung dengan bahan-bahan polutan seperti merkuri, nikel, tembaga, kadmium, arsenik, dan alumunium akan rentan terhadap gangguan impotensi, atropi vagina, dan ejakulasi dini.

Untuk mengatasi berbagai gangguan tersebut, sebaiknya memang harus segera dilakukan upaya pengobatan medis. Namun, supaya bisa meringankan penderitaan sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat, tak ada salahnya bila Anda mencoba berbagai resep nenek moyang lewat ramuan tanaman obat yang ada di sekitar kita.

Buku ini menawarkan beberapa ramuan tanaman obat untuk:

  • Menangkal kesulitan mencapai orgasme

  • Mengusir keputihan

  • Menjaga kesehatan vagina agar tidak terlalu kering/basah

  • Melawan frigiditas]

  • Mengatasi ejakulasi dini

  • Meningkatkan gairah seksual

  • Membantu mengatasi disfungsi ereksi/lemah syahwat

  • Menghilangkan bau badan/mulut

Juga disajikan berbagai ramuan untuk mengatasi berbagai penyakit yang menjadi penyebab impotensi, semisal:

  • diabetes melitus

  • kolesterol tinggi

  • hipertensi

  • anemia

  • melancarkan aliran darah

Harga: Rp 12.500,-

Dapat diperoleh di agen dan toko buku terdekat, atau hubungi Sirkulasi Majalah-Gedung Perintis, Jl. Kebahagiaan 4-14, Jakarta 11140 Telp. 021-63861234, Fax. 021-63851111 atau Layanan Jual 24 jam: Jabotabek (021-6359007), Bandung (022-7218477), Semarang (024-3574745), Yogyakarta (0274-619854), dan Surabaya (031-5505007), Telemedia: 021-5483008 ext. 2221-23

Active Channel
© Intisari Online
www.majalahintisari.com


Counter by Pandawa

sing tak go gawe hompej