|
|
Bulan
Agustus 2001
|
|
KORBAN PERJANJIAN SELINGKUH Sabtu malam, 7 Juli 1979, bulan purnama terang menyinari Swansea, kota pelabuhan di Inggris bagian barat. Kota berpenghuni 175.000 orang itu tampak tenang.
"Aduh, kau sajalah yang buka. Tanggung, nih!" seru Toby yang sedang menghitung tumpukan lembaran uang kertas. "Siapa, ya, datang malam-malam. Jangan-jangan istri si Paul tukang susu hendak melahirkan," sahut Liz sambil memutar pegangan pintu. Astaga! Berdiri di hadapannya seorang wanita menangis histeris. Yang lebih menyedihkan, tubuhnya yang berlumuran darah dan debu ... tak berbalut kain sedikit pun. Sambil berteriak kaget hampir saja Liz menutup kembali pintu rumahnya. Untung Toby, yang tanpa disadari sudah ada di belakang Liz sambil menggenggam senapan berburu, menahan pintu. "Cepat ajak masuk, biar aku telepon polisi," teriak Toby. Liz menuntun wanita berwajah pucat yang berjalan dengan limbung. Sementara Liz membungkus tubuh wanita itu dengan selimut dan mencoba menenangkannya, Toby segera menelepon ambulans dan polisi Swansea. Bukan suami-istri Ambulans nyaris datang bersamaan dengan mobil polisi. Sersan Justin bertindak cepat dengan meminta ambulans segera membawa wanita itu ke rumah sakit. "Saya takut ia keburu pingsan. Saya Sersan Justin. Apa Anda sempat ngobrol dengan wanita itu?" Sersan berwajah bulat dan berambut pirang, dengan kacamata berbingkai tanduk, membuka percakapan. "Meski tidak banyak, semoga cukup berharga. Ia kabur dari Lover's Lane, saya juga sempat mencatat nomor telepon rumahnya," ucap Liz. "Sudah saya duga. Tempat umum paling dekat dari sini memang Lover's Lane. Melihat kondisinya, saya curiga ia dianiaya pasangannya," Justin menduga-duga. Lover's Lane, sesuai namanya, adalah tempat yang sering dipakai orang muda untuk berkencan. Setelah bertanya ini-itu yang dianggap bisa memudahkan pemeriksaan, Justin segera memacu mobil dinas tuanya meluncur menuju TKP. Sambil menghubungi seniornya melalui radio komunikasi, ia berharap bisa mendapatkan informasi penting di sana. Lover's Lane tampak senyap. Yang terparkir hanya sebuah Austin 1300 merah. Tapi, ada yang tidak beres, kaca depan Austin itu pecah berantakan.
Belum sempat Justin memeriksa lebih jauh, Inspektur Detektif Gary datang. Petugas investigasi senior bertubuh lebar dengan rambut ikal kecoklatan itu segera mengambil alih operasi. Setelah mengontak dokter dan petugas dari Bagian Investigasi Kriminal, mereka mengamati lebih teliti situasi TKP. "Melihat luka koyak di kepala mayat, mungkin diakibatkan oleh peluru atau tusukan benda keras lain," ujar Gary. "Mungkin lelaki ini ada hubungannya dengan wanita tadi?" "Bisa saja, kaulihat itu?" ujar Gary sambil menunjuk tumpukan pakaian pria dan wanita di lantai belakang mobil. Dari dalam jaket di antara tumpukan baju itu ditemukan dompet berisi SIM dan beberapa surat lainnya. Barang bukti itu setidaknya membantu menunjukkan identitas korban yang ternyata bernama Stanley (29). Tak lama kemudian datang dokter dan sejumlah ahli forensik. Dengan sigap mereka memotret mobil dari berbagai sudut, termasuk mayat korban. Hati-hati mereka mengeluarkan mayat untuk kemudian membawanya dalam kantung plastik khusus menuju rumah sakit. "Korban tewas dua jam silam akibat tembakan peluru dari senapan kaliber berat yang menembus dari bagian belakang kepala," ujar Ivan, dokter muda bermata biru berambut hitam yang berpembawaan menyenangkan itu. "Mengapa ia dalam keadaaan telanjang?" "Yah, sedang begituan. Saya duga, ia dan pasangannya tengah berhubungan saat terkena tembakan," ujar Ivan. Di malam yang makin larut, Gary dan Justin meluncur ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan sementara diperoleh informasi, wanita bernama Julia (29) itu mengalami luka tembak di pundak, selain sejumlah luka akibat tusukan duri semak-semak. "Aku yakin, luka pada mayat akibat alat yang sama," ujar Justin geram. "Informasi terbaru dari anggota kita, wanita itu telah bersuami. Tapi korban yang ditemukan di mobil tadi bukan suaminya," tambah Gary. "Ini dia! Mereka berselingkuh melakukan hubungan gelap. Pasti suaminyalah pelakunya," sahut Justin. "Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan. Lebih baik, cepat kau jemput suaminya, sebelum ia kabur," tutur Gary sabar. Pasangan harmonis Peristiwa aneh dialami Justin saat menjemput Oswald (35), suami Julia, di rumah Oswald, pondok sederhana yang rapi, di daerah Llanelli. Oswald sama sekali tidak berusaha untuk kabur, malah ia buru-buru akan ke rumah sakit begitu dikabari keadaan Julia. "Jangan khawatir, istrimu aman di rumah sakit. Yang penting, sekarang Anda ikut saya ke markas untuk menjalani pemeriksaan," sahut Justin yang menambahkan bahwa Oswald dikenai tuduhan melakukan usaha pembunuhan. "Apa maksudnya? Apa yang saya lakukan?" sahut Oswald kaget. Namun, menyadari situasinya yang tidak menguntungkan, ia tidak menolak saat borgol dipasang di kedua pergelangan tangannya. "Tapi, izinkan saya menelepon ibu saya agar menjaga anak-anak sementara saya dan Julia tidak di rumah," Oswald memohon dengan lesu. Sementara Oswald menelepon, Justin sempat melongok tiga anak yang masing-masing berusia 9, 7, dan 5 yang tengah tidur lelap. "Kasihan, mereka tak tahu peristiwa penting menimpa ayah-ibunya," tutur Justin pelahan. Begitu ibunya datang, Oswald segera dibawa ke markas polisi dengan tuduhan resmi melakukan penembakan. Namun, di tempat pemeriksaan Oswald mengatakan hal yang sama. "Saya tidak melakukannya. Saya tidak mungkin melakukannya, saya amat mencintai istri saya," jawab tegas Oswald. "Jangan berpura-pura. Justru karena Anda amat mencintainya, maka Anda melakukannya," ujar sang Inspektur. Seluruh dunia pasti setuju, Oswald punya motif paling kuat. Ia berusaha menghabisi keduanya, dengan latar belakang cemburu. "Tidak mungkin saya melakukannya. Sejak sore hingga saat menerima telepon dari rumah sakit, saya tidak sedikit pun melangkah keluar rumah," ujar Oswald sambil menantang agar polisi menanyakan pada tetangganya. "Bisa saja Anda bersekongkol dengan tetangga Anda," jawab Gary. "Satu hal, selain tidak punya senjata api, saya juga tidak tidak tahu cara menggunakannya," kilah Oswald. Pemeriksaan itu memang tidak memberikan hasil memuaskan. Tidak cukup bukti bahwa Oswald pelakunya. Soal senjata api, tampaknya Inspektur Gary terpaksa membenarkan pernyataannya. Di Inggris seseorang tidak dapat dengan mudah memiliki senjata api. Selain itu, tidak ada bukti ia punya senjata api secara gelap. Data di kepolisian menunjukkan, selama beberapa bulan terakhir tidak terjadi perpindahan tangan kepemilikan senjata api kaliber berat. Selain itu, tetangga sekitar rumah tersangka mengatakan, melihat Oswald duduk di ruang tamu rumahnya pada jam-jam peristiwa itu terjadi. Meski alibinya cukup kuat, Oswald tidak demikian saja dibebaskan karena tidak ada orang lain yang punya motif lebih kuat daripada dirinya. Tak hanya mencari kebenaran pengakuan Oswald, Gary dan Justin menanyai sejumlah tetangga mengenai pasangan itu. Oswald dan Julia menikah pada 5 Mei 1970. Meski mereka tergolong sederhana, karena Oswald hanya pekerja di pelabuhan, mereka tampak bahagia selama ini. Setidaknya, sampai kemudian datang Stanley. Gary menduga, Julia terpikat pada Stanley bukan hanya karena Stanley tampan dan intelek, tapi juga punya profesi lebih tinggi. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan, Julia telah menjalin hubungan dengan Stanley setidaknya selama setahun. Beberapa saksi sering melihat Austin berisi dua orang yang sama parkir di tempat yang sama pada hari yang sama, Jumat malam. Beberapa tetangga mengatakan hal serupa, akhir-akhir ini tiap Jumat malam Julia selalu keluar rumah. Sebelum itu Julia jarang meninggalkan rumah. "Aneh, biasanya Stanley dan Julia pergi Jumat malam, tapi mengapa peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam? Ini pasti bukan kebetulan," gumam Inspektur Gary. "Bisa jadi pula Oswald sudah merencanakan jauh hari sebelumnya, lalu ia menyewa pembunuh bayaran," ujar Justin curiga. "Kendalikan emosimu, Justin. Untung, salah satu korban selamat. Jadi, kita bisa menemuinya bila kondisi fisik dan mentalnya sudah siap," ucap Gary yang yakin rahasia ini akan tersingkap. Gara-gara impoten Setelah Julia dinyatakan pulih secara fisik dan mental oleh dokter, Inspektur datang sendiri ke rumah sakit. Untunglah Julia bisa menggambarkan dengan rinci sosok pelaku penembakan. Demikian pula informasi tentang jumlah pelaku yang sebanyak dua orang. "Baik, Julia. Kira-kira apa alasan mereka menembakmu?" pelahan Gary bertanya. "Oswald. Oswald pelakunya," teriak Julia dengan tubuh gemetar dan terisak-isak. "Hanya Oswald yang tahu di mana dan sedang apa saya saat itu." Ucapan ini benar-benar membingungkan, mana ada korban yang memberi tahu pembunuhnya di mana korban bisa ditemui. "Tenang, Julia. Ceritakan semuanya satu per satu. Kami akan membantumu," Gary mencoba menenangkan. "Semula perkawinan kami hangat dengan cinta," kata Julia dengan suara sengau. Ia menikah pada usia 20 tahun. Selama sembilan tahun perkawinan, tiga anak hadir meramaikan rumah tangga mereka. "Kami berdua amat saling membutuhkan. Tak terbayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa Oswald. Kami merasa seperti dua jiwa dalam satu tubuh," aku Julia sambil memandang ke luar jendela. Inspektur mengerutkan kening, "Lalu mengapa kamu berselingkuh?" "Saya tidak berselingkuh. Oswald yang merancang semua yang kami lakukan!" kembali Julia histeris. "Tenang, Julia. Apa yang kaumaksud?" "Beberapa tahun pertama perkawinan kami bahagia. Meski tidak kaya, Oswald bisa memenuhi kebutuhan sederhana kami dengan sering kerja lembur," tutur Julia yang tiba-tiba tersenyum membayangkan tiga anak mereka tumbuh sehat. Bahkan dari tahun ke tahun, ikatan antaranggota keluarga itu menjadi makin kuat. Namun, 4 Januari 1977, terjadi musibah. Di pelabuhan terjadi kecelakaan. Kabel crane yang mengangkat beban muatan berisi alat-alat berat putus. Celakanya, Oswald berdiri di bawah beban itu. Tak dapat dihindari, beban berat itu pun jatuh menimpanya. Oswald segera dilarikan ke rumah sakit dalam ketidakpastian, entah hidup atau mati. Untung, ia selamat, namun tulang punggungnya patah. Selama enam bulan ia harus berbaring dengan mengenakan gips. Yang menyedihkan, dokter menduga, Oswald takkan bisa berjalan lagi. Siapa sangka, saat ke luar dari rumah sakit, ia sudah bisa berjalan. Bahkan perlahan-lahan ia mulai bekerja kembali. Dokter yang merawatnya menyebut hal itu sebagai mukjizat. "Namun satu hal, ada saraf tubuhnya yang rusak. Dalam banyak hal, Oswald pulih, tapi ia ... impoten," sahut Julia pelan. Herannya, kondisi itu lebih mendatangkan masalah bagi Oswald, ketimbang Julia. "Berulang kali saya katakan, memiliki anak-anak yang sehat dan suami yang baik adalah hal terlebih penting bagi saya. Bukan hanya hubungan seks yang mendatangkan kebahagiaan," aku Julia. Namun, Oswald tak percaya. Merasa sebagai pria yang tak sempurna, ia takut lambat-laun istrinya akan berselingkuh, lalu meninggalkannya. Sampai kemudian, Oswald menemukan jalan keluar yang aneh. Mencari kekasih Oswald memutuskan, Julia harus punya pacar yang bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. "Gila!" desis Inspektur. "Memang. Semula saya menolak ide ngawur itu. Saya bukan jenis perempuan yang bisa dengan mudah mengajak tidur sembarang laki-laki," tutur Julia sambil menggelengkan kepala. Namun, rencana itu tetap diteruskan. Diam-diam Oswald mencari laki-laki yang cocok untuk istrinya, dan tentu aman bagi dirinya. Banyak kandidat tak memenuhi syarat penilaian yang tentu saja dilakukan secara diam-diam. Sampai tiga bulan kemudian, anak sulungnya mengundang makan malam guru sejarah barunya, yakni Stanley. Sebagai orang baru di kota kecil itu, tentu Stanley belum punya banyak teman. "Meski baru berkenalan, Oswald melihat Stanley cocok untuk dilibatkan dalam rencananya," Julia mengingat-ingat. Umur Stanley sebaya Julia, pendidikannya sarjana, selain itu ia pendatang baru sehingga tidak akan menimbulkan gosip murahan. Stanley seorang kutu buku, sangat rapi, pemalu, namun intelek. Pendeknya, Stanley bukan jenis selera Julia, meski Oswald mengakui Stanley lebih tampan dari Oswald. "Oswald yakin, Stanley bisa memenuhi kebutuhan biologis saya. Dengan berat hati saya terpaksa menyetujui rencananya," aku Julia sambil menghela napas. Untuk menjajaki kemungkinan itu, beberapa kali mereka mengundang Stanley datang. Tanpa sadar, Stanley mulai menjadi sahabat Oswald dan Julia. Sebagai seorang sahabat, ia terkadang mengantar Julia berbelanja. Sampai suatu kali, sepulang berbelanja Julia sengaja mengajaknya berjalan-jalan ke luar jalur dari biasanya. Mereka menyusuri jalan desa yang sepi. Dengan alasan ingin menikmati suasana tenang, Julia meminta dia memberhentikan mobil ke tepi. Lalu, terjadilah ujian untuk melihat apakah Stanley memenuhi syarat sebagai "kekasih" Julia. Hasilnya, tentu sudah bisa diduga. "Saya berhasil membujuk Stanley untuk memenuhi keinginan Oswald. Yah, kalau Stanley sampai menolak, saya takut justru akan terjebak dengan pria lain yang kurang tepat," ujar Julia sambil mengatakan bahwa Stanley pria yang amat baik. "Lalu?" desak Gary tak sabar. "Sebelumnya, Oswald sudah merancang surat perjanjian sederhana. Masing-masing dari kami bertiga punya kewajiban," desah Julia. Julia, disebut sebagai pihak pertama, setuju untuk berhubungan dengan Stanley sebagai pihak kedua sekali seminggu pada Jumat malam. Julia berjanji tetap setia dengan Oswald, selain itu ia tidak akan meninggalkan keluarganya atau membiarkan dirinya terlibat secara emosional dengan pihak kedua atau pria mana pun. Serupa tapi tak sama berlaku pada Stanley sebagi pihak kedua. Selain berhubungan sekali seminggu pada Jumat malam, ia tidak diizinkan berhubungan dengan Julia di luar waktu tersebut, kecuali atas izin suami Julia. Ia pun tidak boleh membujuk pihak pertama untuk meninggalkan suami dan keluarganya. Sementara Oswald, tentu saja harus mengizinkan Julia melaksanakan semua yang termuat dalam kontrak. Kecuali itu, disepakati tempat mereka melakukan hubungan hanya di dalam mobil Pak Guru di tempat yang tersembunyi dan aman. "Surat itu saya simpan dalam kotak kaleng di kamar tidur. Di kaleng itu juga tersimpan semua surat-surat penting keluarga kami." "Tapi mengapa peristiwa itu terjadi Sabtu malam?" "Karena hari Jumat lalu ada undangan dari keluarga besar kami," kata Julia sambil menangisi suaminya yang tak disangka tega melakukan tindakan keji itu. Inspektur Gary segera menelepon Sersan Justin, memintanya untuk mencari surat kontrak di rumah Oswald untuk pemeriksaan ulang. Di markas Gary menunjukkan barang bukti yang membuat Oswald sulit berkelit dari tuduhan Julia. Surat perjanjian ditemukan di kotak kaleng itu berisi tulisan yang sama seperti dikatakan Julia. Artinya, Oswald harus mengakui, hanya dirinya yang tahu tempat istrinya berkencan. Tapi, Oswald tetap menolak tuduhan sebagai pelaku pembunuhan. "Saya yakin, tidak ada ikatan emosional antara Julia dengan Stanley. Saya pun tak pernah berpikir Julia akan meninggalkan saya. Lalu untuk apa saya melakukannya?" Oswald mempertahankan diri. "Maaf, Oswald. Ucapan Anda saja tidak cukup meyakinkan, karena ada alasan kuat yang membuat Anda terlibat dalam kejahatan itu," ucap Gary. Oswald resmi didakwa terlibat atas pembunuhan yang direncanakan, dalam hal ini sebagai dalang kasus penembakan itu. Maka, Oswald pun ditahan untuk persiapan pengadilan. Kakak-beradik penjahat Beberapa bulan berlalu, Oswald masih meringkuk di dalam tahanan. Pada saat bersamaan, 23 Desember 1979, seorang pria cebol dengan dagu tak bercukur dan berkacamata satu datang melapor ke sersan detektif di Glasgow, yang terletak jauh dari Swansea. Pria yang ternyata informan polisi itu mengaku punya informasi penting. Karena selama ini laporannya selalu benar dan akurat, informasinya kali ini pun pantas diperhatikan. Katanya, ada dua orang laki-laki di Glasgow mengaku telah membunuh seorang pria dan melukai seorang perempuan di daerah barat Inggris di awal tahun itu. "Nama mereka Edward Hodkins alias Eddie dan Alfred Hodkins atau si Codet karena ada bekas luka yang melintang di pipi kanannya," ujar pria cebol itu sambil menyebutkan tempat persembunyian kakak-beradik yang tercatat di arsip polisi sebagai penjahat profesional berdarah dingin dengan spesialisasi perampokan bersenjata. Dengan cepat Eddie (34) dan Si Codet (26) mereka tangkap dengan tuduhan menyimpan pistol otomatis kaliber 45. Meskipun mereka berdua tidak mengaku berbuat apa-apa, Departemen Balistik tetap melakukan uji balistik terhadap senjata mereka. Hasil pengujian itu lalu disebarluaskan ke seluruh wilayah Inggris, khususnya bagian barat. Bersamaan dengan itu dikirim informasi ke seluruh unit polisi, yang mengutip pernyataan informan bahwa senjata itu telah digunakan dalam pembunuhan untuk melukai seorang pria dan wanita di bagian barat negara ini. Swansea memang terletak di Inggris sebelah barat, dan sang Inspektur segera menghubungkan informasi itu dengan kasusnya, membandingkan hasil uji balistik di Glasgow dengan peluru yang diambil dari tubuh para korban di Lover's Lane. Hasilnya, positif. Diduga keras, Hodkins bersaudara yang menembak Stanley dan Julia. "Akhirnya, kita menemukan si pembunuh bayaran," ujar Justin puas. Tapi dugaan mereka salah besar! Saat dibawa ke Swansea dan dihubungkan dengan hasil uji balistik, kakak-beradik Hodkins memang mengaku melakukan tembakan. Tapi, "Boro-boro tahu identitas korban, dengan pekerja pelabuhan itu pun kami tak kenal," aku Eddie. "Jangan main-main!" gertak Justin. "Itu hanya kesalahan sederhana," sambung si Codet gentar. Saat itu setelah merampok, mereka butuh kendaraan untuk segera kabur. Mereka ingat dengan Lover's Lane. Di tempat itu banyak mobil ditinggal begitu saja, sementara pemiliknya berkencan di dalam hutan. "Saya tak menyangka ada orang di dalam Austin merah itu," ujar Eddie. Naluri penjahat mereka langsung terbit, dan begitu saja mereka melepaskan tembakan. "Tapi, kami menyesal telah menembak mereka. Sungguh, kami tidak sengaja melakukannya," aku Si Codet gugup. Mungkin benar demikian, tapi pengakuan itu tidak mengubah keputusan juri. Pada 5 Juni 1981 juri memutuskan, Hodkins bersaudara pantas mendapat ganjaran hukuman penjara masing-masing 20 tahun. Sang pekerja pelabuhan itu pun dibebaskan. Keluarga sederhana itu kembali hidup bahagia. Hanya saja tidak dikisahkan apakah Oswald sudah kapok mencarikan pacar untuk Julia atau tidak. (John Dunning/nonfiksi/Sht) |
|||||
|
Advis
Medis - Bahasa Kita - Cermin
- Halaman Hijau - Kelirumologi -
Usut Asal |