|
|
Bulan Agustus 2001 |
|
CANTIK DAN TAMPAN LEWAT PERAWATAN ALAMI Cantik instan, yakni dengan polesan kosmetik saja, bukan lagi zamannya. Banyak orang di abad milenium lebih percaya, sehat itu cantik, dan cantik itu sehat. Dibolak-balik seperti apa pun, kuncinya adalah cantik dan sehat luar dalam. Seiring dengan
berjalannya waktu, semakin meningkat usia seseorang, akan turun kemampuan
alamiah kulitnya. Terjadilah proses penuaan, yang umumnya terjadi di awal
usia 30-an, dengan munculnya kerut-merut halus di sudut mata dan bibir.
Genetik, ras, hormon, dan lingkungan merupakan
faktor-faktor yang mempengaruhi penuaan kulit. Secara genetik orang berkulit
kering cenderung lebih cepat keriput ketimbang yang berminyak atau normal.
Demikian pula orang berkulit hitam cenderung lebih terlindung dari gangguan
terbakat sinar matahari atau ultraviolet yang bisa mempercepat penuaan kulit
ketimbang orang berkulit putih.
Faktor lain yang turut "merusak" kulit
adalah rendahnya kelembapan udara, ruang ber-AC, paparan angin, polusi
udara, air, serta limbah beracun.
Tak terkecuali, hal-hal yang berkaitan dengan
pembentukan radikal bebas atau elektron sisa pembakaran yang tidak
berpasangan. Karena tidak berpasangan, radikal bebas akan menjadi reaktif
lalu menarik molekul lain sehingga cenderung merusak.
Mandi itu penting
Untuk perawatan tubuh, mandi memegang peran
penting. Siapa sangka mandi menyimpan banyak khasiat. Agar memberi khasiat,
mandi harus dilakukan dengan benar. Bila dilakukan secara teratur, akan
membantu melancarkan sirkulasi darah, tubuh pun menjadi segar bugar dan
bercahaya.
Menurut seorang pakar perawatan tubuh, mandi
dengan air hangat atau dengan air dingin akan memberikan akibat berbeda,
kadang malah bertentangan. Bila air hangat akan membuat rileks, maka air
dingin justru membangkitkan semangat. Artinya, di pagi hari, sebelum memulai
kegiatan sepanjang hari, lebih dianjurkan untuk mandi dengan air dingin.
Sedangkan mandi air hangat lebih tepat dilakukan untuk mandi sore atau malam
hari menjelang istirahat.
Secara umum sabun digunakan untuk membersihkan
kotoran di tubuh. Namun, saat menyabun jangan cuma asal gosok. Berikan
sedikit pijatan halus di tubuh. Sekali-sekali perlu dilakukan pengelupasan
untuk membuang kulit tua dan mati. Proses pembaruan kulit yang biasanya
berlangsung setiap 28 hari dapat terhambat karena stres, perubahan hormon,
perubahan suhu, pergantian musim, dan penuaan. Jika regenerasi berjalan
lambat, kekeringan pada kulit meningkat. Kulit pun menjadi kusam, terutama
di bagian siku, lutut, dan tumit.
Pengelupasan akan membuat kulit menjadi halus dan
segar. Cara sederhana yang selama ini sudah dipakai secara turun-temurun
antara lain dengan menggosokkan tumbukan biji-bijian (beras, biji gandum),
buah oyong kering. Anda pun bisa mencoba membuat sendiri mangir yang
mengandung bahan temu giring, kunyit, bubuk krangean, kayu cendana, atal,
dan beras (Sehat dan Ayu, Intisari, 2000). Batu apung hanya
digunakan untuk menggosok tumit.
Pernah mendengar istilah mandi lengkap? Di
Indonesia mandi lengkap umumnya meliputi rangkaian pemijatan, pengelupasan
kulit, pembersihan, penguapan, dan mewangikan tubuh.
Pemijatan bertujuan melemaskan tubuh dan
melancarkan peredaran darah. Agar tidak melukai kulit, sebelumnya seluruh
tubuh dibaluri minyak, biasanya minyak zaitun. Selanjutnya, pengelupasan
yang diteruskan dengan mandi lulur, meluluri tubuh dengan ramuan penyehat
kulit.
Selain mandi lulur, ada pula mandi susu yang
berguna untuk membersihkan tubuh dan membuat kulit menjadi halus lembut.
Mandi susu biasanya menggunakan susu hewan seperti sapi atau kambing. Jenis
lain adalah mandi lumpur yang menggunakan rempah-rempah yang dihaluskan
sehingga berwarna hitam. Ada juga spa atau salon yang menawarkan mandi
lumpur sungguhan (vulkanik) yang sudah diolah dan diuji efek kesehatannya.
Pemanasan dengan sauna selama 5 - 10 menit dapat
melebarkan saluran peredaran dan melancarkan keluarnya keringat. Kendati
sebagian besar keringat berupa air, sekitar 10 - 30%-nya merupakan racun
kimia yang terbentuk karena stres, polusi, atau diet yang keliru.
Selanjutnya, mengharumkan tubuh dengan berendam di air yang diberi pewangi
atau rempah-rempah.
Karena prosesnya cukup panjang, mandi lengkap
biasanya dilakukan di salon atau layanan spa sekaligus sambil berelaksasi.
Sebenarnya, kalau mau telaten, mandi lengkap pun bisa dilakukan di rumah.
Saat ini di pasaran sudah banyak dijual bahan-bahan alamiah yang siap pakai.
Wajah cling sedap dipandang
Sementara itu, untuk perawatan wajah, sebaiknya
digunakan sabun khusus wajah dengan pH balance. Bukan dengan sabun
untuk tubuh karena membuat kulit wajah bisa kering.
Meski sabun relatif praktis, ada yang lebih suka
membersihkan wajah dengan krim. Bila banyak menghabiskan waktu di ruang
ber-AC, sebaiknya digunakan krim pembersih yang lebih kental, sedangkan
pembersih yang lebih encer dan tidak mengandung minyak tepat digunakan saat
cuaca panas.
Krim pembersih pun bisa digunakan untuk
membersihkan komedo. Komedo muncul karena sel kulit mati menutupi pori-pori
dan menghitam karena udara. Caranya, oleskan pembersih di wajah, lalu uapkan
wajah di atas baskom berisi air panas. Kemudian hapus pembersih dengan kapas
perlahan-lahan, untuk membuang komedo. Komedo hitam biasanya lenyap seiring
bertambahnya usia, karena di usia tua pori-pori akan bertambah besar. Maka,
kulit mati tak lagi bisa menutupi pori-pori.
Sama halnya dengan pengelupasan kulit badan,
kulit mati wajah perlu dikelupas. Khusus untuk kulit wajah, gunakan bahan
lebih halus, lalu gosokkan di wajah dengan pelan dan halus.
Untuk mendapat hasil maksimal, setelahnya bisa
digunakan masker. Selain mengencangkan, masker juga memberi nutrisi pada
kulit dari luar.
Saat ini tersedia berbagai jenis masker. Pilih
masker yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit. Selain itu ada masker
yang "mengangkat"-nya dengan dihapus menggunakan air hangat, ada
juga yang cuma dikelupas (peel off. Beberapa bahan alami bisa dipakai
sebagai masker, putih telur misalnya.
Lain lagi kalau kulit wajah sudah menampilkan
kerutan dalam. Masalah demikian dapat diatasi dengan sinar laser. Laser akan
mengangkat lapisan kulit mati atau kulit paling atas yang rusak hingga
kedalaman tertentu, agar tumbuh sel-sel kulit baru yang lebih segar. Karena
sinar ini bekerja lebih dalam pada kulit dan lebih mudah dikontrol, maka
keriput dan "parut" pada wajah dapat dihilangkan dengan hasil
memuaskan. Yang pasti, cari dokter spesialis kulit yang berkualitas untuk
melakukan tindakan itu.
Lembapkan kulit
Setelah mandi dan membersihkan, jangan lupa
melembapkan kembali kulit Anda. Karakter utama suatu pelembap ditentukan
oleh kadar minyaknya. Krim kental baik untuk kulit kering, sedangkan yang
lebih encer dan lotion cocok untuk kulit berminyak karena kandungan
airnya lebih banyak. Minyak gandum, minyak zaitun, dan minyak bunga matahari
cocok untuk kulit kering. Sedangkan alpukat, almond, aprikot, pir,
dan jojoba tepat untuk kulit berminyak.
Kulit kering dapat disebabkan oleh perubahan suhu
udara secara tiba-tiba. Misalnya, Anda berada di ruangan ber-AC, lalu keluar
ruangan yang udaranya panas.
Dalam ruangan berpenyejuk sebaiknya menggunakan
pelembap (moisturizer) lebih banyak agar kulit tidak mengering.
Gunakan krim untuk tangan yang mengandung vitamin E dan gliserin agar kulit
tidak pecah-pecah.
Kerusakan kulit akibat sinar matahari pun dapat
dicegah. Antara lain dengan menghindari paparan langsung sinar matahari
antara pukul 09.00 - 15.00. Kalaupun terpaksa harus berada di ruang terbuka,
jangan lupa gunakan pelindung, misal topi lebar atau payung. Pelindung lain
adalah tabir surya yang sedikitnya mengandung SPF 15.
Penggunaan setiap hari krim mengandung tabir
surya pun efektif mencegah penuaan dini. Mungkin benar juga, bukankah krim
itu menghambat kulit menjadi cepat kering dan berkerut?
Bagaimanapun, berhati-hatilah dalam memilih krim
antipenuaan, karena krim yang biasanya mengandung semacam vitamin A itu
dapat menyebabkan kulit mengering dan teriritasi. Bila hendak mengurangi
parut-parut pada wajah, yang terbaik tetap saja menggunakan obat resep
dokter, yang biasanya untuk mengobati kulit rusak karena terpaan sinar
matahari atau jerawat.
Lain lagi dengan kulit di sekitar mata yang amat
lembut. Pakailah krim mata antikeriput khusus yang lebih efektif ketimbang
pelembap biasa. Pilih krim yang mudah diserap kulit dan mengandung vitamin E
agar kulit tetap lembut. Pencegahan lain, gunakan kacamata pelindung saat
bepergiaan agar dahi tidak senantiasa berkerut menahan silau.
Asupan makanan
Sebagian orang yakin, makanan tertentu dapat
merusak kulit. Pada kenyataannya, makanan tidak langsung membuat kulit jadi
berminyak atau berbercak. Penyebabnya lebih pada pola makan yang tidak
benar. Misalnya, mengkonsumsi makanan berkarbohidrat dan berkalori tinggi,
atau yang banyak mengandung zat pengawet, pewarna, dan penyedap rasa.
Meski terasa klasik, kuncinya tetap mengonsumsi
makanan secara seimbang. Jangan sampai kekurangan vitamin atau mineral
tertentu, yang bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Makanan kesehatan
tambahan yang banyak ditawarkan akhir-akhir ini dapat saja digunakan, namun
hanya bila perlu.
Misalnya, vitamin C atau asam askorbat. Vitamin
ini menjalankan tidak kurang dari 300 fungsi dalam sistem metabolisme. Di
antaranya, pembentukan kolagen. Dalam jaringan kulit, kolagen berfungsi
sebagai bantalan antarsel. Kalau asupan vitamin C kurang, pembentukan
kolagen akan terhambat.
Padahal, menurut penelitian, sedikitnya 1%
kolagen hilang setiap tahun. Karenanya, pada usia 30 tahun manusia
kehilangan kolagen sekitar 15 - 20%. Pada usia 50 tahun yang hilang mencapai
35 - 40%.
Itu sebabnya, saat kolagen semakin menipis, kulit
berangsur kendur, berkerut, dan penuh guratan. Ibarat bantal kurang kapuk,
sarungnya tampak peot dan kusut.
Tak hanya makanan, mengonsumsi minuman tertentu,
kopi, teh, atau alkohol yang terlalu banyak pun akan merusak kulit. Jenis
minuman itu dapat mempertinggi keasaman tubuh serta dehidrasi yang kurang
menguntungkan bagi kesehatan. Maka setiap hari sebaiknya minum air putih
atau jus buah, yang berguna untuk mengeluarkan zat sisa dari tubuh dan
membuat sel kulit tetap sehat.
Banyak orang baru minum bila haus. Padahal haus
bukan satu-satunya tanda tubuh perlu air. Sebaiknya, tetap minum sebelum
haus minimal 8 - 10 gelas (2 - 2,5 l) air putih sehari. Kuah sayur atau jus
jangan dimasukkan sebagai konsumsi minuman. Jumlah itu perlu ditambah jika
seseorang banyak melakukan olahraga atau berada di daerah beriklim panas.
Bila terus-menerus kurang mengonsumsi air putih,
kulit menjadi pucat, layu, dan tidak segar. Cara termudah adalah meneguk
segelas air putih begitu bangun pagi, lanjutkan secara teratur sepanjang
hari dan segelas lagi sebelum tidur.
Tetap langsing
Langsing pun sering dikonotasikan sebagai cantik.
Selama ini banyak cara dilakukan orang untuk langsing. Berdiet atau minum
obat pelangsing di antaranya. Tapi jika tidak hati-hati, efek sampingannya
justru bisa membahayakan. Diet terus-menerus bisa membuat seseorang
kekurangan nutrisi tertentu yang dibutuhkan tubuh. Akibatnya, kesehatan
malah terganggu.
Minum obat pelangsing pun tidak bisa sembarangan.
Selain ketagihan, ada obat pelangsing yang mengandung bahan diuretika.
Memang benar, berkat minum obat itu, bobot tubuh berkurang karena air dalam
tubuhnya terkuras keluar. Tapi, akibatnya, yang bersangkutan lemas karena
dehidrasi.
Olahraga teratur, mengikuti pola makan sehat dan
seimbang, serta banyak minum air putih adalah solusi terbaik untuk menjaga
tubuh tetap langsing, bugar, dan sehat.
Sebenarnya, tidak sulit untuk menjaga kemudaan
kulit. Terapkan pola makan alami seimbang, merawat tubuh, cukup istirahat,
jauhkan stres, dan olahraga teratur. (Dari pelbagai sumber/Sht)
Artikel Warna lainnya: |
|||||
|
Advis Medis - Bahasa Kita - Cermin - Halaman Hijau - Kelirumologi - Usut Asal Air & Udara - Flona -
Infotekno - Langlang - Perkara -
Terapi - Terapi Alternatif - Terawang/Cukilan Buku
|