|
|
Bulan April 2001
|
|
44 KM PERJAM TERMASUK
NGEBUT!
Di kawasan tertata rapi yang terdiri atas empat distrik dengan letak
berjauhan, masing-masing mempunyai kompleks perumahan untuk para pejabat dan
karyawannya. Bagian dalam kompleks yang rapi dan teratur menggambarkan
kondisi mentalitas perusahaan, yang memang suka kerapian dan keteraturan.
Pengaruh baiknya amat terasa. Masyarakat jadi memiliki kesadaran untuk
berdisiplin tinggi menaati peraturan yang ada. Tampak anak-anak SD antre di
depan telepon umum. Untuk apa? Ternyata untuk memberi tahu orang tua mereka
bahwa jam sekolah mereka sudah lewat. Sambil menunggu orang tua menjemput,
mereka biasanya membaca buku di perpustakaan. Di sini pun, untuk mengisi
daftar hadir, mereka sudah otomatis antre, tanpa perlu diingatkan petugas
perpustakaan.
Peraturan ketat serupa berlaku juga di jalan, tak terkecuali untuk orang
luar kompleks. Prinsip safety driving betul-betul diterapkan dengan
ketat, tanpa ada tawar-menawar. Jadi, jangan coba-coba melanggar rambu,
terutama soal batas kecepatan kendaraan.
Seorang teman pegawai Caltex distrik Rumai mempunyai pengalaman unik. Dia
pernah ditilang dan ditegur atasan secara tertulis karena ngebut di
lingkungan kompleks. Ini terjadi ketika dia hendak mengantar anaknya ke
sekolah karena sudah lewat jam masuk sekolah.
Dalam surat tilang tertera pelanggaran/ngebut dengan kecepatan kendaraan 44
km per jam! Usut punya usut, ternyata batas kecepatan maksimum kendaraan di
dalam kompleks cuma 40 km/jam. |
|||||
|
|
|||||