|
|
Bulan April 2001
|
|
Bantal,
Lain di Jawa Lain di Lombok
Tak kalah mengesankan adalah urusan mengisi perut. Walau selama pendakian
kami selalu makan secara wajar, toh begitu sampai di Senaru semua berebut
mencari makanan di warung-warung tradisional di sekitar air terjun Sendang
Gila, dekat pos informasi Senaru. Di sana kami menikmati berpincuk-pincuk pleucing
atau gado-gado dengan bumbu parutan kelapa dicampur cabai merah ulek yang
bukan main pedasnya. Ditambah lagi kangkung khas Lombok yang dikukus tanpa
dipotong pendek.
Ada lagi makanan khas Lombok yang disebut bantal, semacam penganan
dari beras ketan kukus, diisi irisan pisang, lalu dibungkus janur. Rasanya
manis gurih dan mengenyangkan.
Dalam perjalanan pulang menuju Mataram, saat seorang teman kami asyik tidur
di mobil carteran, ada teman menawarkan kue bantal itu. Mendengar
kata bantal, teman yang sedang tidur tadi langsung bangun. Tanpa
pikir panjang ia berteriak meminta satu bantal, karena selama itu kepalanya
hanya beralaskan sleeping bag. Ketika kami memberikan kue bantal,
reaksi spontannya, "Aku mau bantal Jawa!"
Ada-ada saja. |
|||||
|
|
|||||