globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan April 2001

Telah Terbit Buku Kumpulan Artikel Kesehatan IV

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Bantal, Lain di Jawa Lain di Lombok 

Mendaki Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sungguh menyenangkan. Bersama tiga orang teman kuliah, kami sangat menikmati pemandangan hutan tropis di Senaru, Danau Segara Anakan, mata air panas, lereng pasir menuju puncak, savana di Sembalun serta hamparan bunga abadi Edelweiss yang sedang mekar.

Tak kalah mengesankan adalah urusan mengisi perut. Walau selama pendakian kami selalu makan secara wajar, toh begitu sampai di Senaru semua berebut mencari makanan di warung-warung tradisional di sekitar air terjun Sendang Gila, dekat pos informasi Senaru. Di sana kami menikmati berpincuk-pincuk pleucing atau gado-gado dengan bumbu parutan kelapa dicampur cabai merah ulek yang bukan main pedasnya. Ditambah lagi kangkung khas Lombok yang dikukus tanpa dipotong pendek.

Ada lagi makanan khas Lombok yang disebut bantal, semacam penganan dari beras ketan kukus, diisi irisan pisang, lalu dibungkus janur. Rasanya manis gurih dan mengenyangkan.

Dalam perjalanan pulang menuju Mataram, saat seorang teman kami asyik tidur di mobil carteran, ada teman menawarkan kue bantal itu. Mendengar kata bantal, teman yang sedang tidur tadi langsung bangun. Tanpa pikir panjang ia berteriak meminta satu bantal, karena selama itu kepalanya hanya beralaskan sleeping bag. Ketika kami memberikan kue bantal, reaksi spontannya, "Aku mau bantal Jawa!"

Ada-ada saja. (Ms.Hendrawati)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej