globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan April 2001

Telah Terbit Buku Kumpulan Artikel Kesehatan IV

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Gus Dur Boleh 

Upaya sejumlah kalangan di Indonesia untuk "menggusur" K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi kepresidenan merupakan berita menarik yang membias hingga ke dusun-dusun terpencil. Di Kampung Genang, Manggarai, Flores, NTT, misalnya, berita itu menjadi perbincangan hangat masyarakat setempat. Uniknya, mereka justru menyambut gembira bila Gus Dur "digusur".

Mengapa? Ternyata mereka bingung untuk membedakan antara Gus Dur dan Abdurrahman Wahid. Menurut pemahaman mereka, selama setahun terakhir ini Indonesia dipimpin oleh dua presiden, yakni Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Gus Dur. Mereka lebih senang bila Indonesia dipimpin oleh Presiden Abdurrahman Wahid ketimbang "Presiden" Gus Dur. Tidak heran mereka mengatakan, "Gus Dur boleh 'digusur' asal bukan Abdurrahman Wahid."

Bagi masyarakat Kampung Genang, nama Abdurrahman Wahid sudah tidak asing lagi. Mereka mengenal nama Abdurrahman Wahid sejak dulu, yakni ketika menjadi Ketua PBNU, serta dari berbagai berita di media cetak. Sedangkan nama Gus Dur baru mereka kenal selama setahun terakhir, sejak Gus Dur menjadi Presiden.

Pemahaman itu muncul karena tradisi pemberian nama, khususnya nama panggilan, di NTT agak berbeda dengan di Jawa. Di NTT, orang bernama Abdurrahman Wahid akan dipanggil Abdul atau Rahman. Sedangkan nama belakang - Wahid - tidak boleh menjadi nama panggilan. Jadi, nama panggilan bagi orang NTT merupakan penggalan dari nama lengkap.

Masih ada nama panggilan lain yang membingungkan masyarakat NTT. Antara lain Emha Ainun Najib alis Cak Nun, dan Nurcholis Majid atau Cak Nur.

Khusus panggilan Gus Dur, memang terasa aneh bagi masyarakat NTT (Manggarai). Gus artinya usir, sedangkan Dur artinya tolak. Gus Dur berarti diusir dan ditolak. Inilah alasan mengapa masyarakat NTT tidak berkeberatan Gus Dur "digusur". Mereka lebih mencintai Presiden Abdurrahman Wahid daripada "Presiden" Gus Dur. (Timo Teweng)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej