|
|
Bulan April 2001
|
|
Mata
Cantik Nan Sehat Tak Hanya Impian
Semua berawal ketika Ramazzini tertarik memperhatikan para pekerja sampah di
Roma. Di masa tua para pekerja itu selalu saja mengalami sakit mata, bahkan
sering berakhir dengan kebutaan. Setelah meneliti, Ramazzini menyimpulkan,
penyebabnya adalah radang mata karena asap sampah. Asap sampah membuat mata
lama-kelamaan menjadi kering, terinfeksi, memborok, dan buta.
Hampir tiga abad lewat sejak masa Ramazzini, berbagai gangguan kesehatan
mata, meski tak sefatal yang dialami para pekerja sampah, masih mengintai
masyarakat masa kini.
Cantik itu relatif
Bila seseorang memiliki mata yang berfungsi sempurna sebagai indera
penglihatan, bisalah mata itu disebut sebagai mata sehat. Fungsi dasarnya
ada tiga, yakni kemampuan menerima cahaya, membedakan bentuk, dan membedakan
warna. Bisa disingkat menjadi kemampuan menerima sensasi cahaya, sensasi
bentuk, dan sensasi warna.
Namun agar seseorang dapat melaksanakan kegiatan kehidupan sehari-hari
dengan baik, masih diperlukan berbagai fungsi mata yang lebih tinggi. Fungsi
itu adalah lapangan penglihatan yang normal, daya melihat dengan dua mata
secara tunggal sehingga ia memiliki daya stereoskopi (daya melihat
ruang/tiga dimensi), serta persepsi kedalaman (depth perception).
Sayang, tidak semua orang memiliki daya stereoskopi. Untuk fungsi itu perlu
dua mata yang fungsinya setara dan bisa terkoordinasi. "Jadi, orang
yang memiliki satu mata tidak mempunyai gambaran tiga dimensi yang
sebenarnya," tutur dr. Hadisujono S., spesialis mata.
Lalu bagaimana dengan patokan mata cantik? Secara umum kecantikan adalah
keadaan yang diterima sebagai ukuran yang terkait dengan tata nilai serta
budaya kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, cantik dari sudut
pandang ini bisa dibilang sebagai sesuatu yang relatif dan subyektif.
Misalnya, di beberapa kelompok masyarakat, lipatan kelopak mata sering
dianggap sebagai salah satu bentuk kecantikan.
Lain lagi sudut pandang ilmiah. Patokan mata cantik antara lain berdasarkan
ukuran dan letak mata yang proporsional terhadap wajah. Mata juga dibilang
cantik bila letaknya berada tepat di tengah-tengah wajah seseorang. Juga
bila lebar mata kiri sama dengan lebar cuping hidung dan sama pula dengan
lebar mata kanan (lihat gambar).
Meski demikian, bentuk asimetri tidak selalu mengakibatkan gangguan pandang.
Gangguan fungsi baru terjadi bila disertai mata juling, atau posisi bola
mata yang tidak normal.
150.000 kali per menit!
Ternyata gangguan yang sering menimpa mata banyak berkaitan dengan jenis
pekerjaan, aktivitas kehidupan, dan kondisi lingkungan. "Keluhan
seorang nelayan tentu berbeda dengan profesi operator komputer,"
Hadisudjono memberi contoh.
Seorang operator komputer akan mudah mengalami kelelahan mata dan berbagai
jenis iritasi lain seperti berair, pedih, dll. Faktor penyebabnya antara
lain ergonomi, mutu layar, pencahayaan, atau kelainan pada mata yang tidak
dirawat sebagaimana mestinya, misalnya memerlukan kacamata tetapi kacamata
tidak dipakai.
Pupil mata bisa disamakan dengan diafragma kamera yang menyesuaikan
kebutuhan ketajaman melihat pada jarak tertentu. Bila melihat dekat pupil
mengecil agar bisa lebih fokus dan pandangan jadi lebih tajam.
Dibandingkan dengan membaca buku yang membuat pupil bergerak 1 - 5 kali per
menit, maka saat bekerja dengan komputer pupil bergerak 75.000 - 150.000
kali per menit! Itu karena si pelaku harus melihat ke layar, beralih ke
naskah, lalu ke keyboard, dll. Belum lagi faktor flicker atau
getaran sinar.
Otot-otot luar penggerak bola mata pun bekerja saat membaca atau
mengoperasikan komputer. Semua gerakan itu secara faali menimbulkan
kelelahan. Adapun manifestasinya beragam, misalnya mengantuk, berair, sakit
kepala, dll.
Mata perokok lebih kusam
Pada dasarnya mata mempunyai sistem perlindungan. Mata normal mampu secara
otomatis melakukan pelumasan dengan mengeluarkan air mata. Misalnya, ada
benda asing masuk ke mata, air mata akan banyak mengalir untuk
membersihkannya.
Sayangnya, di zaman modern ini banyak orang mengalami gangguan pada kelenjar
air mata akibat "pencemaran" yang dilakukannya sendiri. Bentuknya
antara lain seringnya mengkonsumsi obat-obatan, pemakaian kosmetika
(khususnya untuk mata), hairspray, cat rambut, yang tanpa sadar
mengganggu kelenjar air mata. Faktor pengganggu lain yang amat populer
adalah rokok.
Meski tidak sefatal gangguan asap sampah di zaman Ramazzini, asap rokok
mempengaruhi kondisi luar dan dalam tubuh. Pada kondisi luar, asap rokok
cepat memunculkan kerutan di sudut-sudut kelopak mata (crow's feet),
iritasi mata, serta membuat kering kelenjar air mata. Akibat terakhir
biasanya membuat mata perokok selalu lebih kusam, tidak bercahaya, serta
merah karena berkurangnya mutu air mata pelumas.
Sedangkan nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah halus, baik yang di
jantung, otak, juga mata. Pengaruhnya, tentu tak jauh dari fungsi mata
sebagai pusat penglihatan, yakni gangguan ketajaman penglihatan dekat,
sehingga terpaksa harus memakai kacamata baca pada usia lebih muda.
"Bagi para penderita hipertensi dan diabetes gangguan itu bisa lebih
berat," Hadisudjono mengingatkan.
Faktor lain yang lebih fatal sebagai penyebab kurangnya air mata adalah
operasi. Demi kecantikan, ada wanita rela dioperasi matanya oleh, sayangnya,
bukan ahli mata. Akibatnya, kelenjar air mata terpotong.
Sesuai karakter air mata
Pada kondisi kurang normal tersebut, atau misalnya bila ada benda asing
sulit dibersihkan, maka diperlukan bantuan dari luar. Tapi, jangan
sembarangan memilih cairan pembersih.
Cairan pengganti air mata haruslah yang wataknya sama dengan air mata.
Hadisudjono menganjurkan untuk memakai air garam fisiologis yang biasa untuk
infus, karena bersifat netral atau isotonik terhadap cairan mata. PH-nya
yang sama dengan air mata manusia tidak merangsang mata. Pilihan lain adalah
menggunakan air mata buatan.
Bila menggunakan cairan dengan pH yang tidak sama dengan air mata, yang
terjadi justru iritasi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan penggunaan semacam
itu mengakibatkan cedera.
Sedangkan obat tetes mata yang dijual bebas memiliki komposisi yang tidak
persis sama dengan air mata. Karena terbuat dari bahan kimia yang bersifat
asam, tak aneh bila sering menimbulkan rasa pedih di mata, meskipun rasa
pedih itu sudah dipertimbangkan masih dalam batas yang bisa ditahan.
Namun, obat tetes mata bermanfaat untuk mengurangi iritasi akibat debu,
angin, dan matahari. Hanya saja, berbeda dengan air mata buatan, obat tetes
mata tidak memberikan pelumasan.
Umumnya obat tetes mata bebas aman dipakai bila hanya sekali-sekali untuk
jangka pendek. Bila sampai lewat dari tiga hari keluhan tak juga hilang,
penderita sebaiknya cepat menghubungi dokter. Malah pada orang yang berbakat
mendapat glaukoma, penggunaan obat tetes mata berlebih dan dalam jangka lama
justru dapat memicu munculnya penyakit mata tersebut.
Sebagaimana diketahui, glaukoma adalah gangguan akibat tidak bisa keluarnya
cairan di dalam bola mata sehingga tekanannya menjadi tinggi. Ini terjadi
karena obat tetes mata bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah. Saat
pembuluh darah menyempit, mata merah akibat iritasi kembali putih, hingga
tak jarang dokter mata menyebutnya sebagai pemutih mata.
Kacamata hitam itu perlu
Kondisi paling ideal tentu bila orang tidak pernah berjumpa dokter dan obat.
Artinya ia pada umumnya selalu sehat walafiat. Meski sulit, tak ada salahnya
diupayakan. Maka, mencegah tetap saja lebih baik daripada mengobati. Namun,
tentu saja itu disesuaikan dengan gangguan potensial yang berbeda pada tiap
orang.
Misalnya bagi para pemakai komputer, usahakan bisa menentukan waktu
istirahat yang memadai. Setiap bekerja 1 - 2 jam, istirahatkan mata dari
komputer selama beberapa menit. Manfaatkan beberapa menit itu untuk melihat
titik terjauh. "Cari yang hijau-hijau, atau biru. Manfaatnya, mata
tidak melakukan akomodasi, sehingga tidak stres," tutur Hadisudjono.
Mata yang sering terakomodasi dalam waktu lama akan cepat menurunkan
kemampuan penglihatan dekat. Selain itu perlu diciptakan lingkungan kerja
yang nyaman bagi mata. Maka perlu diperhatikan cara menggunakan mata secara
tidak melelahkan. Sebagai contoh, menonton TV pada jarak yang tepat, membaca
dengan penerangan yang cukup, ergonomi dalam penggunaan komputer, tidur yang
cukup, dll.
Di negara tropis kacamata hitam sangat dianjurkan sebagai alat pelindung
debu, juga sinar matahari. Muasalnya, selain sinar kasat mata, sesungguhnya
sinar matahari mengandung cahaya tidak kasat mata, yakni ultraungu dan
inframerah. Bila sinar kasat mata mengganggu karena intensitas silaunya,
maka sinar tidak kasat mata justru menyebabkan perubahan biologis pada mata
seperti kekeruhan lensa (katarak), gangguan retina, dll.
Maka kacamata hitam seharusnya selain memiliki kualitas optik yang baik,
juga mampu menyaring sinar baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat
mata. Untuk mengujinya, di optik terdapat alat yang bisa menunjukkan derajat
penetrasi sinar-sinar tersebut. Ini tentu berbeda dengan kacamata hitam yang
dijual di kaki lima, yang umumnya warna gelapnya hanya bisa melindungi mata
dari silau sinar kasat mata, tapi belum tentu menyaring yang tidak kasat
mata.
Kacamata hitam anti-ultraungu lebih-lebih harus dipakai saat berenang di
bawah terik matahari, karena akibat pantulan air intensitas ultravioletnya
berlipat kali ganda. Selain kualitas optik, bentuk bingkai kacamata
diusahakan semaksimal mungkin melindungi organ mata terhadap debu dan
penyebab iritasi lain. Jangan korbankan mata hanya demi gaya.
Selain itu, upayakan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Makanan bergizi
yang memperbaiki mutu jaringan secara umum, juga akan berakibat positif
terhadap mata. Pendek kata, semua makanan yang memberikan kontribusi pada
kesehatan secara umum akan memberikan kontribusi pada kesehatan mata pula.
Makanan seimbang akan memperpanjang usia seluruh bagian tubuh manusia.
"Resep" 4 sehat 5 sempurna plus olahraga tak hanya baik untuk
badan, tapi juga mata, yang juga bagian dari tubuh manusia.
Kekurangan vitamin yang ekstrem, seperti busung lapar, dapat termanifestasi
di mata dengan cepat seperti kekeringan (xerosis), pelunakan jaringan
mata (malacia), sampai luka kornea dan borok yang bisa berakibat
kebutaan. Seiring dengan pertambahan usia, antioksidan seperti vitamin C dan
E makin dianjurkan.
Tak kalah penting adalah menghindari obat-obat yang tidak perlu, apalagi
obat terlarang. Misalnya, lama mengkonsumsi obat mag akan mengakibatkan
kekeringan kelenjar airmata. Dalam jangka panjang, obat golongan steroid
bisa mengakibatkan glaukoma, atau katarak.
Yang perlu diperhatikan juga, hati-hati dalam menggunakan bahan-bahan kimia
di lingkungan rumah tangga, yang kebanyakan sangat berbahaya bagi mata.
Bahan kimia tersebut biasanya bersifat basa atau alkali yang bila mengenai
mata bisa langsung menghancurkan mata. Di antara bahan kimia tersebut adalah
kaustik soda untuk wastafel mampet, minyak rem, pembersih AC, serta
pembersih keramik dan porselin.
Hati-hati memperlakukan mata perlu dilakukan sejak dini, karena sesal
kemudian memang tak bakalan ada gunanya. Anda setuju, bukan? |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||