|
|
Bulan April 2001
|
|
MENJENGUK ORANG SAKIT
Pilihlah waktu yang tepat. Bila perlu, tanyakan waktu yang sepi pembezuk
pada anggota keluarga pasien. Bila pasien harus menjalani pembedahan,
sebaiknya kita menjenguk sehari sebelum pembedahan. Kenakan pakaian rapi. Dengan pakaian rapi petugas dapat menyimpulkan
pasien orang terhormat, sehingga dapat mendorong mereka untuk memperlakukan
pasien dengan baik. Walaupun bukan kewajiban, kita dapat membawa bunga, bahan bacaan, atau
makanan untuk pasien. Semuanya haruslah bermanfaat bagi pasien. Khusus untuk
makanan, sebaiknya kita memastikan makanan yang kita bawa boleh dikonsumsi
pasien dengan menanyakannya pada dokter atau perawat. Saat berkunjung, tunjukkan sikap santai dan bersahabat. Obrolan hendaknya
yang membesarkan hati dan menyenangkan pasien. Berita baik tentang keluarga,
pekerjaan, kejadian-kejadian terbaru hendaknya membuat pasien tersenyum.
Namun, jangan berlebihan agar tidak terkesan kita menjadi pelawak baginya.
Jangan pula memberondong pasien dengan percakapan atau pertanyaan tidak
putus-putus, karena dapat melelahkan pasien. Bila yang membezuk bersamaan lebih dari seorang, sebaiknya semua berdiri
di satu sisi ranjang pasien agar pasien tidak kelelahan hanya untuk menoleh
ke kiri atau kanan dalam berbincang dengan pembezuk. Jangan bandingkan penyakit pasien dengan kondisi orang lain, kecuali hasil
pengobatan yang menggembirakan. Hindari pula obrolan negatif tentang dokter
dan rumah sakit. Sebaiknya kita membezuk tidak terlalu lama. Jika pasien teman atau
keluarga dekat janganlah lebih dari satu jam. Bila cuma kenalan, cukup
kurang dari setengah jam. Ingat, kunjungan singkat jauh lebih bermakna
ketimbang kunjungan terlalu lama. Lakukan evaluasi kunjungan setiap kali usai membezuk, agar kali berikutnya
kunjungan kita lebih memuaskan dan bermanfaat bagi pasien yang dibezuk. |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||