|
|
Bulan April 2001
|
|
Pak Depan
Nama alias sering dipakai orang memanggil rekan
akrabnya. Misalnya Suto Karak untuk Pak Suto yang sampai usia lanjut masih
menekuni usaha pembuatan krupuk "karak" dari beras ketan. Atau
pula Nano Kasus, yang ternyata sering mengawali pembicaraan dengan ucapan,
"Wah, ada kasus." Bahkan saat ditilang polisi pun ia akan
mengatakan, "Saya ada kasus dengan polisi."
Tapi, lain lagi dengan Pak Surat yang populer dengan dipanggil Pak Depan.
Setelah diusut-usut, semua bermula dari kegemaran Pak Surat, yakni
berolahraga.
Pak Surat sering mengalami kesulitan dalam mengenakan pakaian olahraga. Ia
bingung menentukan mana bagian depan pakaian yang umumnya terbuat dari kaus
itu. Kesulitan makin menjadi bila ia harus mengenakan celana panjang training
yang tidak berkantung belakang dan tanpa label.
Untuk menyiasatinya, maka bagian depan pakaiannya diberi tulisan
"DEPAN". Pak Surat pun lega bisa menjalani hobinya dengan mudah.
Satu masalah hilang, tapi timbul masalah baru. Di tempat berlatih olahraga,
kenalan barunya banyak yang mengira "Depan" adalah namanya. Mereka
tidak salah. Bukankah umumnya orang selalu membubuhkan inisial ataupun
namanya pada barang miliknya? (Mimbar Seputro) |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online |
|||||