globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan April 2001

Telah Terbit Buku Kumpulan Artikel Kesehatan IV

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Tepuk tangan, Lancar Rezeki 

Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, banyak upacara ritual menjelang maupun saat menikah. Persiapan upacara meliputi membersihkan atau mengecat bakal rumah mempelai, memasang kain merah di pintu utama rumah, dan menyembahyangi para leluhur. Saat meminang ada acara Sang Jit atau seserahan. Upacara ritual tak hentinya dilakukan bahkan sampai tiga hari setelah pernikahan.

Salah satu acara penting yang harus dilakukan adalah tehpai atau menuang kemudian menyuguhkan teh bagi para tetua keluarga masing-masing. Acara ini sangat ditunggu-tunggu, karena setelah menyuguhkan teh, yang menerima 'harus' memberikan angpau berupa uang dalam amplop merah, perhiasan emas, atau hadiah lain. Makin banyak yang dilayani, tentu makin banyak pula hadiahnya.

Ada peristiwa lucu saat saya menikah. Setelah melakukan acara tuang teh, angpau dan hadiah dikumpulkan orang tua saya. A'i (adik ayah) yang saat itu memimpin acara meminta agar semua hadiah dimasukkan ke kantung jas saya. Ayah memasukkan ke kantung kanan dan ibu ke kantong kiri. Lalu A'i meminta agar kedua orang tua saya menepuk-nepuk kedua kantong jas saya. Herannya, bukannya menepuk kantung jas saya, melainkan malah bertepuk tangan keras-keras. Tentu saja semua tamu yang hadir terheran-heran.

Segera A'i memberi tahu, yang harus ditepuk-tepuk kantung jas pengantin dengan harapan "mengundang" rejeki bagi kedua mempelai. Dengan sedikit tersipu-sipu, ayah mengulang kembali acara itu dan dengan mantap menepuk-nepuk kantung jas saya. Semoga rejeki benar-benar terus mengalir. (Sonny Arakian)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej