globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan April 2001

Telah Terbit Buku Kumpulan Artikel Kesehatan IV

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Peta untuk Tunanetra

Sering kalau pulang dari Kota Tangerang menuju Perumnas I Karawaci, Tangerang, kami semobil angkot (angkutan kota) dengan beberapa pria penyandang tunanetra. Mereka yang rupanya berprofesi sebagai tukang pijit itu pulang searah dengan kami.

Selama dalam perjalanan, biasanya ada saja penumpang yang mungkin karena bersimpati, bertanya di mana mereka akan turun. Lalu ia akan memberi tahu sopir agar penumpang tunanetra itu tidak kebablasan.

Anehnya, tanpa ada yang memberi tahu, mereka sudah meminta sendiri pada sopir untuk berhenti saat tiba di tempat tujuan.

Banyak penumpang yang heran, kecuali si sopir angkot. Selidik punya selidik, rupanya ada rahasia khusus sehingga mereka bisa mengenali tempat tinggal mereka.

Seperti biasa, laju mobil angkot yang kami tumpangi melambat, karena jalanan macet begitu melewati Pasar Malabar di daerah Perumnas Tangerang. Selanjutnya, mobil terus berjalan hingga melewati bak penampungan sampah pasar yang baunya "luar biasa".

Nah, bila mobil angkot sudah melambat dan mulai tercium bau sampah, itulah tanda persiapan untuk meminta sopir angkot menghentikan kendaraan. mereka memang tinggal di sekitar pasar. (Darmanto)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej