globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan April 2001

Telah Terbit Buku Kumpulan Artikel Kesehatan IV

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Suasana Indonesia di Vietnam 

Jangan kaget kalau berkunjung ke Vietnam dan tiba-tiba disapa bahasa Indonesia. Itulah yang saya saya alami saat di tengah pasar di Kota Ho Chi Min (Saigon), Vietnam, beberapa bulan silam.

Si penyapa seorang gadis remaja berusia belasan tahun yang sedang menemani ibunya berdagang baju. Dia mengucapkannya sambil menyodorkan bangku plastik.

Mungkin dia tahu kami orang Indonesia dari percakapan kami dalam bahasa Indonesia.

"Kok kamu bisa bercakap dalam bahasa Indonesia," reaksi spontan teman saya dalam bahasa Indoneisa.

Gadis itu pun mengaku sebagai mantan manusia pertama yang lama bermukim di P. Galang, ketika ratusan rombongan pengungsi dari Vietnam ramai-ramai meninggalkan negerinya. Meski ketika di P. Galang mereka diisolasi di dalam kamp, tetapi tidak tertutup kemungkinan ada yang bisa bersosialisasi dengan penduduk setempat, terutama anak kecil. Tidak heran apabila banyak di antara mereka yang fasih berbahasa Indonesia.

Di restoran Hotel Chu Loong juga tiba-tiba seorang pria pelayan menyapa teman saya yang sedang merokok.

"Rokoknya wangi, Pak," katanya.

Setelah mengobrol teman saya tanpa ragu-ragu menyerahkan sebungkus rokok kretek padanya yang tanpa buang waktu segera

dinikmati dengan asyik. Menurut pengakuannya, dulu ketika di P. Galang ia sering mengisap rokok kretek.

Sebenarnya "suasana" Indonesia di Vietnam telah terasa sejak di dalam bus yang membawa kami dari bandara Kota Ho Chi Min keCan Tho (?). Soalnya kaset lagu yang diputar di bus adalah lagu-lagu pop Indonesia. (Risdiono)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej