|
|
Bulan April 2001
|
|
Suasana
Indonesia di Vietnam
Si penyapa seorang gadis remaja berusia belasan tahun yang sedang menemani
ibunya berdagang baju. Dia mengucapkannya sambil menyodorkan bangku plastik.
Mungkin dia tahu kami orang Indonesia dari percakapan kami dalam bahasa
Indonesia.
"Kok kamu bisa bercakap dalam bahasa Indonesia," reaksi spontan
teman saya dalam bahasa Indoneisa.
Gadis itu pun mengaku sebagai mantan manusia pertama yang lama bermukim di
P. Galang, ketika ratusan rombongan pengungsi dari Vietnam ramai-ramai
meninggalkan negerinya. Meski ketika di P. Galang mereka diisolasi di dalam
kamp, tetapi tidak tertutup kemungkinan ada yang bisa bersosialisasi dengan
penduduk setempat, terutama anak kecil. Tidak heran apabila banyak di antara
mereka yang fasih berbahasa Indonesia.
Di restoran Hotel Chu Loong juga tiba-tiba seorang pria pelayan menyapa
teman saya yang sedang merokok.
"Rokoknya wangi, Pak," katanya.
Setelah mengobrol teman saya tanpa ragu-ragu menyerahkan sebungkus rokok
kretek padanya yang tanpa buang waktu segera
dinikmati dengan asyik. Menurut pengakuannya, dulu ketika di P. Galang ia
sering mengisap rokok kretek.
Sebenarnya "suasana" Indonesia di Vietnam telah terasa sejak di
dalam bus yang membawa kami dari bandara Kota Ho Chi Min keCan Tho (?).
Soalnya kaset lagu yang diputar di bus adalah lagu-lagu pop Indonesia. |
|||||