|
|
Desember 2001 Bahasa Kita |
|
KATA PINJAMAN HARUS DIKEMBALIKAN Bahasa Indonesia mempunyai banyak kata
yang berasal dari bahasa lain seperti bahasa Arab, Cina, Sanskerta,
Portugis, dan Inggris. Dari bahasa Portugis kita mendapat kata seperti sepatu
dari asal kata capato, gereja dari igreja, perlente
dari parlenda. Bahasa Inggris juga banyak menambah kosakata kita,
misalnya manajemen, komputer, internet, regular.
Sementara, bahasa Belanda memperkaya kosakata
dengan kata taplak dari asal kata tafellaken, got
dari goot, indehoy dari in het hooi, indekos
dari in de kost, sirsak dari zuurzak. Contoh
kata-kata di atas dikenal dengan istilah Inggris loanwords atau
Belanda leenwoorden. Bahasa Indonesia mengenalnya sebagai kata
pinjaman atau serapan. Namun, istilah loanwords, leenwoorden
dan kata pinjaman rasanya kurang pas. Bagaimana caranya kita mengembalikan
kata yang pernah kita pinjam? Tetapi,
dalam bahasa Belanda istilah kata pinjaman benar-benar bisa diartikan secara
harafiah. Itu artinya kata pinjaman tadi pada suatu ketika harus
dikembalikan. Bahasa
Belanda pernah meminjamkan kepada kita kata-kata seperti voorloper
dan slootkant. Kedua kata itu kita adaptasi menjadi pelopor
dan selokan. Bahasa Inggris pun pernah meminjam kata baas.
Juga bahasa Belanda dari abad pertengahan snacken, dan brandewijn,
yang kemudian diserap menjadi boss, snack, dan brandy.
Bahasa Prancis juga meminjam kata mannekijn yang lantas diserap
menjadi mannequin. Setelah
sekian lama bahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis meminjam kata-kata itu
dari bahasa Belanda, maka bahasa Belanda “menagih” kata-kata itu berikut
“bunganya”. Jika membuka kamus Belanda Van Dale (1993), maka kita bisa
mendapatkan kata-kata plopper, slokan, boss, snack,
brandy, dan mannequin. Kata-kata itu ada yang tetap maknanya,
tetapi ada juga yang berubah. Slokan, boss, dan brandy
tidak mengalami perubahan makna. Sementara
plopper, snack, dan mannequin berubah maknanya. Kata pelopor
dan voorloper mempunyai makna berjalan terdahulu, pembuka jalan,
perintis jalan. Sedangkan plopper maknanya menyempit menjadi perintis
pergerakan kemerdekaan Indonesia. Selain itu kata plopper juga
berarti orang Indonesia dengan konotasi negatif. Kata
snacken bermakna menggigit, tetapi setelah diserap bahasa Inggris
menjadi kudapan atau makanan ringan. Kemudian kata snack ini diserap
kembali ke dalam bahasa Belanda dengan makna yang sama. Begitu juga dengan
kata mannekijn, laki-laki kecil. Kata ini kemudian diserap bahasa
Prancis menjadi mannequin yang berarti boneka untuk memajang pakaian
atau peragawan/peragawati. Bahasa Belanda menyerap kata ini dengan makna
yang sama pula. Dengan demikian bahasa Belanda tidak kehilangan kata-kata yang dipinjamkannya, tetapi bahasa Belanda bahkan mendapat “bunga” berupa kata-kata itu tadi. Jadi, dengan meminjamkan kata kepada bahasa lain, bahasa Belanda justru mendapat kata-kata baru yang sekaligus menambah kosakatanya. (Munif Yusuf, Pengajar Program Studi Belanda, Universitas Indonesia) |
|||||