globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Desember 2001

Bahasa Kita

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

KATA PINJAMAN HARUS DIKEMBALIKAN

 

Bahasa Indonesia mempunyai banyak kata yang berasal dari bahasa lain seperti bahasa Arab, Cina, Sanskerta, Portugis, dan Inggris. Dari bahasa Portugis kita mendapat kata seperti sepatu dari asal kata capato, gereja dari igreja, perlente dari parlenda. Bahasa Inggris juga banyak menambah kosakata kita, misalnya manajemen, komputer, internet, regular. Sementara, bahasa Belanda memperkaya kosakata  dengan kata taplak dari asal kata tafellaken, got dari goot, indehoy dari in het hooi, indekos dari in de kost, sirsak dari zuurzak.

Contoh kata-kata di atas dikenal dengan istilah Inggris loanwords atau Belanda leenwoorden. Bahasa Indonesia mengenalnya sebagai kata pinjaman atau serapan. Namun, istilah loanwords, leenwoorden dan kata pinjaman rasanya kurang pas. Bagaimana caranya kita mengembalikan kata yang pernah kita pinjam?

Tetapi, dalam bahasa Belanda istilah kata pinjaman benar-benar bisa diartikan secara harafiah. Itu artinya kata pinjaman tadi pada suatu ketika harus dikembalikan.

Bahasa Belanda pernah meminjamkan kepada kita kata-kata seperti voorloper dan slootkant. Kedua kata itu kita adaptasi menjadi pelopor dan selokan. Bahasa Inggris pun pernah meminjam kata baas. Juga bahasa Belanda dari abad pertengahan snacken, dan brandewijn, yang kemudian diserap menjadi boss, snack, dan brandy. Bahasa Prancis juga meminjam kata mannekijn yang lantas diserap menjadi mannequin.

Setelah sekian lama bahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis meminjam kata-kata itu dari bahasa Belanda, maka bahasa Belanda “menagih” kata-kata itu berikut “bunganya”. Jika membuka kamus Belanda Van Dale (1993), maka kita bisa mendapatkan kata-kata plopper, slokan, boss, snack, brandy, dan mannequin. Kata-kata itu ada yang tetap maknanya, tetapi ada juga yang berubah. Slokan, boss, dan brandy tidak mengalami perubahan makna.

Sementara plopper, snack, dan mannequin berubah maknanya. Kata pelopor dan voorloper mempunyai makna berjalan terdahulu, pembuka jalan, perintis jalan. Sedangkan plopper maknanya menyempit menjadi perintis pergerakan kemerdekaan Indonesia. Selain itu kata plopper juga berarti orang Indonesia dengan konotasi negatif.

Kata snacken bermakna menggigit, tetapi setelah diserap bahasa Inggris menjadi kudapan atau makanan ringan. Kemudian kata snack ini diserap kembali ke dalam bahasa Belanda dengan makna yang sama. Begitu juga dengan kata mannekijn, laki-laki kecil. Kata ini kemudian diserap bahasa Prancis menjadi mannequin yang berarti boneka untuk memajang pakaian atau peragawan/peragawati. Bahasa Belanda menyerap kata ini dengan makna yang sama pula.

Dengan demikian bahasa Belanda tidak kehilangan kata-kata yang dipinjamkannya, tetapi bahasa Belanda bahkan mendapat “bunga” berupa kata-kata itu tadi. Jadi, dengan meminjamkan kata kepada bahasa lain, bahasa Belanda justru mendapat kata-kata baru yang sekaligus menambah kosakatanya.    (Munif Yusuf, Pengajar Program Studi Belanda, Universitas Indonesia)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/