globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Desember 2001

Halaman Hijau

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

HABIS DIBACA, DIBUANG SAYANG

Apa yang Anda pikirkan ketika melihat tumpukan koran bekas yang mulai menggunung di gudang? Beberapa orang yang hobi bisnis praktis pasti akan mengikatnya jadi satu kemudian menjualnya ke warung gado-gado di pojok gang. Itu pun kalau tak malu dan tidak malas mengangkatnya! Mestinya akan lebih praktis kalau koran bekas itu ditumpuk di teras rumah, toh besok pagi-pagi tukang jual-beli koran bekas keliling akan datang. Kalau harganya cocok, langsung dibayar tunai kemudian koran diangkut gerobak.

Selanjutnya kita pun tidak pernah peduli lagi akan diapakan koran-koran bekas tersebut. Masih lumayan kalau hanya digunakan untuk bungkus sayur mentah atau kacang rebus yang masih hangat kebul-kebul. Tetapi kalau untuk membungkus makanan matang atau goreng-gorengan, seperti tahu goreng, tempe goreng, pisang goreng, siapa yang mau menjamin kebersihannya? Mestinya masih ada cara lain yang lebih baik yang dapat dilakukan sendiri di rumah, dan hasilnya pun bermanfaat.

Salah satunya, seperti yang dilakukan beberapa petani sayuran belakangan ini, yakni menggunakan koran bekas untuk menyemai benih sayuran. Koran-koran bekas dibentuk menjadi kantong-kantong segi empat yang ukurannya disesuaikan dengan jenis tanaman yang hendak disemai. Untuk menyemai biji mangga, tentu kantongnya dibuat lebih besar ketimbang untuk menyemai biji cabe.

ilustrasi: antonKehebatannya, kantong berbahan koran bekas ini bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama hingga tanaman siap dipindah ke lahan atau kebun. Kita toh tidak dikenai royalti bila meniru para petani walau mungkin yang disemai bukan sayuran, melainkan tanaman hias untuk taman di halaman rumah.   

Bahkan beberapa petani kreatif di Yogyakarta menggabungkan  pemanfaatan koran bekas dengan usaha beternak cacing tanah. Koran bekas dicacah-cacah kecil lalu dicampur-aduk dengan pupuk kandang dan bekatul (dedak halus) sebagai medium pembiakan cacing tanah.

Untuk kepentingan rumah tangga, gabungan pemanfaatan koran bekas dengan cacing tanah ini dapat pula digunakan untuk mengatasi masalah limbah lain rumah tangga. Terutama sampah-sampah yang dapat membusuk, seperti potongan-potongan sayuran atau nasi basi. Sampah organik ini justru sebagai medium tambahan pembiakan cacing tanah itu. Sisa bahan organik yang telah matang (berubah bentuk menjadi kompos) untuk memupuk tanaman kesayangan Anda. Sementara cacingnya bisa untuk pakan ternak, kalau jumlahnya banyak. Kalau cuma sedikit ya untuk mancing ikan betok di rawa-rawa!

Kalau Anda masih memiliki waktu lebih, tak ada ruginya buka-buka kembali tumpukan koran bekas. Siapa tahu ada topik-topik yang layak dikliping. Para ibu biasanya menjadi pelopor dalam hal ini. Mereka umumnya rajin mengkliping resep-resep masakan, bahkan bisa dibundel menjadi sebuah buku pengetahuan memasak pribadi yang cukup lengkap!

Setelah semua usaha di atas dilakukan, sementara itu tumpukan koran masih juga menggunung, ya jangan lantas menyerah. Masih ada jalan lain. Sebaiknya Anda membaca buku-buku tentang pemanfaatan kertas bekas yang sekarang banyak diterbitkan. Buku-buku tersebut dimaksudkan untuk memancing kreativitas Anda membuat peralatan praktis berbahan baku kertas. Bahkan tidak menutup kemungkinan terbuka peluang membuat kertas daur ulang yang belakangan sempat marak. Siapa tahu justru bisa menjadi sumber tambahan pendapatan! Nah, semua usaha itu tentu saja akan mengurangi beban Bumi menanggung sampah yang ditimbulkan penghuninya.   (Dharmawan Lingga Artama, S.Ked., di Yogyakarta)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/