|
|
Desember 2001 Halaman Hijau |
|
HABIS DIBACA, DIBUANG SAYANG Apa
yang Anda pikirkan ketika melihat tumpukan koran bekas yang mulai menggunung
di gudang? Beberapa orang yang hobi bisnis praktis pasti akan mengikatnya
jadi satu kemudian menjualnya ke warung gado-gado di pojok gang. Itu pun
kalau tak malu dan tidak malas mengangkatnya! Mestinya akan lebih praktis
kalau koran bekas itu ditumpuk di teras rumah, toh besok pagi-pagi tukang
jual-beli koran bekas keliling akan datang. Kalau harganya cocok, langsung
dibayar tunai kemudian koran diangkut gerobak. Selanjutnya kita pun tidak pernah peduli lagi akan diapakan koran-koran bekas tersebut. Masih lumayan kalau hanya digunakan untuk bungkus sayur mentah atau kacang rebus yang masih hangat kebul-kebul. Tetapi kalau untuk membungkus makanan matang atau goreng-gorengan, seperti tahu goreng, tempe goreng, pisang goreng, siapa yang mau menjamin kebersihannya? Mestinya masih ada cara lain yang lebih baik yang dapat dilakukan sendiri di rumah, dan hasilnya pun bermanfaat. Salah
satunya, seperti yang dilakukan beberapa petani sayuran belakangan ini,
yakni menggunakan koran bekas untuk menyemai benih sayuran. Koran-koran
bekas dibentuk menjadi kantong-kantong segi empat yang ukurannya disesuaikan
dengan jenis tanaman yang hendak disemai. Untuk menyemai biji mangga, tentu
kantongnya dibuat lebih besar ketimbang untuk menyemai biji cabe.
Bahkan
beberapa petani kreatif di Yogyakarta menggabungkan
pemanfaatan koran bekas dengan usaha beternak cacing tanah. Koran
bekas dicacah-cacah kecil lalu dicampur-aduk dengan pupuk kandang dan
bekatul (dedak halus) sebagai medium pembiakan cacing tanah. Untuk
kepentingan rumah tangga, gabungan pemanfaatan koran bekas dengan cacing
tanah ini dapat pula digunakan untuk mengatasi masalah limbah lain rumah
tangga. Terutama sampah-sampah yang dapat membusuk, seperti
potongan-potongan sayuran atau nasi basi. Sampah organik ini justru sebagai
medium tambahan pembiakan cacing tanah itu. Sisa bahan organik yang telah
matang (berubah bentuk menjadi kompos) untuk memupuk tanaman kesayangan Anda.
Sementara cacingnya bisa untuk pakan ternak, kalau jumlahnya banyak. Kalau
cuma sedikit ya untuk mancing ikan betok di rawa-rawa! Kalau
Anda masih memiliki waktu lebih, tak ada ruginya buka-buka kembali tumpukan
koran bekas. Siapa tahu ada topik-topik yang layak dikliping. Para ibu
biasanya menjadi pelopor dalam hal ini. Mereka umumnya rajin mengkliping
resep-resep masakan, bahkan bisa dibundel menjadi sebuah buku pengetahuan
memasak pribadi yang cukup lengkap! Setelah semua usaha di atas dilakukan, sementara itu tumpukan koran masih juga menggunung, ya jangan lantas menyerah. Masih ada jalan lain. Sebaiknya Anda membaca buku-buku tentang pemanfaatan kertas bekas yang sekarang banyak diterbitkan. Buku-buku tersebut dimaksudkan untuk memancing kreativitas Anda membuat peralatan praktis berbahan baku kertas. Bahkan tidak menutup kemungkinan terbuka peluang membuat kertas daur ulang yang belakangan sempat marak. Siapa tahu justru bisa menjadi sumber tambahan pendapatan! Nah, semua usaha itu tentu saja akan mengurangi beban Bumi menanggung sampah yang ditimbulkan penghuninya. (Dharmawan Lingga Artama, S.Ked., di Yogyakarta) |
|||||