globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Desember 2001

Panorama Ilmu

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Kota Vertikal Berfondasi Beton

repro: pm

"Bionic Tower” rampung paling cepat tahun 2020.

Sejak didirikannya tembok besar sepanjang 2.450 km, bangsa Cina dikenal sebagai pakar arsitektur dunia. Kini mereka ingin membuktikan bahwa kejayaan itu masih berlaku sampai sekarang.

Di Kota Shanghai hendak didirikan gedung pencakar langit tertinggi di dunia, dengan ketinggian 1.100 m. “Bionic Tower” berbentuk torpedo, terbuat dari baja, beton dan kaca, terdiri atas 300 lantai itu menawarkan permukiman, pertokoan, dan restoran untuk 100.000  orang.

Untuk menghindari terjadinya kebakaran, gedung itu dibagi menjadi 12 bagian yang dipisahkan oleh langit-langit tahan api. Masing-masing bagian terdiri atas 25 lantai gedung.

Guna menahan gedung berbentuk elips dengan bidang kedudukan yang sempit, dibuat fondasi beton sedalam 200 m, bagaikan akar pohon mencengkeram ke perut Bumi. “Bionic Tower” bakal menjulang tinggi di tengah-tengah danau buatan berdiameter 1 km.

Kota Shanghai memang sudah terlalu padat - hingga tahun 2050 penduduknya diperkirakan akan meningkat sampai 30 juta orang. “Hanya bisa diatasi dengan dibangunnya gedung vertikal,” ujar Arsitek Spanyol Javier Pioz memberikan alasan mengenai gagasan mahalnya yang seharga 32 milyar Mark (lebih dari Rp 147 trilyun).  (PM)

Kapal Penyelamat Supercepat

repro: pm

Bentuk kapal melebar ke belakang. Kapal-kapal sekoci diluncurkan ke air lewat lubang yang berpintu.

Kapal penyelamat baru ini dari depan bentuknya agak runcing seperti bentuk pisau. Berkat bentuknya langsing menyerupai pasak, kapal ini bisa membelah air dengan luwes dan memiliki daya penahan minimal. Bahkan mampu melaju di atas 50 knot (hampir 100 km/jam).

Perahu jenis SRO 73 (Speed Rescue Offshore) dari tim insinyur Prancis-Kanada itu digunakan untuk secepat mungkin membantu kapal yang tenggelam. Seperti halnya kapal selam, kapal sepanjang 22 m dengan bobot 34 ton itu, bagian luarnya sama sekali tertutup. Ia digerakkan oleh dua hydrojet yang masing-masing berkekuatan ribuan tenaga kuda. 

Di bagian belakang kapal ditempatkan kapal sekoci mirip jet-ski. Begitu sampai di lokasi kecelakaan, kapal-kapal sekoci diluncurkan untuk mengevakuasi penumpang kapal yang terkena musibah, kemudian mengangkut mereka ke kapal induk. Setelah memperoleh pertolongan pertama, para korban diangkut ke darat menggunakan helikopter.  (PM)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/