|
|
Desember 2001 Panorama Ilmu |
|
Kota Vertikal Berfondasi Beton
Sejak didirikannya tembok besar sepanjang 2.450 km, bangsa
Cina dikenal sebagai pakar arsitektur dunia. Kini mereka ingin membuktikan
bahwa kejayaan itu masih berlaku sampai sekarang. Di Kota Shanghai hendak didirikan gedung pencakar langit
tertinggi di dunia, dengan ketinggian 1.100 m. “Bionic Tower” berbentuk
torpedo, terbuat dari baja, beton dan kaca, terdiri atas 300 lantai itu
menawarkan permukiman, pertokoan, dan restoran untuk 100.000
orang. Untuk menghindari terjadinya kebakaran, gedung itu dibagi
menjadi 12 bagian yang dipisahkan oleh langit-langit tahan api.
Masing-masing bagian terdiri atas 25 lantai gedung. Guna menahan gedung berbentuk elips dengan bidang kedudukan
yang sempit, dibuat fondasi beton sedalam 200 m, bagaikan akar pohon
mencengkeram ke perut Bumi. “Bionic Tower” bakal menjulang tinggi di
tengah-tengah danau buatan berdiameter 1 km. Kota Shanghai memang sudah terlalu padat - hingga tahun 2050
penduduknya diperkirakan akan meningkat sampai 30 juta orang. “Hanya bisa
diatasi dengan dibangunnya gedung vertikal,” ujar Arsitek Spanyol Javier
Pioz memberikan alasan mengenai gagasan mahalnya yang seharga 32 milyar Mark
(lebih dari Rp 147 trilyun). (PM) Kapal Penyelamat Supercepat
Kapal
penyelamat baru ini dari depan bentuknya agak runcing seperti bentuk pisau.
Berkat bentuknya langsing menyerupai pasak, kapal ini bisa membelah air
dengan luwes dan memiliki daya penahan minimal. Bahkan mampu melaju di atas
50 knot (hampir 100 km/jam). Perahu jenis SRO 73 (Speed Rescue Offshore) dari tim
insinyur Prancis-Kanada itu digunakan untuk secepat mungkin membantu kapal
yang tenggelam. Seperti halnya kapal selam, kapal sepanjang 22 m dengan
bobot 34 ton itu, bagian luarnya sama sekali tertutup. Ia digerakkan oleh
dua hydrojet yang masing-masing berkekuatan ribuan tenaga kuda. Di bagian belakang kapal ditempatkan kapal sekoci mirip jet-ski. Begitu sampai di lokasi kecelakaan, kapal-kapal sekoci diluncurkan untuk mengevakuasi penumpang kapal yang terkena musibah, kemudian mengangkut mereka ke kapal induk. Setelah memperoleh pertolongan pertama, para korban diangkut ke darat menggunakan helikopter. (PM) |
|||||||||