|
|
Desember 2001 W a r n a |
|
MANAJEMEN MUDIK ANTIREPOT Sebagai hajatan nasional terbesar kedua setelah Pemilu, mudik menyimpan dinamika tersendiri. Kadang berbagai pengalaman mengesankan maupun merepotkan muncul di tengah perjalanan. Tahun lalu, putra Anda cuma satu. Kini, ditambah istri yang sedang mengandung, bahkan mertua yang di saat-saat terakhir memutuskan nebeng Anda. Kalau mikir repotnya, acara mudik bisa layu sebelum berkembang.
Untuk
menjaga berbagai kemungkinan, sebaiknya pasang jok khusus buat balita di
kursi belakang. Perhatikan, posisi duduk anak dan pelindungnya harus pas.
Misalnya, pengikat atau penyangga bagian atas harus melewati dada dan bahu,
sedangkan tali penjaga bawah menekan pinggang, bukannya perut. Buat ikatan
semoderat mungkin, tidak memberi peluang anak untuk nyeplos atau
sebaliknya, sesak napas.
Jangan
sembarang timbun Bukan
anak-anak namanya kalau tidak rewel. Untuk itu, jangan biarkan si kecil
kurang tidur sebelum memulai perjalanan. Bawa serta mainan kesayangannya,
supaya dia tidak memelototi objek tertentu saja. Kalau perhatiannya terfokus
pada satu hal, selain membosankan, buah hati juga bisa mual. Pada saat-saat
tertentu, buatlah permainan sederhana yang membuat si kecil melupakan durasi
perjalanan. Misalnya, sediakan hadiah-hadiah kecil yang membuat mereka bersemangat. Ada hadiah yang bisa dibuka hanya setelah sampai Cikampek, Cirebon, Surabaya, dan seterusnya. Ini akan merangsang anak mengenal medan mudiknya. Kalau perlu, lengkapi mereka dengan peta buta dan tantang untuk “main tebak-tebakan”. Namun, jangan membuat permainan yang memaksa otak bekerja terlalu keras. Setelah
itu, jangan lupakan tetek bengek si kecil yang lain. Mulai baju tidur
kesayangan, selimut kecil, handuk, topi, makanan ringan, susu, air minum dan
air panas, obat-obatan hingga buah-buahan. Tempatkan semua barang tadi di
satu tempat, agar mudah dijangkau. Tapi jangan di atas dasbor, jika mobil
mengerem mendadak, barang-barang tadi bisa terlempar dan melukai penumpang
di dekatnya. Setelah
memikirkan kepentingan anak-anak, mulailah berhitung dengan lama perjalanan.
Ini penting agar peralatan yang Anda bawa nanti tidak terlalu banyak atau
sedikit. ‘Kan lucu, mudiknya cuma seminggu, tapi pakaian yang dibawa buat
10 hari. Kira-kira saja, berapa setelan yang harus dibawa untuk
silaturrahim, berapa buat santai di perjalanan.
Di
jalan sebaiknya pilih busana praktis. Jangan terlalu terbuka, karena hawa
dingin AC bisa bikin masuk angin. Tidak juga terlalu tertutup atau warnanya
menyerap sinar matahari, lantaran bisa menumbuhkan rasa tak nyaman.
Kombinasi celana jins dengan kaus atau baju lengan pendek berbahan dril
sangat dianjurkan. Untuk menambah kehangatan, pakai jaket di waktu malam. Perhitungan
matang juga perlu dibuat saat membawa bekal minuman. Lebih baik jika setiap
anggota keluarga mempunyai botol minuman sendiri, lengkap dengan perkiraan
konsumsinya. Misalkan, jika orang dewasa bisa menghabiskan seliter per hari,
maka anak-anak mungkin setengahnya. Dengan begitu, lapar
serta jangan melakukan perjalanan lebih dari lima jam tanpa makan. Selain
itu, usahakan makan makanan ringan, tepat sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pilih makanan yang sedikit kandungan lemak dan minumlah banyak air. Nah, kalau semua bekal tadi sudah dipak dengan baik, tinggal atur penempatannya. Kebutuhan balita, makanan kecil, minuman, mainan, serta barang-barang yang sering dibutuhkan tiba-tiba, seperti senter, pisau kecil serbaguna dan sejenisnya, sebaiknya ditempatkan dalam satu tas. Sisanya boleh dicemplungkan dalam bagasi. Jika bagasi masih belum mencukupi, terpaksa atap mobil harus dipasangi roof rack. Memang harus mengeluarkan biaya tambahan, tapi apa daya, wong anggota keluarga yang ikut mudik bertambah, kok.
|
|||||||