|
|
Desember 2001 W a r n a |
|
"NYOPIR" DI LUAR NEGERI, SIAPA TAKUT? Bagi yang suka, berkelana di negeri orang naik mobil sewaan memang mengasyikkan. Selain bisa mengukur kemampuan diri, juga menantang.
Sejak
uji coba itu berhasil, saya jadi langganan menyewa mobil. Ngobjek
mengantar teman, saudara, atau para pejabat yang sedang bertugas di Belanda.
Banyak
aturan dan larangan. Tapi, demi keselamatan bersama, sebaiknya ikuti saja.
Di banyak negara, kecepatan maksimum di highway 100 km/jam, meski
beberapa negara bagian di AS mengizinkan sampai 110 km/jam. Jangan coba-coba
melanggar, karena jalanan dipasangi radar otomatis yang langsung merekam
nomor pelat mobil pelanggar, lengkap dengan hari, jam, menit, dan lokasi
kejadian. Keberadaan
radar ini dituliskan pada rambu di berbagai tempat. Jadi, walaupun sopir
asing, tidak ada alasan untuk tidak tahu. Beberapa contoh misalnya radar di
jalur Johor Baru - Kuala Lumpur, Malaysia, atau Jeddah - Mekkah, Arab Saudi,
yang jalannya sangat mulus, lurus, sehingga merangsang sopir untuk ngebut
sampai 150 km/jam. Latihan
“berkereta” di Singapura Layaknya akan mudik Lebaran, kita perlu membuat rencana perjalanan yang masuk akal. Amat baik bila ada anggota rombongan yang bisa diajak bergantian mengemudi. Pada dasarnya SIM Indonesia diterima di berbagai negara termasuk AS. Tapi untuk mengikuti aturan internasional, lebih baik buatlah SIM internasional di Polda atau Ikatan Motor Indonesia (IMI) setempat. Juga
lebih baik bila kita memiliki SIM jenis B-1, karena kita bisa menyewa kamper
(mobil dengan fasilitas tempat tidur), atau mobil besar dengan sembilan
tempat duduk. Untuk mengendarai mobil secara internasional, beberapa negara
mensyaratkan usia minimal 25 tahun, tapi banyak yang batasnya 21 tahun. Langkah
berikutnya, sesuaikan jadwal dengan musim setempat. Di Eropa, bulan Januari
- Februari tentu amat dingin. Perjalanan kita akan teralang salju, kecuali
bila memang niat bersalju-ria. Kalau menghendaki cuaca cerah, umumnya baru
April - November.
Demikian
pula di Amerika. Namun musim dingin akhir tahun di Los Angeles dan
sekitarnya (di pantai barat) biasanya sedikit lebih hangat. Pada 1 Januari
kita bahkan bisa berkendara dari Los Angeles ke Pasadena saat subuh untuk
nonton Parade Bunga Tahunan Pasadena, Tournament of Roses. Tapi jangan
mencoba Amerika Tengah, Utara, dan Timur. Salju melulu. Mengemudi dalam
salju memang tidak dianjurkan, karena perlu pemahaman khusus. Misalnya cara
menginjak rem dan menggunakan ban khusus. Bila
Amerika dan Eropa sedang dilanda salju, Australia justru sedang didera musim
panas. Di sini mobil berkemudi kanan seperti di Tanah Air. Tapi jarak
antarkota cukup jauh. Rute populer Sydney - Canberra - Melbourne - Adelaide
pp, nyaman ditempuh dalam 10 hari, sambil menikmati panorama Australia. Pada
hemat saya, latihan menyopir di luar negeri bisa dimulai di Singapura.
Berkeliling kota di sana pasti akan mengingatkan kita pada sopan-santun
berlalu lintas dan cara memarkir mobil yang baik dan aman. Sewalah
mobil (di sana disebut “kereta”), dan pergi menuju Malaysia. Tujuan
pertamanya Johor Baru. Sebelum masuk perbatasan negara Malaysia kita akan
berhadapan dengan peraturan aneh khas Singapura, yaitu tangki mobil harus
penuh. Kalau melanggar, kena denda. Itu karena harga BBM di Singapura jauh
lebih mahal ketimbang di Johor Baru yang 10 menit kemudian akan kita masuki. Melalui
jalan tol (lebuh raya, highway) perjalanan diteruskan ke Kuala
Lumpur. Esoknya ke Genting Highland, kota peristirahatan dan kota judi
terkenal. Bila punya waktu lebih dari seminggu, maka rute Ipoh - Penang -
Kuala Lumpur boleh juga ditelusuri. Namanya juga latihan, jadi cobalah
hindari makan nasi sehari penuh, persiapan nyopir di Eropa atau AS. Menurut
kebiasaan internasional, menyewa mobil mesti pakai kartu kredit. Karenanya,
sebelum berangkat lunasi dulu tunggakan kartu kredit, bila perlu minta
kenaikan batas kredit. Asuransi kecelakaan juga sangat perlu. Biasanya dapat
kita pesan sesuai lamanya di luar negeri. Penting pula menyiapkan kondisi
kesehatan anggota rombongan, termasuk obat-obatan. Jadi
gila di New York Self drive umumnya dimulai dan diakhiri di bandara. Hampir semua bandara di dunia dilengkapi gerai penyewaan mobil. Schipol Amsterdam dan Changi Singapura sangat efisien; mobil pesanan didapatkan di depan pintu keluar. Tapi di sebagian bandara di Amerika, gerainya jauh sekali. Ini jadi pertimbangan ketika penyewa mengembalikannya di hari terakhir. Terlambat sedikit akan kena tambahan sewa sehari. Rugi, ‘kan?
|
|||||||||||||||||