globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Desember 2001

W a r n a

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

"NYOPIR" DI LUAR NEGERI, SIAPA TAKUT?

Bagi yang suka, berkelana di negeri orang naik mobil sewaan memang mengasyikkan. Selain bisa mengukur kemampuan diri, juga menantang.

dok. agung sukatonPengalaman saya mengemudi mobil di luar negeri terjadi di Belanda tahun 1991. Mas Djoko, teman satu institut, mengajak keliling Eropa naik mobil. Mulanya saya ragu, apakah bisa nyopir dengan setir kiri di jalur kanan. Untung Mas Djoko dengan sabar melatih saya. Rute aman tapi agak ramai yang dipilih yakni jalur Amsterdam - Rotterdam. Jarak sekitar 75 km ditempuh dalam satu jam.

Sejak uji coba itu berhasil, saya jadi langganan menyewa mobil. Ngobjek mengantar teman, saudara, atau para pejabat yang sedang bertugas di Belanda.

Banyak aturan dan larangan. Tapi, demi keselamatan bersama, sebaiknya ikuti saja. Di banyak negara, kecepatan maksimum di highway 100 km/jam, meski beberapa negara bagian di AS mengizinkan sampai 110 km/jam. Jangan coba-coba melanggar, karena jalanan dipasangi radar otomatis yang langsung merekam nomor pelat mobil pelanggar, lengkap dengan hari, jam, menit, dan lokasi kejadian.  

Keberadaan radar ini dituliskan pada rambu di berbagai tempat. Jadi, walaupun sopir asing, tidak ada alasan untuk tidak tahu. Beberapa contoh misalnya radar di jalur Johor Baru - Kuala Lumpur, Malaysia, atau Jeddah - Mekkah, Arab Saudi, yang jalannya sangat mulus, lurus, sehingga merangsang sopir untuk ngebut sampai 150 km/jam.

 

Latihan “berkereta” di Singapura

Layaknya akan mudik Lebaran, kita perlu membuat rencana perjalanan yang masuk akal. Amat baik bila ada anggota rombongan yang bisa diajak bergantian mengemudi. Pada dasarnya SIM Indonesia diterima di berbagai negara termasuk AS. Tapi untuk mengikuti aturan internasional, lebih baik buatlah SIM internasional di Polda atau Ikatan Motor Indonesia (IMI) setempat.

Juga lebih baik bila kita memiliki SIM jenis B-1, karena kita bisa menyewa kamper (mobil dengan fasilitas tempat tidur), atau mobil besar dengan sembilan tempat duduk. Untuk mengendarai mobil secara internasional, beberapa negara mensyaratkan usia minimal 25 tahun, tapi banyak yang batasnya 21 tahun.

Langkah berikutnya, sesuaikan jadwal dengan musim setempat. Di Eropa, bulan Januari - Februari tentu amat dingin. Perjalanan kita akan teralang salju, kecuali bila memang niat bersalju-ria. Kalau menghendaki cuaca cerah, umumnya baru April - November. 

JANGAN MENGEMUDI

DI... KARENA ...
Beijing Orang asing dilarang
Jeddah/Mekkah Rambu tulisan Arab dan peta tidak akurat, ada daerah yang tidak boleh dimasuki orang asing.
New York Macet, sopir brutal, sulit parkir
India Mobil sewa tidak safe, lalu lintas bebas
Bangkok Macet (dalam kota)
Pakistan/ Bangladesh Keamanan tidak terjamin

Demikian pula di Amerika. Namun musim dingin akhir tahun di Los Angeles dan sekitarnya (di pantai barat) biasanya sedikit lebih hangat. Pada 1 Januari kita bahkan bisa berkendara dari Los Angeles ke Pasadena saat subuh untuk nonton Parade Bunga Tahunan Pasadena, Tournament of Roses. Tapi jangan mencoba Amerika Tengah, Utara, dan Timur. Salju melulu. Mengemudi dalam salju memang tidak dianjurkan, karena perlu pemahaman khusus. Misalnya cara menginjak rem dan menggunakan ban khusus.

Bila Amerika dan Eropa sedang dilanda salju, Australia justru sedang didera musim panas. Di sini mobil berkemudi kanan seperti di Tanah Air. Tapi jarak antarkota cukup jauh. Rute populer Sydney - Canberra - Melbourne - Adelaide pp, nyaman ditempuh dalam 10 hari, sambil menikmati panorama Australia.

Pada hemat saya, latihan menyopir di luar negeri bisa dimulai di Singapura. Berkeliling kota di sana pasti akan mengingatkan kita pada sopan-santun berlalu lintas dan cara memarkir mobil yang baik dan aman.

Sewalah mobil (di sana disebut “kereta”), dan pergi menuju Malaysia. Tujuan pertamanya Johor Baru. Sebelum masuk perbatasan negara Malaysia kita akan berhadapan dengan peraturan aneh khas Singapura, yaitu tangki mobil harus penuh. Kalau melanggar, kena denda. Itu karena harga BBM di Singapura jauh lebih mahal ketimbang di Johor Baru yang 10 menit kemudian akan kita masuki.

Melalui jalan tol (lebuh raya, highway) perjalanan diteruskan ke Kuala Lumpur. Esoknya ke Genting Highland, kota peristirahatan dan kota judi terkenal. Bila punya waktu lebih dari seminggu, maka rute Ipoh - Penang - Kuala Lumpur boleh juga ditelusuri. Namanya juga latihan, jadi cobalah hindari makan nasi sehari penuh, persiapan nyopir di Eropa atau AS.

Menurut kebiasaan internasional, menyewa mobil mesti pakai kartu kredit. Karenanya, sebelum berangkat lunasi dulu tunggakan kartu kredit, bila perlu minta kenaikan batas kredit. Asuransi kecelakaan juga sangat perlu. Biasanya dapat kita pesan sesuai lamanya di luar negeri. Penting pula menyiapkan kondisi kesehatan anggota rombongan, termasuk obat-obatan.

 

Jadi gila di New York

Self drive umumnya dimulai dan diakhiri di bandara. Hampir semua bandara di dunia dilengkapi gerai penyewaan mobil. Schipol Amsterdam dan Changi Singapura sangat efisien; mobil pesanan didapatkan di depan pintu keluar. Tapi di sebagian bandara di Amerika, gerainya jauh sekali. Ini jadi pertimbangan ketika penyewa mengembalikannya di hari terakhir. Terlambat sedikit akan kena tambahan sewa sehari. Rugi, ‘kan?

 

 «     1  2  3     »

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/