|
|
Bulan Februari 2001
|
|
Seribu Manfaat Air Meski bergaul, terlibat amat erat setiap hari, tak urung banyak juga rahasia keunggulan air yang terlewatkan. Ternyata sobat lama kita ini amat banyak khasiatnya. Ternyata pula, ketergantungan kita terhadap air tak sebatas pengusir rasa haus belaka.
Mandi dua kali sehari dan cuci rambut
paling telat tiga hari sekali sangat dianjurkan pakar kesehatan dan
kebugaran. Alasannya, sentuhan air bersih dengan tubuh membuat badan
terasa segar dan bugar kembali. Untuk menjaga kecantikan pun,
kebersihan tubuh harus benar-benar diperhatikan; ditambah lagi minum
air putih 8 - 10 gelas sehari. Bahkan air juga banyak dimanfaatkan
oleh para pemeluk agama dan aliran kepercayaan, misalnya untuk air
wudhu, air baptis, sarana mengusir roh jahat, dll.
Sejak ratusan tahun sebelum Masehi bangsa Rowawi sudah mengenal
khasiat mandi, entah mandi susu atau berendam di kolam air bersih yang
dilengkapi pancuran dan wewangian. Tujuannya agar tubuh bersih, sehat,
dan wangi.
Spa yang kita kenal sekarang tak cuma dihubungkan dengan air,
melainkan juga dengan perawatan kecantikan, kesehatan jiwa-badan,
serta kebugaran, yang menyertakan bahan-bahan atau cara alami seperti
perawatan wajah dan tubuh dengan aromaterapi, mandi rempah, body
scrub, body wrap, pengaturan gizi, yoga, meditasi. Namun
konsep Spa itu sendiri asal-muasalnya hanya berkaitan dengan air.
Istilah "spa" diambil dari bahasa Yunani sante par aqua,
artinya kesehatan melalui terapi air.
Di Eropa budaya spa sudah berkembang pada abad XVII. Pada masa itu
sudah banyak orang berlibur untuk mencari sumber air mineral guna
menanggulangi gangguan kesehatan. Tak usah jauh-jauh, di daerah
Kesultanan Yogyakarta juga masih terlihat peninggalan permandian Taman
Sari tempat para putri Keraton mandi untuk membersihkan diri agar
terlihat lebih cantik.
Air untuk kesuburan
Menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosis di London,
Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darahnya
akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar. Ditambahkan lagi bahwa
mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih
dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan
virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat
meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon
estrogen pada wanita. Dengan demikian kesuburan serta kegairahan
seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku
lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik,
kerusakan kulit, penyakit saluran napas, usus, penyakit kewanitaan,
dll.
Kini malah pelbagai macam pengobatan alternatif ditawarkan dengan cara
kungkum (berendam) di dalam air mengandung magnet, kadar garam
tinggi, belerang atau zat kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan.
Katakanlah Ciater, sekitar 32 km utara Bandung, sudah lama dikenal
masyarakat sebagai daerah wisata sejuk dengan daya tarik tambahan, air
panas alami. Mereka meyakini, air panas alami di sana dapat membantu
mengobati penyakit. Memang, berdasarkan penelitian, air panas Ciater
mengandung bahan mineral aluminium cukup tinggi. Menurut klasifikasi
balneologi (ilmu yang mempelajari khasiat terapi mandi), air panas
Ciater termasuk dalam kategori calcium magnesium chloride sulfate
thermomineral hypertherma dengan kandungan aluminium tinggi(38,5%)
serta pH sangat asam (2,45).
Selain untuk pengobatan kulit, air Ciater efektif untuk pengobatan
kelumpuhan, misalnya karena stroke. Pasalnya, bisa membantu memperkuat
kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran
darah dan sistem pernapasan. Efek hidrostatik dan hidrodinamik air
Ciater membantu menopang berat badan saat latihan berjalan. Sedangkan
efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan
sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan
otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.
Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan
sulfat dalam air Ciater, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga
meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan
kulit. Maklum saja, karena lingkungan yang sangat asam kuman-kuman
akan mati.
Di Laut Mati, yang kadar garamnya paling tinggi sedunia, wisatawan pun
dianjurkan berendam untuk menyembuhkan pelbagai macam penyakit. Entah
sampai di mana khasiatnya belum diteliti dengan jelas.
Cipratan air mancur pada tubuh pun akan terasa seperti pijatan,
sehingga tubuh akan merasa lebih relaks. Para pakar pengobatan
alternatif bahkan menyatakan, bersentuhan dengan air mancur,
berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan
banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion
negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu
bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit,
serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam
aliran darah akan mempercepat pengiriman paket oksigen ke dalam sel
dan jaringan. Mandi menggunakan shower di rumah pun mempunyai
efek menghasilkan ion negatif.
Di negara maju terapi air juga sudah banyak dilakukan. Dua pakar asal
Jerman, Vincenz Priesnitz dan Pastor Sebastian Kneipp, memanfaatkan
air hangat dan dingin. Semula pasien dimasukkan ke dalam bak air
hangat agar berkeringat, kemudian dipindah ke bak air dingin, lalu
diminta pula untuk berjalan-jalan sebentar agar berkeringat lagi.
Terakhir, pasien mandi lagi dengan air dingin. Pertukaran suhu dari
panas ke dingin inilah yang menjadi kunci rahasia pengobatan ini.
Manfaatnya untuk menstabilkan kerja jantung dan peredaran darah.
Cara serupa sebenarnya juga sudah banyak dianjurkan oleh ahli
pengobatan alternatif di Indonesia. Caranya, mandi atau menyiram tubuh
dengan air hangat, kemudian berendam sebentar dalam air dingin
(bersuhu 18oC). Bahkan konon terapi ini bisa meningkatkan
kesuburan pria maupun wanita.
Ketegangan otot pun bisa dijinakkan dengan mandi air hangat bersuhu
sekitar 37oC. Selagi kaki terasa pegal kita sering
dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit
garam, maka pegal pun sirna.
Ada lagi terapi unik, gabungan antara terapi air dan bunyi. Liquid
sound, dipraktikkan di Klinik Bad Sulza, Rhuringen, Jerman.
Caranya, dengan kedua tangan disilangkan di belakang, tubuh pasien
diapungkan di permukaan air kolam dalam posisi telentang. Tubuhnya
bisa terapung seperti di Laut Mati karena air kolam tersebut
mengandung garam 3%.
Dalam posisi seperti itu telinga pasien yang terendam di dalam air
bisa mendengar dengan jelas alunan musik yang mengalun lewat beberapa
pengeras suara, yang dipasang di dasar kolam. Jenis musiknya atas
pilihan pasien, kebanyakan yang lembut sehingga bisa menenangkan.
Konon sehabis berendam, badan terasa enteng dan segar. Pikiran pun
bertambah terang.
Banyak minum, tubuh bugar
Khasiat air tak berhenti pada soal mandi atau berendam saja. Tidak
kalah penting khasiat air putih bila diminum. Selain makanan, air
sangat diperlukan oleh tubuh kita. Seseorang yang kekurangan makan
masih dapat bertahan sampai beberapa hari, tapi kekurangan air bisa
berakibat fatal, karena air merupakan bagian terbesar dari komposisi
tubuh manusia.
Dalam tubuh seorang pria dengan berat rata-rata 70 kg, menurut Dr.
Elvina Karyadi, MSc, ahli gizi, kandungan air di dalam tubuhnya
kira-kira 45 l. (Pada wanita, kandungan airnya sedikit lebih rendah
sebab komposisi lemak tubuhnya lebih besar.) Dari total kandungan air
45 l di atas, sekitar 30 l terdapat dalam sel tubuh kita
(intraseluler) sedangkan 15 l berada di luar sel (ektraseluler). Yang
termasuk air di luar sel adalah air dalam cairan otak, cairan mata dan
hidung, termasuk juga cairan pada saluran pencernaan.
Menurut sumber lain, kandungan air dalam otak 83%, ginjal 82%, jantung
79%, paru-paru 80%, tulang 22%, dan darah 90%. Bila kandungan air
dalam masing-masing organ tersebut tetap dipertahankan sesuai
kebutuhan, maka organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya bila
menurun, fungsinya juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh
bakteri, virus, dll. Maka bisa dibayangkan betapa besar peran air
dalam tubuh kita.
Untunglah tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan
keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus
pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan
asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2 - 2,5 l
(8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk
asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto, dll), minuman
seperti susu, teh, kopi, sirup dll. Selain itu, asupan air juga
diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan
metabolisme jaringan di dalam tubuh.
Betapa penting asupan air setiap hari, juga bisa dilihat dari
banyaknya air yang pasti dikeluarkan dari tubuh setiap hari melalui
beberapa mekanisme. Ada yang melalui air seni, tinja, keringat, dan
juga melalui saluran pernapasan.
Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 l/hari.
Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400
g/hari, kandungan airnya sekitar 60 - 90% bobot tinja atau sekitar 50
- 60 ml air sehari.
Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam
sehari maksimum 1 l, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor
pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam,
kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air
yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara
sekitarnya.
Tubuh kita akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan
pengisian kurang cepat dilaksanakan. Jelas, karena ada hubungan yang
sangat erat antara kualitas dan kandungan air dalam tubuh dengan
respons tubuh kita.
Dr. James M. Rippe, kardiolog dari AS menyarankan untuk minum paling
sedikit 1 l lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita.
Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan
kinerja kita sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita
akan mulai merasa lemah dan lesu.
Semakin banyak kita melakukan aktivitas, air akan lebih banyak
terkuras dari tubuh. Apalagi orang yang tinggal di negara tropis di
mana energi yang dikeluarkan lebih banyak. Sebab itu, para pakar
kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus.
Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan
kebiasaan sehat!
Itu artinya, bekerja di ruang ber-AC pun menuntut kita untuk minum
lebih banyak, sekalipun tidak merasa haus. Sebab, di ruangan ber-AC
kita akan lebih cepat mengalami dehidrasi. Bahwa banyak minum akan
membantu kulit tidak cepat kering penting diperhatikan tak hanya oleh
mereka yang sehari-hari bekerja di ruang ber-AC, namun juga oleh
mereka yang bekerja dalam ruangan yang suhunya tidak tetap. Suhu naik
turun menyebabkan kelembapan ruangan juga tidak menentu. Dengan minum
air akan membantu menetralisasikan pengaruh perubahan tersebut.
Air putih juga bersifat "menghanyutkan" kotoran-kotoran
dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin
menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa
agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang
masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun
yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang; tidak terlalu
panas, dan tidak terlalu dingin.
Menyadari betapa air amat menunjang kebugaran, kesehatan dan
kecantikan tubuh, tak ada salahnya kita memelihara persahabatan dengan
sobat lama kita ini. Selama kita masih dapat menikmati khasiatnya,
mari manfaatkan sebaik-baiknya. (Nanny Selamihardja) |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||