globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Februari 2001

Intisari berduka cita atas meninggalnya Bapak Slamet Soeseno

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

PUTRA PERTAMA NEGERI ADIDAYA

Sejak 20 Januari 2001, George Walker Bush memulai tugas sebagai presiden ke-43 AS. Ia harus bekerja keras mengingat kemenangan amat tipisnya dari calon Partai Demokrat Al Gore. Keraguan menghadang karena banyak kelemahannya diketahui publik. Namun dengan segala kekurangannya, ternyata ia berhasil mewujudkan ambisi dinasti Bush dan Walker yang sejak beberapa generasi telah memupuk tradisi kepemimpinan, seperti dituturkan oleh Bill Minutaglio dalam First Son – George W. Bush and The Bush Family Dynasty (1999).

George Walker Bush tak punya prestasi olahraga, kecuali sebagai pendukung atau pemilik tim bisbol, kendati olahraga telah menjadi bagian dari keluarga besar Bush-Walker selama beberapa generasi. Sama minimnya adalah kemampuan musik, padahal kesenian itu juga menjadi bagian hidup kakek-nenek buyutnya sejak beberapa abad lalu.

Ia dicibir saat berkampanye untuk kursi gubernur Texas pada 1994. Kemampuannya dinilai jauh di bawah ayahnya, mantan penerbang angkatan laut yang kemudian jadi Presiden AS 1988 – 1992. Namun lelaki yang dari dulu dipanggil Georgie, Little George, George W., atau George Dubya itu duduk juga di kursi Gubernur Texas.

Cibiran itu mungkin beralasan. Karena selain memang tidak terlalu cerdas, George W. juga pelupa dan sulit menghapal nama. Ia misalnya, begitu mudah memberi paraban (julukan) kepada banyak orang sesuai karakter atau bentuk fisik mereka, karena malas menghapalkan nama. Nama tempat, jabatan, nama negara lain beserta nama kepala negaranya, juga tak banyak tersimpan di dalam memorinya.

Namun pasti ada keistimewaan jika ia sampai dua kali menjabat gubernur negara bagian, dan akhirnya terpilih menjadi presiden ke-43 AS.

"Olahraga" adalah nama tengah keluarga

George Walker Bush lahir di New Haven Hospital pada pukul 12.30 tanggal 6 Juli 1946, sebagai anak sulung pasangan George Bush dan Barbara Pierce. Ayahnya adalah pewaris nama keluarga Bush-Walker yang sangat ternama, sekaligus pilot angkatan laut yang terlibat dalam PD II. Sedangkan ibunya adalah putri pendiri McCall Publishing Company yang dari garis leluhurnya merupakan keturunan presiden ke-14 AS, Franklin Pierce.

Sedangkan ayah George tua, alias kakek George Walker, Prescott, kelahiran 1895, pernah menjadi pemain bisbol kenamaan. Ia juga pemain football, sekaligus pemegang rekor pada masa awal turnamen golf U.S. Senior Championships. Teman-temannya semasa kuliah di Yale mengenang kemampuannya yang luar biasa dalam menghapal nama. Prescott juga pemain bas gitar pada The All-Time Whiffenpoof Quartet di Yale.

Sebagai tentara anggota Connecticut National Guard Prescott bertempur di perbatasan Texas-Meksiko tahun 1916. Ketika berpangkat kapten AD ia bergabung dengan satuan artileri di Prancis dalam PD I. Seusai perang ia menjadi senator mewakili Connecticut, duduk di dewan penyantun Universitas Yale, komisaris Prudential Insurance, Pan American Airways, CBS, dan Dresser Industries – yang kemudian tumbuh menjadi konglomerat perminyakan.

Prescott Bush juga aktif di bursa Wall Street, dan bermitra dalam investasi dengan mertuanya, George Herbert Walker yang keturunan sastrawan Cambridge abad XVII yang dijuluki "public orator". Keluarga Walker adalah perintis dan penyandang dana pembangunan Madison Square Garden, The Belmont Race Track, juga mendirikan klub bisbol New York Mets. Semuanya dilakukan atas nama kecintaan dan perhatian pada olahraga. Tak salah jika Dorothy Walker suatu saat pernah mengatakan,

"Semua anggota keluarga kami cinta pada sport, dan 'olahraga' adalah nama tengah keluarga kami."

Cerita sedih

Lima hari sebelum Natal 1949, lahir adik perempuan George Walker, Pauline Robinson, yang kemudian dipanggil Robin. Nama itu dipilihkan untuk mengenang ibu Barbara Bush yang dua bulan sebelumnya meninggal dunia karena kecelakaan mobil.

Ketika itu, George Walker sering diajak ayahnya mengunjungi sumur minyak dan perusahaan lain milik ayahnya di Texas. Sementara kakeknya, Senator Prescott Bush, juga sering berkunjung. Pada 11 Februari 1953, lahir adik laki-laki George Walker, yang oleh orang tuanya diberi nama John Ellis Bush dan dipanggil Jeb.

Hanya beberapa minggu setelah kelahiran Jeb, Robin yang baru berusia tiga tahun menderita kelainan. Ahli pediatri di Texas Barat, Dr. Dorothy Wyvell, dengan hati-hati menyampaikan kesimpulan sementara, yakni semacam leukemia namun tidak jelas benar.

George Bush berkonsultasi dengan pamannya, John Walker, pimpinan rumah sakit terkemuka di New York, Memorial Sloan-Kettering. Akhirnya di tempat itulah Robin menjalani serangkaian pengobatan.

Satu periode terapi selesai, ia pun dibawa kembali ke Texas, untuk kemudian berobat lagi di lain waktu. Ayah dan ibunya selalu mengantar naik pesawat pinjaman dari para pengusaha minyak. Tapi pengobatan dan perhatian selama tujuh bulan tak bisa mencegah kepergian Robin. Pada 11 Oktober 1953, gadis kecil itu pun meninggal di New York. Setelah upacara penghormatan jenazah, suami-istri George-Barbara Bush memutuskan untuk menyumbangkan jenazah Robin bagi penyelidikan ilmiah.

George Walker yang belum paham arti kematian hanya bertanya kepada ayahnya dalam acuan pelajaran sekolah, "Karena dunia berputar, apakah adik sekarang sedang meninggal dengan kepala di bawah?"

Pada 1955, produksi minyak Texas meningkat pesat. George Bush, sekalipun tetap di Midland, mengajak keluarganya pindah ke rumah yang lebih besar dan lebih mewah, dengan para pembantu yang bergiliran kerja. Tak lama kemudian lahirlah Neil Mallon Bush. Setahun berikutnya, 1956, lahir Marvin Pierce Bush. Empat bersaudara yang masih kecil-kecil itu sangat butuh bimbingan, dan Barbara adalah ibu yang selalu memberi perhatian, bahkan ketika mereka main bisbol.

Menjelang akhir dekade 1950-an, keadaan makin baik. Kota Midland bertambah populasi hingga 186% sejak 1950. Ada 40.000 penduduk baru, dan perusahaan minyak pun jumlahnya mencapai 750 buah. Jabatan resmi George Bush adalah Presiden Direktur Zapata Off-Shore, anak perusahaan Zapata Petroleum - pada 1970-an perusahaan ini merger dengan Pennzoil Corporation. Ia pun makin sering berpergian, juga bergaul dalam lingkungan para pengusaha di Houston.

Agustus 1959 lahir si bungsu Dorothy Walker Bush. Lima anak berturut-turut masuk ke Kinkaid School, salah satu sekolah swasta paling eksklusif di Texas. Namun baru dua tahun George Walker sekolah di Kinkaid, orang tuanya memindahkan dia ke Phillips Academy di Andover. Maksud mereka, selain dianggap akan memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas, George Walker diharap bisa ikut tim basket dan bisbol sekolah.

George kecil memang bergabung dengan tim olahraga itu, namun tak terlalu menonjol. Yang justru disenanginya adalah bergabung dengan The Spanish Club, kelompok murid yang menerapkan komunikasi bahasa Spanyol selama sembilan jam per minggu. Tapi aktivitas George Walker yang sempat membuat gurunya tercengang adalah ketika ia menyusun karangan sebagai tugas pertama pelajaran bahasa Inggris: cerita sedih tentang kematian Robin. Ia bercerita tentang betapa emosinya terganggu oleh kepergian adiknya, dan betapa keluarga besar Bush-Walker terguncang oleh peristiwa menyedihkan itu.

Tokoh mahasiswa itu ditangkap polisi

Juni 1964, George Walker tamat SMU di Andover. Tak ada pikiran lain kecuali meneruskan kuliah di kampus para leluhurnya, Yale.

Di universitas itu ia terlibat dalam aneka diskusi dengan berbagai kelompok afiliasi politik. Pada saat yang sama, ayahnya mulai memperkenalkan kehidupan politik dengan berkampanye menjadi senator. George Bush senior menapak jalan politik setelah ayahnya, Prescott Bush, pada 1962 menyatakan mundur dari kancah politik.

"Lagi pula saya telah memiliki pengganti yang lebih muda," kata Prescott menunjuk anak keduanya, George Bush.

Dalam usia 18, George Walker mendampingi ayahnya dalam kampanye merebut kursi senat negara bagian Texas. Ia mulai belajar mengenai visi ayahnya, keberatannya atas kebijakan yang ditempuh Presiden Lyndon B. Johnson soal undang-undang hak sipil, tentang perjanjian nuklir, tentang penambahan bantuan luar negeri, juga mengenai pembelanjaan anggaran secara ngawur demi memerangi kemiskinan. Semua dengan argumentasi yang bisa diterima George Walker.

Apa mau dikata, hasil pemilihan menunjukkan bahwa George Bush yang konservatif kalah oleh Ralph Yarborough yang lebih liberal. Seluruh anggota keluarga besar sulit menerima kenyataan ini. Namun George Walker disadarkan oleh pembimbing rohani Yale, William Sloane Coffin Jr. "Saya tahu kualitas dan kapasitas ayahmu. Tapi ternyata ia dikalahkan oleh orang yang lebih baik," ucap Coffin.

Kesadaran itu rupanya mewarnai pikiran George Walker di masa-masa kemudian. Sekalipun keluarganya punya kekayaan dan tradisi ketokohan yang besar, masih ada orang lain yang lebih baik daripada ayahnya. Maka ia memprotes ketika dipilih oleh teman-temannya sebagai pemimpin sebuah kelompok mahasiswa. Tapi sekali lagi, atas nama keluarga besar, ia tak bisa menolak.

Sebagai pimpinan kelompok ia tak cuma ikut dalam kegiatan diskusi dan tugas rutin, melainkan juga saat bermain di luar kampus. Sampai suatu hari di bulan Desember 1964, rombongan George Walker yang membuat gaduh lingkungan ditangkap polisi atas tuduhan disorderly conduct alias kenakalan.

Nama keluarga pun cemar. Apalagi ayahnya yang baru sebulan memulai kampanye dalam usaha berikut di kancah politik untuk menjadi anggota Kongres. Tapi untunglah, aib itu tak berlarut-larut. Dakwaan dibatalkan sidang pengadilan sehingga tak menghalangi George Bush untuk terpilih menjadi anggota Kongres.

Beberapa tahun dilalui, dan di setiap libur antarsemester George Walker mendapat pekerjaan sambilan. Baik sebagai pengantar surat, kurir, penghubung perusahaan, atau sebagai salesman dengan gaji antara AS $ 100 - 212 per bulan.

George Walker juga mulai mendekati Cathryn Wolfman, gadis asal McAllen di dekat perbatasan Texas-Meksiko, tetangganya di Houston. Semasa SMU di Houston, Cathryn adalah atlet yang berprestasi. Ia melanjutkan kuliah di Smith College di Massachusetts, namun kembali ke Houston setelah cedera berat karena kecelakaan ski. Gadis dari keluarga berpengaruh di kota asalnya itu kemudian masuk ke Rice University, perguruan tinggi yang acap disebut "the Harvard of the South".

Persis seperti ayah

Berbeda dengan kakak dan para leluhur, Jeb Bush tak ingin kuliah di Yale. Satu-satunya perguruan tinggi yang dia minati adalah Texas University di Austin. Karena di tempat itu politik dibahas dan diikuti secara lebih terbuka, sehingga tidak menciptakan sekat-sekat kepentingan seperti halnya di Yale.

Bagi Jeb, kakak sulungnya adalah makhluk lucu penuh ironi.

"Di satu sisi hidupnya menggebu-gebu dengan gerakan politik, di lain sisi berurusan dengan polisi karena kenakalan. Ketika ia ditangkap polisi untuk kedua kalinya pun, sebabnya adalah tawuran saat tim kampusnya bertanding bisbol melawan Princeton," kata Jeb.

Hal lain yang lucu, menurut Jeb, adalah kakaknya cepat-cepat mengajak Cathryn bertunangan, agar sama seperti ayahnya yang bertunangan selagi kuliah. Namun akhirnya mereka tak jadi menikah, karena keluarga Cathryn berkeberatan punya menantu pria yang memikul beban reputasi keluarga.

Kendati tak suka perang (ia bahkan amat setuju dengan ucapan temannya, "Jumlah pemuda kita yang mati di Vietnam berlipat kali jumlah yang mati kecelakaan sepeda motor."), George Walker masuk AU-AS karena ingin menjadi penerbang pesawat tempur seperti ayahnya. Setamat Yale, 1967, ia memang menjadi penerbang F-102 sampai berpangkat letnan.

Keanggotaannya di Texas Air National Guard mestinya baru berakhir 26 Mei 1974. Namun ia pamit lebih awal untuk masuk ke Harvard Business School di Boston, Massachusetts. Ayahnya kecewa, temannya bertanya-tanya. Apakah George Walker akan merintis jalan jadi pengusaha perminyakan (kepada seorang teman ia pernah bercita-cita mendirikan perusahaan minyak sendiri dengan nama Bush Oil), ataukah mengisi bagasi untuk bekal terjun ke politik?

Si bujang tua masuk politik

George Walker menamatkan kuliah di Harvard Business School pada 1975, setelah pada masa libur menjelang lulus mengunjungi ayahnya yang sedang bertugas sebagai wakil AS di Cina. Ia pergi bersama tiga adiknya, Marvin, Neil, dan Dorothy, sementara Jeb tidak. Jeb baru saja menikah dengan perempuan Meksiko Columba Garnica yang ditemuinya saat berpraktik kerja di Meksiko menjelang lulus kuliah.

Wawasan politik George Walker bertambah. Apalagi ia diajak ayahnya dalam beberapa kesempatan bertemu dengan Richard Nixon dan para politikus lain. Ia mengikuti terus karir ayahnya yang sepulang dari Cina berminat menduduki kursi Gedung Putih.

Ketika Gerald Ford naik menggantikan Nixon, ia sesungguhnya menginginkan Bush untuk mendampinginya sebagai Wapres. Namun karena Bush dinilai terlalu "Nixon loyalist", risiko politiknya terlalu tinggi. Ford memilihkan jabatan direktur CIA buat Bush. Sekalipun tahu bahwa dirinya "dipinggirkan", Bush (tua) menerima juga jabatan itu pada 1976. Ia memerlukan waktu untuk mengumpulkan bekal buat pencalonan diri sebagai Wapres di masa mendatang.

Ternyata hal itu pun tidak bisa berlangsung cepat, karena setelah Gerald Ford, kepemimpinan Gedung Putih dipegang kekuatan Partai Demokrat dengan Jimmy Carter sebagai presiden. Namun satu hal membangkitkan kegembiraan Bush, yakni keinginan anaknya untuk terjun ke politik seperti dirinya dan kakek Prescott.

Bulan Juli 1977 George Walker berkampanye untuk kedudukan di Nineteenth Congressional District. Neil, adiknya, bertindak sebagai manajer kampanye. Wilayah itu terdiri atas tiga kota penting yakni Midland, Odessa, dan Lubbock. Sedikit masalah dia hadapi, yakni kenyataan bahwa Lubbock bukanlah kawasan industri dan bisnis, tetapi pertanian dan perkebunan.

Sementara ia harus berkampanye dengan memancing simpati warga lewat rencana kebijakan bidang pertanian – sesuatu yang tidak dikuasainya. Akhirnya George Walker bersiasat menutupi kelemahan dengan pesan berulang-ulang, bahwa kampanye itu dilakukan demi dirinya, bukan demi ayahnya.

Kegiatan politik makin padat, sementara tak ada tanda-tanda George Walker akan menemukan calon pasangan hidup dengan kemampuan sendiri. Maka seorang kerabat memperkenalkannya kepada Laura Welch, pustakawati sekolah dasar lulusan Southern Methodist University. Perempuan kelahiran 4 November 1946 ini putri tunggal pasangan Harold dan Jenna Welch, developer dan kontraktor perumahan besar di Midland.

Semula Laura enggan karena ia tak tahu dan tak suka politik. Tapi ia sadar, usianya yang sudah 30 akan semakin merugikan kalau ia tak membuka diri bagi calon pasangan hidup.

Benar saja, dalam sebuah pertemuan keluarga sambil ber-barbecue di pelataran belakang rumah keluarga Bush di Midland, Agustus 1977, Laura diajak seorang kerabatnya untuk berkunjung. Keduanya dibiarkan berbicara sendiri. Yang kemudian terjadi, menurut Laura, George Walker terus nyerocos berbicara tentang banyak hal, sementara dia mendengarkan.

"Tapi setidaknya dia berhasil membuat saya tertawa," cerita Laura kepada ibunya.

Jenna Welch semula khawatir, kejadian Laura ditinggalkan pemuda yang pernah diperkenalkan kepadanya di masa kuliah dulu, akan terulang. Tapi ternyata George Walker berbeda. Ia langsung bicara tentang rencana pernikahan pada beberapa perjumpaan berikutnya.

Setelah beberapa kali George Walker dan Laura berkunjung ke paman dan neneknya di Houston, kesepakatan tanggal pernikahan pun tiba: 5 November 1977, sehari setelah ulang tahun ke-31 Laura. Upacara dilangsungkan di First United Methodist Church, di hadapan 70 undangan. Maka julukan bujang tua tak populer pun tak ada lagi.

Menerima kekalahan

Tak ada waktu bagi pasangan Gorge Walker dan Laura untuk berbulan madu. Penyesuaian dilakukan dalam waktu cepat. Agak sulit bagi Laura karena ia baru tiga bulan mengenal pasangannya. Namun sejak awal ia tahu, segera setelah menikah, George Walker segera berkampanye merebut kursi keanggotaan Kongres.

Laura mendukung dengan pertimbangan sederhana: politik adalah soal kesempatan.

"Banyak calon anggota Senat, Kongres, atau gubernur yang gagal di sekitar kami karena mereka tak segera berpacu ketika saatnya tiba. Tapi George saya pikir cukup cerdas sehingga bisa mengkalkulasi kesempatannya," kata Laura.

Rupanya kesederhanaan cara pikir Laura tak mendapati kenyataan. Lewat pertarungan ketat sepanjang paruh kedua tahun 1978, George Walker kalah oleh calon Partai Demokrat yang agresif berusia 35, Kent Hance. George Walker unggul tipis di Midland dan Odessa, tetapi mayoritas pemilih di Lubbock tak menghendakinya.

"Orang tua dan leluhur saya adalah petani. Saya mengerti betul persoalan Texas, tidak seperti George Walker Bush yang keluarganya sejak dulu berpolitik dan membuat aneka kebijakan yang mengganggu kelangsungan tanah kita," kata Hance dalam kampanye puncak Oktober 1978.

George Walker terpuruk kecewa. Ambisinya jadi senator kandas. Ia sadar, setelah beberapa kali mencari kesamaan dalam banyak hal dengan ayahnya, kini nasibnya benar-benar disamakan. Gagal dalam kesempatan pertama. Ternyata Kakek Prescott pun gagal dalam pemilihan pertama menuju kursi Senat pada 1950, dan baru menang dua tahun kemudian.

Tetapi George Walker yakin akan kesempatan kedua, dan bahkan seterusnya. Ia harus benar-benar "masuk" sebagai orang Texas jika di masa mendatang ingin diterima. Pada saat yang sama ia harus menimba lebih banyak lagi bekal dari ayahnya.

Ia mengikuti terus aktivitas ayahnya sebagai senator sampai George Bush senior mendampingi calon Partai Republik Ronald Reagan. Pemilu tahun 1980 menjadi saksi keberhasilan duet Reagan dan ayahnya terpilih sebagai Presiden dan Wapres AS.

Kehamilan yang penuh risiko

Musim panas di awal 1981, Laura mengandung. Dokter menyimpulkan bayinya kembar. Pasangan George Walker dan Laura sejak awal memang berharap-harap cemas soal kemungkinan mempunyai anak. George Walker 35 tahun, sedangkan Laura 33. Apalagi kenyataan di lingkungan mereka menunjukkan, cukup banyak pasangan yang, meskipun kaya, tidak dikaruniai anak. Ketika waktu makin mendesak, kebanyakan lebih memilih adopsi daripada mengandung sendiri.

Ketika kandungan membesar, di musim gugur wabah toksemia menjalar. George Walker makin cemas. Ia memindahkan istrinya dari Midland ke Baylor Hospital di Dallas untuk beristirahat dan mendapatkan pengawasan ketat.

Semula bayi kembar itu diprakirakan akan lahir mendekati Natal. Namun para dokter khawatir akan risiko yang lebih buruk. Maka diputuskanlah lima minggu sebelum tanggal prakiraan.

"Anda harus segera datang menandatangani persetujuan operasi caesar untuk istri Anda. Kami merencanakannya besok, atau istri Anda mengalami gagal ginjal," ancam dokter kepada George Walker.

Menjelang pukul 10 pagi, 25 November 1981, bayi perempuan kembar pun lahir. Salah seorang diberi nama Jenna Welch sebagai penghormatan kepada ibu Laura, dan satunya diberi nama Barbara Pierce, tanda penghormatan kepada ibunda George Walker.

Menyadari keberadaan diri sebagai ayah dua anak, juga istrinya yang baru saja melewati kehamilan risiko tinggi, George Walker memutuskan untuk lebih fokus pada karir dan target hidupnya. Beruntung, situasi usaha dan pasar minyak dunia cukup baik. Sehingga Bush Exploration Company berkembang, bahkan sampai beberapa anak perusahaan yang antara lain mengakuisisi perusahaan properti milik Pennzoil.

Tapi dasar tak pernah merasa bersyukur, George Walker menetapkan target AS $ 6 juta untuk dana kampanye, baik lewat penggalangan dana maupun menjual sebagian saham perusahaannya kepada publik. Konyolnya, ia percaya pada prediksi takabur para pengamat bahwa harga minyak bisa mencapai AS $ 100 per barrel. Alhasil, setelah kelimpungan ke sana kemari, belum lagi didera situasi ekonomi yang belakangan memburuk, ia hanya sanggup mengumpulkan AS $ 1,2 juta.

"Saya membuat kesalahan besar," kata George Walker. Niat mencalonkan diri menjadi senator surut. Setidaknya untuk sementara.

Perusahaannya pun terancam. Bush Exploration cuma berada di peringkat ke-993 dalam nilai produksi minyak di seluruh Texas. George Walker perlu waktu berminggu-minggu untuk bernegosiasi dengan para pemodal untuk menyelamatkannya. Akhirnya, pada 29 Februari 1984 Bush Exploration digabung dengan Spectrum 7 milik investor Cincinnati yang juga mempunyai tim bisbol Cincinnati Reds, Bill DeWitt Sr. George Walker diberi jabatan chairman dengan gaji AS $ 75.000 per tahun, serta kepemilikan 1,1 juta lembar saham.

Jatuh-bangun di kancah bisnis makin mengasah kemampuan bisnis George Walker. Ia bekerja sama dengan banyak pihak, baik para pengusaha maupun investor dari luar negeri, juga saudagar minyak Timur Tengah.

Gubernur pertama yang dua kali menjabat

Menjelang usainya pemerintahan Reagan, George Walker terlibat penuh dalam kegiatan kampanye ayahnya sebagai presiden ke-41 AS. Ia memperluas jaringan lobi ke seluruh negeri, menggalang dana, dan mengerahkan segala kekuatan republiken untuk mendukung ayahnya. Pada 1988, George Bush senior pun menggapai sasaran puncak keluarga besarnya, terpilih menjadi Presiden ke-41 AS.

Usaha yang sama dilakukan George Walker menjelang berakhirnya periode pertama masa jabatan Presiden Bush, 1992. Namun ternyata publik Amerika terlalu jenuh diperintah kaum republiken selama 12 tahun, Reagan dua kali masa jabatan, dan Bush senior sekali. Nasib baik bagi gubernur Arkansas calon Partai Demokrat Bill Clinton – yang berpasangan dengan calon Wapres Al Gore – untuk menggantikan George Bush senior dan Dan Quayle di Gedung Putih.

Keluarga besar Bush-Walker berkumpul di kompleks mereka di Kennebunkport, Maine. Ada kekecewaan karena Bush senior gagal meneruskan kepemimpinannya di Gedung Putih. Tapi tradisi politik keluarga harus dilanjutkan, dan George Walker adalah Putra Pertama yang memiliki potensi dan pengalaman paling besar. Ia harus didukung secara besar-besaran.

Tahun 1992, George Walker memulai kiprahnya berkampanye merebut kursi Gubernur Texas yang ketika itu diduduki perempuan tangguh perebut hati warga Texas, Ann Richards.

Ia belajar banyak dari pengalaman masa lalu, termasuk kegagalannya. Lewat kerapian kerja Team Bush, akhirnya keberhasilan pun digapai pada 1994. George Walker terpilih menjadi gubernur lewat keunggulan tipis dari Ann Richards. Lagi pula memang belum pernah terjadi sebelumnya, gubernur negara bagian itu terpilih untuk dua kali masa jabatan.

Hebatnya, George Walker terpilih lagi pada 1998. Ia menjadi gubernur Texas pertama yang terpilih dalam dua kali masa jabatan. Keberhasilan klan Bush-Walker rupanya berlanjut dengan terpilihnya Jeb Bush menjadi Gubernur Florida.

Pada bulan Juni tahun itu tersaji hasil survai yang menyatakan: 55% warga Texas akan mendukung seandainya Gubernur George Walker Bush mencalonkan diri sebagai presiden. Angan-angan yang terus menghantuinya selama setahun belakangan itu pun diwujudkannya.

Sampai akhirnya kita tahu, lewat pertarungan ketat penuh kontroversi dan melelahkan melawan Al Gore, tanggal 12 Desember 2000 Mahkamah Agung Federal AS memutuskan George Walker Bush sebagai presiden terpilih AS. Dalam pidato menyambut kemenangan ia berkata,

"Barangkali Anda, publik Amerika, tidak memilih saya, tetapi sekarang saya presiden terpilih. Kita boleh tidak setuju dengan keputusan ini, tetapi kita harus menerimanya." (SL)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa


Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej