|
|
Bulan Februari 2001
|
|
PUTRA
PERTAMA NEGERI ADIDAYA
Ia dicibir saat berkampanye untuk kursi gubernur Texas pada 1994.
Kemampuannya dinilai jauh di bawah ayahnya, mantan penerbang angkatan
laut yang kemudian jadi Presiden AS 1988 – 1992. Namun lelaki yang
dari dulu dipanggil Georgie, Little George, George W., atau George
Dubya itu duduk juga di kursi Gubernur Texas.
Cibiran itu mungkin beralasan. Karena selain memang tidak terlalu
cerdas, George W. juga pelupa dan sulit menghapal nama. Ia misalnya,
begitu mudah memberi paraban (julukan) kepada banyak orang
sesuai karakter atau bentuk fisik mereka, karena malas menghapalkan
nama. Nama tempat, jabatan, nama negara lain beserta nama kepala
negaranya, juga tak banyak tersimpan di dalam memorinya.
Namun pasti ada keistimewaan jika ia sampai dua kali menjabat gubernur
negara bagian, dan akhirnya terpilih menjadi presiden ke-43 AS.
"Olahraga" adalah nama tengah keluarga
George Walker Bush lahir di New Haven Hospital pada pukul 12.30
tanggal 6 Juli 1946, sebagai anak sulung pasangan George Bush dan
Barbara Pierce. Ayahnya adalah pewaris nama keluarga Bush-Walker yang
sangat ternama, sekaligus pilot angkatan laut yang terlibat dalam PD
II. Sedangkan ibunya adalah putri pendiri McCall Publishing Company
yang dari garis leluhurnya merupakan keturunan presiden ke-14 AS,
Franklin Pierce.
Sedangkan ayah George tua, alias kakek George Walker, Prescott,
kelahiran 1895, pernah menjadi pemain bisbol kenamaan. Ia juga pemain football,
sekaligus pemegang rekor pada masa awal turnamen golf U.S. Senior
Championships. Teman-temannya semasa kuliah di Yale mengenang
kemampuannya yang luar biasa dalam menghapal nama. Prescott juga
pemain bas gitar pada The All-Time Whiffenpoof Quartet di Yale.
Sebagai tentara anggota Connecticut National Guard Prescott bertempur
di perbatasan Texas-Meksiko tahun 1916. Ketika berpangkat kapten AD ia
bergabung dengan satuan artileri di Prancis dalam PD I. Seusai perang
ia menjadi senator mewakili Connecticut, duduk di dewan penyantun
Universitas Yale, komisaris Prudential Insurance, Pan American
Airways, CBS, dan Dresser Industries – yang kemudian tumbuh menjadi
konglomerat perminyakan.
Prescott Bush juga aktif di bursa Wall Street, dan bermitra dalam
investasi dengan mertuanya, George Herbert Walker yang keturunan
sastrawan Cambridge abad XVII yang dijuluki "public orator".
Keluarga Walker adalah perintis dan penyandang dana pembangunan
Madison Square Garden, The Belmont Race Track, juga mendirikan klub
bisbol New York Mets. Semuanya dilakukan atas nama kecintaan dan
perhatian pada olahraga. Tak salah jika Dorothy Walker suatu saat
pernah mengatakan,
"Semua anggota keluarga kami cinta pada sport, dan
'olahraga' adalah nama tengah keluarga kami."
Cerita sedih
Lima hari sebelum Natal 1949, lahir adik perempuan George Walker,
Pauline Robinson, yang kemudian dipanggil Robin. Nama itu dipilihkan
untuk mengenang ibu Barbara Bush yang dua bulan sebelumnya meninggal
dunia karena kecelakaan mobil.
Ketika itu, George Walker sering diajak ayahnya mengunjungi sumur
minyak dan perusahaan lain milik ayahnya di Texas. Sementara kakeknya,
Senator Prescott Bush, juga sering berkunjung. Pada 11 Februari 1953,
lahir adik laki-laki George Walker, yang oleh orang tuanya diberi nama
John Ellis Bush dan dipanggil Jeb.
Hanya beberapa minggu setelah kelahiran Jeb, Robin yang baru berusia
tiga tahun menderita kelainan. Ahli pediatri di Texas Barat, Dr.
Dorothy Wyvell, dengan hati-hati menyampaikan kesimpulan sementara,
yakni semacam leukemia namun tidak jelas benar.
George Bush berkonsultasi dengan pamannya, John Walker, pimpinan rumah
sakit terkemuka di New York, Memorial Sloan-Kettering. Akhirnya di
tempat itulah Robin menjalani serangkaian pengobatan.
Satu periode terapi selesai, ia pun dibawa kembali ke Texas, untuk
kemudian berobat lagi di lain waktu. Ayah dan ibunya selalu mengantar
naik pesawat pinjaman dari para pengusaha minyak. Tapi pengobatan dan
perhatian selama tujuh bulan tak bisa mencegah kepergian Robin. Pada
11 Oktober 1953, gadis kecil itu pun meninggal di New York. Setelah
upacara penghormatan jenazah, suami-istri George-Barbara Bush
memutuskan untuk menyumbangkan jenazah Robin bagi penyelidikan ilmiah.
George Walker yang belum paham arti kematian hanya bertanya kepada
ayahnya dalam acuan pelajaran sekolah, "Karena dunia berputar,
apakah adik sekarang sedang meninggal dengan kepala di bawah?"
Pada 1955, produksi minyak Texas meningkat pesat. George Bush,
sekalipun tetap di Midland, mengajak keluarganya pindah ke rumah yang
lebih besar dan lebih mewah, dengan para pembantu yang bergiliran
kerja. Tak lama kemudian lahirlah Neil Mallon Bush. Setahun
berikutnya, 1956, lahir Marvin Pierce Bush. Empat bersaudara yang
masih kecil-kecil itu sangat butuh bimbingan, dan Barbara adalah ibu
yang selalu memberi perhatian, bahkan ketika mereka main bisbol.
Menjelang akhir dekade 1950-an, keadaan makin baik. Kota Midland
bertambah populasi hingga 186% sejak 1950. Ada 40.000 penduduk baru,
dan perusahaan minyak pun jumlahnya mencapai 750 buah. Jabatan resmi
George Bush adalah Presiden Direktur Zapata Off-Shore, anak perusahaan
Zapata Petroleum - pada 1970-an perusahaan ini merger dengan Pennzoil
Corporation. Ia pun makin sering berpergian, juga bergaul dalam
lingkungan para pengusaha di Houston.
Agustus 1959 lahir si bungsu Dorothy Walker Bush. Lima anak
berturut-turut masuk ke Kinkaid School, salah satu sekolah swasta
paling eksklusif di Texas. Namun baru dua tahun George Walker sekolah
di Kinkaid, orang tuanya memindahkan dia ke Phillips Academy di
Andover. Maksud mereka, selain dianggap akan memperoleh pendidikan
yang lebih berkualitas, George Walker diharap bisa ikut tim basket dan
bisbol sekolah.
George kecil memang bergabung dengan tim olahraga itu, namun tak
terlalu menonjol. Yang justru disenanginya adalah bergabung dengan The
Spanish Club, kelompok murid yang menerapkan komunikasi bahasa Spanyol
selama sembilan jam per minggu. Tapi aktivitas George Walker yang
sempat membuat gurunya tercengang adalah ketika ia menyusun karangan
sebagai tugas pertama pelajaran bahasa Inggris: cerita sedih tentang
kematian Robin. Ia bercerita tentang betapa emosinya terganggu oleh
kepergian adiknya, dan betapa keluarga besar Bush-Walker terguncang
oleh peristiwa menyedihkan itu.
Tokoh mahasiswa itu ditangkap polisi
Juni 1964, George Walker tamat SMU di Andover. Tak ada pikiran lain
kecuali meneruskan kuliah di kampus para leluhurnya, Yale.
Di universitas itu ia terlibat dalam aneka diskusi dengan berbagai
kelompok afiliasi politik. Pada saat yang sama, ayahnya mulai
memperkenalkan kehidupan politik dengan berkampanye menjadi senator.
George Bush senior menapak jalan politik setelah ayahnya, Prescott
Bush, pada 1962 menyatakan mundur dari kancah politik.
"Lagi pula saya telah memiliki pengganti yang lebih muda,"
kata Prescott menunjuk anak keduanya, George Bush.
Dalam usia 18, George Walker mendampingi ayahnya dalam kampanye
merebut kursi senat negara bagian Texas. Ia mulai belajar mengenai
visi ayahnya, keberatannya atas kebijakan yang ditempuh Presiden
Lyndon B. Johnson soal undang-undang hak sipil, tentang perjanjian
nuklir, tentang penambahan bantuan luar negeri, juga mengenai
pembelanjaan anggaran secara ngawur demi memerangi kemiskinan. Semua
dengan argumentasi yang bisa diterima George Walker.
Apa mau dikata, hasil pemilihan menunjukkan bahwa George Bush yang
konservatif kalah oleh Ralph Yarborough yang lebih liberal. Seluruh
anggota keluarga besar sulit menerima kenyataan ini. Namun George
Walker disadarkan oleh pembimbing rohani Yale, William Sloane Coffin
Jr. "Saya tahu kualitas dan kapasitas ayahmu. Tapi ternyata ia
dikalahkan oleh orang yang lebih baik," ucap Coffin.
Kesadaran itu rupanya mewarnai pikiran George Walker di masa-masa
kemudian. Sekalipun keluarganya punya kekayaan dan tradisi ketokohan
yang besar, masih ada orang lain yang lebih baik daripada ayahnya.
Maka ia memprotes ketika dipilih oleh teman-temannya sebagai pemimpin
sebuah kelompok mahasiswa. Tapi sekali lagi, atas nama keluarga besar,
ia tak bisa menolak.
Sebagai pimpinan kelompok ia tak cuma ikut dalam kegiatan diskusi dan
tugas rutin, melainkan juga saat bermain di luar kampus. Sampai suatu
hari di bulan Desember 1964, rombongan George Walker yang membuat
gaduh lingkungan ditangkap polisi atas tuduhan disorderly conduct
alias kenakalan.
Nama keluarga pun cemar. Apalagi ayahnya yang baru sebulan memulai
kampanye dalam usaha berikut di kancah politik untuk menjadi anggota
Kongres. Tapi untunglah, aib itu tak berlarut-larut. Dakwaan
dibatalkan sidang pengadilan sehingga tak menghalangi George Bush
untuk terpilih menjadi anggota Kongres.
Beberapa tahun dilalui, dan di setiap libur antarsemester George
Walker mendapat pekerjaan sambilan. Baik sebagai pengantar surat,
kurir, penghubung perusahaan, atau sebagai salesman dengan gaji
antara AS $ 100 - 212 per bulan.
George Walker juga mulai mendekati Cathryn Wolfman, gadis asal McAllen
di dekat perbatasan Texas-Meksiko, tetangganya di Houston. Semasa SMU
di Houston, Cathryn adalah atlet yang berprestasi. Ia melanjutkan
kuliah di Smith College di Massachusetts, namun kembali ke Houston
setelah cedera berat karena kecelakaan ski. Gadis dari keluarga
berpengaruh di kota asalnya itu kemudian masuk ke Rice University,
perguruan tinggi yang acap disebut "the Harvard of the
South".
Persis seperti ayah
Berbeda dengan kakak dan para leluhur, Jeb Bush tak ingin kuliah di
Yale. Satu-satunya perguruan tinggi yang dia minati adalah Texas
University di Austin. Karena di tempat itu politik dibahas dan diikuti
secara lebih terbuka, sehingga tidak menciptakan sekat-sekat
kepentingan seperti halnya di Yale.
Bagi Jeb, kakak sulungnya adalah makhluk lucu penuh ironi.
"Di satu sisi hidupnya menggebu-gebu dengan gerakan politik, di
lain sisi berurusan dengan polisi karena kenakalan. Ketika ia
ditangkap polisi untuk kedua kalinya pun, sebabnya adalah tawuran saat
tim kampusnya bertanding bisbol melawan Princeton," kata Jeb.
Hal lain yang lucu, menurut Jeb, adalah kakaknya cepat-cepat mengajak
Cathryn bertunangan, agar sama seperti ayahnya yang bertunangan selagi
kuliah. Namun akhirnya mereka tak jadi menikah, karena keluarga
Cathryn berkeberatan punya menantu pria yang memikul beban reputasi
keluarga.
Kendati tak suka perang (ia bahkan amat setuju dengan ucapan temannya,
"Jumlah pemuda kita yang mati di Vietnam berlipat kali jumlah
yang mati kecelakaan sepeda motor."), George Walker masuk AU-AS
karena ingin menjadi penerbang pesawat tempur seperti ayahnya. Setamat
Yale, 1967, ia memang menjadi penerbang F-102 sampai berpangkat
letnan.
Keanggotaannya di Texas Air National Guard mestinya baru berakhir 26
Mei 1974. Namun ia pamit lebih awal untuk masuk ke Harvard Business
School di Boston, Massachusetts. Ayahnya kecewa, temannya
bertanya-tanya. Apakah George Walker akan merintis jalan jadi
pengusaha perminyakan (kepada seorang teman ia pernah bercita-cita
mendirikan perusahaan minyak sendiri dengan nama Bush Oil), ataukah
mengisi bagasi untuk bekal terjun ke politik?
Si bujang tua masuk politik
George Walker menamatkan kuliah di Harvard Business School pada 1975,
setelah pada masa libur menjelang lulus mengunjungi ayahnya yang
sedang bertugas sebagai wakil AS di Cina. Ia pergi bersama tiga
adiknya, Marvin, Neil, dan Dorothy, sementara Jeb tidak. Jeb baru saja
menikah dengan perempuan Meksiko Columba Garnica yang ditemuinya saat
berpraktik kerja di Meksiko menjelang lulus kuliah.
Wawasan politik George Walker bertambah. Apalagi ia diajak ayahnya
dalam beberapa kesempatan bertemu dengan Richard Nixon dan para
politikus lain. Ia mengikuti terus karir ayahnya yang sepulang dari
Cina berminat menduduki kursi Gedung Putih.
Ketika Gerald Ford naik menggantikan Nixon, ia sesungguhnya
menginginkan Bush untuk mendampinginya sebagai Wapres. Namun karena
Bush dinilai terlalu "Nixon loyalist", risiko politiknya
terlalu tinggi. Ford memilihkan jabatan direktur CIA buat Bush.
Sekalipun tahu bahwa dirinya "dipinggirkan", Bush (tua)
menerima juga jabatan itu pada 1976. Ia memerlukan waktu untuk
mengumpulkan bekal buat pencalonan diri sebagai Wapres di masa
mendatang.
Ternyata hal itu pun tidak bisa berlangsung cepat, karena setelah
Gerald Ford, kepemimpinan Gedung Putih dipegang kekuatan Partai
Demokrat dengan Jimmy Carter sebagai presiden. Namun satu hal
membangkitkan kegembiraan Bush, yakni keinginan anaknya untuk terjun
ke politik seperti dirinya dan kakek Prescott.
Bulan Juli 1977 George Walker berkampanye untuk kedudukan di
Nineteenth Congressional District. Neil, adiknya, bertindak sebagai
manajer kampanye. Wilayah itu terdiri atas tiga kota penting yakni
Midland, Odessa, dan Lubbock. Sedikit masalah dia hadapi, yakni
kenyataan bahwa Lubbock bukanlah kawasan industri dan bisnis, tetapi
pertanian dan perkebunan.
Sementara ia harus berkampanye dengan memancing simpati warga lewat
rencana kebijakan bidang pertanian – sesuatu yang tidak dikuasainya.
Akhirnya George Walker bersiasat menutupi kelemahan dengan pesan
berulang-ulang, bahwa kampanye itu dilakukan demi dirinya, bukan demi
ayahnya.
Kegiatan politik makin padat, sementara tak ada tanda-tanda George
Walker akan menemukan calon pasangan hidup dengan kemampuan sendiri.
Maka seorang kerabat memperkenalkannya kepada Laura Welch, pustakawati
sekolah dasar lulusan Southern Methodist University. Perempuan
kelahiran 4 November 1946 ini putri tunggal pasangan Harold dan Jenna
Welch, developer dan kontraktor perumahan besar di Midland.
Semula Laura enggan karena ia tak tahu dan tak suka politik. Tapi ia
sadar, usianya yang sudah 30 akan semakin merugikan kalau ia tak
membuka diri bagi calon pasangan hidup.
Benar saja, dalam sebuah pertemuan keluarga sambil ber-barbecue
di pelataran belakang rumah keluarga Bush di Midland, Agustus 1977,
Laura diajak seorang kerabatnya untuk berkunjung. Keduanya dibiarkan
berbicara sendiri. Yang kemudian terjadi, menurut Laura, George Walker
terus nyerocos berbicara tentang banyak hal, sementara dia
mendengarkan.
"Tapi setidaknya dia berhasil membuat saya tertawa," cerita
Laura kepada ibunya.
Jenna Welch semula khawatir, kejadian Laura ditinggalkan pemuda yang
pernah diperkenalkan kepadanya di masa kuliah dulu, akan terulang.
Tapi ternyata George Walker berbeda. Ia langsung bicara tentang
rencana pernikahan pada beberapa perjumpaan berikutnya.
Setelah beberapa kali George Walker dan Laura berkunjung ke paman dan
neneknya di Houston, kesepakatan tanggal pernikahan pun tiba: 5
November 1977, sehari setelah ulang tahun ke-31 Laura. Upacara
dilangsungkan di First United Methodist Church, di hadapan 70
undangan. Maka julukan bujang tua tak populer pun tak ada lagi.
Menerima kekalahan
Tak ada waktu bagi pasangan Gorge Walker dan Laura untuk berbulan
madu. Penyesuaian dilakukan dalam waktu cepat. Agak sulit bagi Laura
karena ia baru tiga bulan mengenal pasangannya. Namun sejak awal ia
tahu, segera setelah menikah, George Walker segera berkampanye merebut
kursi keanggotaan Kongres.
Laura mendukung dengan pertimbangan sederhana: politik adalah soal
kesempatan.
"Banyak calon anggota Senat, Kongres, atau gubernur yang gagal di
sekitar kami karena mereka tak segera berpacu ketika saatnya tiba.
Tapi George saya pikir cukup cerdas sehingga bisa mengkalkulasi
kesempatannya," kata Laura.
Rupanya kesederhanaan cara pikir Laura tak mendapati kenyataan. Lewat
pertarungan ketat sepanjang paruh kedua tahun 1978, George Walker
kalah oleh calon Partai Demokrat yang agresif berusia 35, Kent Hance.
George Walker unggul tipis di Midland dan Odessa, tetapi mayoritas
pemilih di Lubbock tak menghendakinya.
"Orang tua dan leluhur saya adalah petani. Saya mengerti betul
persoalan Texas, tidak seperti George Walker Bush yang keluarganya
sejak dulu berpolitik dan membuat aneka kebijakan yang mengganggu
kelangsungan tanah kita," kata Hance dalam kampanye puncak
Oktober 1978.
George Walker terpuruk kecewa. Ambisinya jadi senator kandas. Ia
sadar, setelah beberapa kali mencari kesamaan dalam banyak hal dengan
ayahnya, kini nasibnya benar-benar disamakan. Gagal dalam kesempatan
pertama. Ternyata Kakek Prescott pun gagal dalam pemilihan pertama
menuju kursi Senat pada 1950, dan baru menang dua tahun kemudian.
Tetapi George Walker yakin akan kesempatan kedua, dan bahkan
seterusnya. Ia harus benar-benar "masuk" sebagai orang Texas
jika di masa mendatang ingin diterima. Pada saat yang sama ia harus
menimba lebih banyak lagi bekal dari ayahnya.
Ia mengikuti terus aktivitas ayahnya sebagai senator sampai George
Bush senior mendampingi calon Partai Republik Ronald Reagan. Pemilu
tahun 1980 menjadi saksi keberhasilan duet Reagan dan ayahnya terpilih
sebagai Presiden dan Wapres AS.
Kehamilan yang penuh risiko
Musim panas di awal 1981, Laura mengandung. Dokter menyimpulkan
bayinya kembar. Pasangan George Walker dan Laura sejak awal memang
berharap-harap cemas soal kemungkinan mempunyai anak. George Walker 35
tahun, sedangkan Laura 33. Apalagi kenyataan di lingkungan mereka
menunjukkan, cukup banyak pasangan yang, meskipun kaya, tidak
dikaruniai anak. Ketika waktu makin mendesak, kebanyakan lebih memilih
adopsi daripada mengandung sendiri.
Ketika kandungan membesar, di musim gugur wabah toksemia menjalar.
George Walker makin cemas. Ia memindahkan istrinya dari Midland ke
Baylor Hospital di Dallas untuk beristirahat dan mendapatkan
pengawasan ketat.
Semula bayi kembar itu diprakirakan akan lahir mendekati Natal. Namun
para dokter khawatir akan risiko yang lebih buruk. Maka diputuskanlah
lima minggu sebelum tanggal prakiraan.
"Anda harus segera datang menandatangani persetujuan operasi
caesar untuk istri Anda. Kami merencanakannya besok, atau istri Anda
mengalami gagal ginjal," ancam dokter kepada George Walker.
Menjelang pukul 10 pagi, 25 November 1981, bayi perempuan kembar pun
lahir. Salah seorang diberi nama Jenna Welch sebagai penghormatan
kepada ibu Laura, dan satunya diberi nama Barbara Pierce, tanda
penghormatan kepada ibunda George Walker.
Menyadari keberadaan diri sebagai ayah dua anak, juga istrinya yang
baru saja melewati kehamilan risiko tinggi, George Walker memutuskan
untuk lebih fokus pada karir dan target hidupnya. Beruntung, situasi
usaha dan pasar minyak dunia cukup baik. Sehingga Bush Exploration
Company berkembang, bahkan sampai beberapa anak perusahaan yang antara
lain mengakuisisi perusahaan properti milik Pennzoil.
Tapi dasar tak pernah merasa bersyukur, George Walker menetapkan
target AS $ 6 juta untuk dana kampanye, baik lewat penggalangan dana
maupun menjual sebagian saham perusahaannya kepada publik. Konyolnya,
ia percaya pada prediksi takabur para pengamat bahwa harga minyak bisa
mencapai AS $ 100 per barrel. Alhasil, setelah kelimpungan ke sana
kemari, belum lagi didera situasi ekonomi yang belakangan memburuk, ia
hanya sanggup mengumpulkan AS $ 1,2 juta.
"Saya membuat kesalahan besar," kata George Walker. Niat
mencalonkan diri menjadi senator surut. Setidaknya untuk sementara.
Perusahaannya pun terancam. Bush Exploration cuma berada di peringkat
ke-993 dalam nilai produksi minyak di seluruh Texas. George Walker
perlu waktu berminggu-minggu untuk bernegosiasi dengan para pemodal
untuk menyelamatkannya. Akhirnya, pada 29 Februari 1984 Bush
Exploration digabung dengan Spectrum 7 milik investor Cincinnati yang
juga mempunyai tim bisbol Cincinnati Reds, Bill DeWitt Sr. George
Walker diberi jabatan chairman dengan gaji AS $ 75.000 per
tahun, serta kepemilikan 1,1 juta lembar saham.
Jatuh-bangun di kancah bisnis makin mengasah kemampuan bisnis George
Walker. Ia bekerja sama dengan banyak pihak, baik para pengusaha
maupun investor dari luar negeri, juga saudagar minyak Timur Tengah.
Gubernur pertama yang dua kali menjabat
Menjelang usainya pemerintahan Reagan, George Walker terlibat penuh
dalam kegiatan kampanye ayahnya sebagai presiden ke-41 AS. Ia
memperluas jaringan lobi ke seluruh negeri, menggalang dana, dan
mengerahkan segala kekuatan republiken untuk mendukung ayahnya. Pada
1988, George Bush senior pun menggapai sasaran puncak keluarga
besarnya, terpilih menjadi Presiden ke-41 AS.
Usaha yang sama dilakukan George Walker menjelang berakhirnya periode
pertama masa jabatan Presiden Bush, 1992. Namun ternyata publik
Amerika terlalu jenuh diperintah kaum republiken selama 12 tahun,
Reagan dua kali masa jabatan, dan Bush senior sekali. Nasib baik bagi
gubernur Arkansas calon Partai Demokrat Bill Clinton – yang
berpasangan dengan calon Wapres Al Gore – untuk menggantikan George
Bush senior dan Dan Quayle di Gedung Putih.
Keluarga besar Bush-Walker berkumpul di kompleks mereka di
Kennebunkport, Maine. Ada kekecewaan karena Bush senior gagal
meneruskan kepemimpinannya di Gedung Putih. Tapi tradisi politik
keluarga harus dilanjutkan, dan George Walker adalah Putra Pertama
yang memiliki potensi dan pengalaman paling besar. Ia harus didukung
secara besar-besaran.
Tahun 1992, George Walker memulai kiprahnya berkampanye merebut kursi
Gubernur Texas yang ketika itu diduduki perempuan tangguh perebut hati
warga Texas, Ann Richards.
Ia belajar banyak dari pengalaman masa lalu, termasuk kegagalannya.
Lewat kerapian kerja Team Bush, akhirnya keberhasilan pun digapai pada
1994. George Walker terpilih menjadi gubernur lewat keunggulan tipis
dari Ann Richards. Lagi pula memang belum pernah terjadi sebelumnya,
gubernur negara bagian itu terpilih untuk dua kali masa jabatan.
Hebatnya, George Walker terpilih lagi pada 1998. Ia menjadi gubernur
Texas pertama yang terpilih dalam dua kali masa jabatan. Keberhasilan
klan Bush-Walker rupanya berlanjut dengan terpilihnya Jeb Bush menjadi
Gubernur Florida.
Pada bulan Juni tahun itu tersaji hasil survai yang menyatakan: 55%
warga Texas akan mendukung seandainya Gubernur George Walker Bush
mencalonkan diri sebagai presiden. Angan-angan yang terus
menghantuinya selama setahun belakangan itu pun diwujudkannya.
Sampai akhirnya kita tahu, lewat pertarungan ketat penuh kontroversi
dan melelahkan melawan Al Gore, tanggal 12 Desember 2000 Mahkamah
Agung Federal AS memutuskan George Walker Bush sebagai presiden
terpilih AS. Dalam pidato menyambut kemenangan ia berkata,
"Barangkali Anda, publik Amerika, tidak memilih saya, tetapi
sekarang saya presiden terpilih. Kita boleh tidak setuju dengan
keputusan ini, tetapi kita harus menerimanya." (SL) |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||