globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Februari 2001

Intisari berduka cita atas meninggalnya Bapak Slamet Soeseno

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

KAMI DUA BAKU OM 

Pada masyarakat suku Ekagi, di pedalaman Irian Jaya, ada kebiasaan unik dalam menyebut saudara bukan saudara kandung. Ini saya alami ketika saya, yang berasal dari Jawa, membaca surat dari paman suami saya, yang orang Ekagi. Pada bagian depan sampul tertulis: Untuk Om-ku. Lalu, pada bagian belakang sampul tertulis: Dari Om-mu.

Kali lain, saya mendengar seorang saudara sepupu suami saya, bernama Yosephin, memanggil keponakan laki-laki dengan sebutan mama adik. Keponakan laki-laki itu bernama Dinand, sehingga sang keponakan dipanggil mama adik Dinand. "Apa tidak salah," pikir saya. Kalau Yosephin pantas dipanggil mama adik. Itu menurut saya.

Pendapat saya memang benar. Yosephin, yang adik sepupu ibu Dinand disebut mama adik. Ternyata di suku Ekagi, sebutan yang sama juga bisa digunakan Yosephin untuk memanggil Dinand. Baku sebut atau saling menyebut macam ini berlaku untuk semua hubungan kekerabatan. Seorang cucu memanggil kakeknya tete. Sebaliknya, seorang kakek bisa pula memanggil cucu perempuannya dengan sebutan tete. Bahkan ketika si cucu masih balita sekalipun!

Selain itu, ada sebutan unik lain. Om adalah sebutan untuk adik laki-laki ibu, dan bapa adik untuk adik laki-laki ayah. Tante sebutan untuk adik perempuan ayah, sedangkan mama adik untuk adik perempuan ibu. Demikian pula om tua adalah sebutan untuk kakak laki-laki ibu dan bapa tua untuk kakak laki-laki ayah.

Karena sudah ada sebutan baku seperti itu, maka adik laki-laki suami saya heran ketika saya mengajari anak saya untuk memanggilnya om. "Ah, yang baku saudara dengan saya adalah ayahnya. Jadi saya bapa adik, bukan om," ujarnya. Kesalahpahaman macam ini terutama terjadi pada saudara suami saya yang baru datang dari kampung. Suami saya, yang sudah 16 tahun tinggal di Jawa pun masih mengatakan "Kami dua baku Om" untuk menunjukkan hubungan kekerabatannya dengan salah satu keponakan perempuannya. Nah, ruwet 'kan? (Bertha Mothe)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej