|
|
Bulan Februari 2001
|
|
Mirip
Ibu Bukan Jaminan
Seperti kisah teman kerja saya, Jamili. Sudah tiga kali ia naksir
gadis, namun tak satu pun berhasil disuntingnya. Semuanya, saat
diperkenalkan kepada keluarga, selalu ditolak mentah-mentah oleh
ibunya, meski sebenarnya sang ayah telah menyetujui. Ada saja alasan
sang ibu. Mulai kurang cantik, kegemukan atau kekurusan, cerewet, mata
duitan, tak bisa bekerja, malas, hingga jalannya yang jelek.
Karena gagal mendapatkan gadis yang berkenan di hati ibunya, Jamili
pun putus asa plus kesal.
Tiba-tiba suatu hari ia mendapat ide cemerlang.
"Bagaimana kalau kucari gadis yang mirip dengan ibuku? Baik cara
jalan, gaya bicara, selera, wajah, sifat, pokok semuanya? Seratus
persen mirip ibuku. Beliau pasti suka."
Benar, ia berhasil. Dalam waktu singkat ia mendapatkan seorang gadis
yang dalam semua hal mirip sang ibu. Yang menyenangkan, ibunya pun
sangat menyukai gadis itu.
Tapi, tiba giliran diperkenalkan kepada sang ayah, justru kini Ayah
menolak. Aneh, bukan? Bukankah ia sudah serba mirip Ibu? Malang benar
nasibmu, Jamili! |
|||||
|
© 1996 - 2000 Intisari Online
|
|||||