globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Februari 2001

Intisari berduka cita atas meninggalnya Bapak Slamet Soeseno

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Mirip Ibu Bukan Jaminan 

Jatuh cinta, tentu banyak orang pernah mengalaminya. Tapi seberapa banyak yang begitu jatuh cinta langsung sukses mendapatkan pujaan hatinya, masih perlu dipertanyakan.

Seperti kisah teman kerja saya, Jamili. Sudah tiga kali ia naksir gadis, namun tak satu pun berhasil disuntingnya. Semuanya, saat diperkenalkan kepada keluarga, selalu ditolak mentah-mentah oleh ibunya, meski sebenarnya sang ayah telah menyetujui. Ada saja alasan sang ibu. Mulai kurang cantik, kegemukan atau kekurusan, cerewet, mata duitan, tak bisa bekerja, malas, hingga jalannya yang jelek.

Karena gagal mendapatkan gadis yang berkenan di hati ibunya, Jamili pun putus asa plus kesal.

Tiba-tiba suatu hari ia mendapat ide cemerlang.

"Bagaimana kalau kucari gadis yang mirip dengan ibuku? Baik cara jalan, gaya bicara, selera, wajah, sifat, pokok semuanya? Seratus persen mirip ibuku. Beliau pasti suka."

Benar, ia berhasil. Dalam waktu singkat ia mendapatkan seorang gadis yang dalam semua hal mirip sang ibu. Yang menyenangkan, ibunya pun sangat menyukai gadis itu.

Tapi, tiba giliran diperkenalkan kepada sang ayah, justru kini Ayah menolak. Aneh, bukan? Bukankah ia sudah serba mirip Ibu? Malang benar nasibmu, Jamili! (Ali Arifin)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej