globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Februari 2001

Intisari berduka cita atas meninggalnya Bapak Slamet Soeseno

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

BERKAT UANG SELIPAN 

Di antara kita pasti pernah lupa membawa uang selagi telanjur membeli sesuatu atau naik kendaraan umum. Kita jadi malu, bingung, atau cemas. Kejadian semacam itu pernah pula saya alami, yakni ketika naik kendaraan umum. Beruntung saya belum sempat diturunkan kondektur di tengah perjalanan. Bukan berkat kebaikan hati sang kondektur atau bantuan teman seperjalanan, tetapi berkat uang selipan di dalam tas saya.

Saya memang memiliki kebiasaan menyelipkan uang di dalam saku-saku tas atau dompet, baik yang sering maupun jarang dipakai. Uang yang diselipkan nilainya memang tak seberapa. Setidaknya hanya cukup untuk ongkos angkutan umum yang biasa saya gunakan pergi-pulang. Uang tersebut saya lupakan dan saya anggap tidak menyimpan uang di saku-saku tersebut. Yang saya ingat cuma uang di saku tempat saya biasa menaruh uang.

Meskipun cara ini boleh dibilang kuno, terlebih saat ini kartu ATM sudah biasa digunakan, kebiasaan ini tetap saya lakukan. Pasalnya, saya telah beberapa kali tertolong oleh uang selipan. Misalnya, ketika kecopetan, dompet tertinggal, serta kehilangan atau kehabisan uang. Dengan uang selipan, paling tidak saya tak perlu pinjam uang teman, selamat dari umpatan kondektur, atau tak perlu mencari-cari letak ATM sekadar untuk mengambil uang untuk naik ongkos kendaraan umum. (Sri Lestari)

Active Channel

© 1996 - 2000 Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/

Counter by Pandawa

Jelang Milenia III

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej