globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juli 2001

 

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Elite kaki empat di New York

Ini memang kisah para anjing di New York. Kisah para anjing terkasih para orang kaya, yang dimanjakan luar biasa. Tapi, siapa sebenarnya yang bahagia, si Guguk atau majikannya?

Mereka boleh masuk rumah sakit dan restoran di New York. Ini bukti bahwa Chablis dan Chardonnay bukan anjing pudel biasa. Dua serangkai Guguk ini naik-turun limousin dan sudah muncul dalam program TV Saturday Night Live, selain menjadi bintang iklan. Mereka juga berhasil menyadarkan seorang polisi dari koma, yang memang termasuk dalam tugas mereka.

Kedua "kuas bedak" yang mungil itu milik seorang perawat New York. Namun apalah artinya? Mereka juga aktif sebagai anggota perkumpulan pemain sandiwara Amerika, terdaftar sebagai ‘anjing terapis’, dan mempunyai kartu kredit platina pribadi! Pada kartu kredit milik Chablis tercantum namanya ‘Chablis Wolf’. Setiap minggu ia membayar perawatan kecantikan di salon anjing ‘The Wagging Tail’, ekor mengibas.

Di New York ada sekitar 800.000 anjing. Sepintas lingkungan megapolitan itu tidak memadai. Tanpa pohon dan semak, jalan penuh mobil, orang selalu bergegas, rumah-rumah sempit, dan mereka harus terus dirantai.

Adibusana untuk anjing

Namun orang New York telah mengubah keadaan itu. Ada anjing daks mengenakan pulover mewah dari kasmir, ada anjing mops berkalung mutiara besar. Malah, ada balita rottweiler yang masuk TK dengan biaya AS $ 40 sehari (Rp 440.000,- lebih!). Belum lagi chihuahua yang wangi karena disemprot parfum Eau de chien, sama seperti yang dipakai bosnya (seharga AS $ 65 sebotol). Tak heran, dalam majalah Kota New York ditulis, anjing kini menjadi warga kota itu.

Jadi jangan melongo melihat 85% pemilik anjing bicara dengan anjingnya seperti bicara dengan manusia. Itu karena mereka yakin si anjing bisa memahami setiap kata. Namun sejak kapan anjing dalam penerbangan mendapat kursi sendiri? Sejak kapan hari ulang tahun seekor pincher dirayakan dengan pesta, malah ada toko kue khusus untuk para anjing? Barangkali sejak para pemiliknya memandang para anjing bukan sekadar hewan peliharaan. Jangan kaget, untuk itu orang New York mengeluarkan AS $ 720 juta setiap tahun.

Paling tidak, ... Gelman yang di usia 30 tahun keluar dari pekerjaannya jadi ketiban rezeki nomplok. Kini ia menjadi perancang perhiasan dan barang mewah untuk anjing. "Kebanyakan orang kaya baru dan bankir itu tidak mempunyai anak. Anjingnya yang menikmati kekayaan itu."

"Canine Couture" Gelman terinspirasi dari Bear, chihuahuanya. "Ia sering menggigil kedinginan karena itu saya membuat cape (semacam mantel) dari bulu chincilla (sejenis tupai dari Amerika Selatan) untuknya. Sejak diberitakan di majalah Vogue dan ditayangkan CNN, semua orang ingin cape serupa. Sekarang saya membuat cape dari kulit berang-berang yang bulunya tidak mudah rontok seperti bulu chincilla."

Untuk maltese milik Liz Taylor, Gelman membuatkan kalung berlian seharga AS $ 20.000, sedangkan greyhound kesayangan Sigourney Weaver si bintang Alien mendapat mantel kulit binatang yang dikenakan saat pernikahannya. Itu baru dua dari sekian banyak pelanggan lain yang mengantre.

Untuk Bear, di lehernya tergantung kalung mutiara, "Agar orang tahu bahwa dia cewek." Dalam katalognya (www.chicdog.com) Gelman mengatakan, "Saat bermain dengan anjing lain, Bear melihat betapa mereka mengagumi perhiasannya."

Empat tahun lalu Caroline Knapp yang terkenal karena autobiografinya Drinking - A love story, mencoba menulis kisah cinta antara manusia dan anjing dalam bukunya yang lain.

"Saya lajang 38 tahun. Ternyata, hubungan paling intensif dan membahagiakan ialah dengan anjing," tulisnya. "Saya lebih suka membuka majalah anjing daripada New Yorker. Atau saya sibuk memeriksakan kadar protein dalam tulang anjing saya, ketimbang memikirkan makan malam untuk diri-sendiri. Saya juga lebih suka main-main dengan pudel saya di ranjang daripada dengan pacar saya. Apa yang salah? Apa saya sudah gila?"

Itulah. Orang yang jatuh cinta umumnya kesulitan menguasai perasaan. Meski objeknya "hanya" anjing atau kucing, perasaan "jatuh" itu tidak kurang hebatnya. Pecinta anjing bahkan berusaha untuk menghilangkan perbedaan antarspesies. Mereka lupa piaraan mereka tidak bisa membaca buku atau menggoreng telur.

Obat untuk yang mengejar ekornya terus

Separuh dari pemilik anjing yakin, binatang selalu memenuhi harapannya, sesuai jenisnya. Cocok dengan ungkapan kolumnis New York Mark Welsh, "Anak hanya diperlukan oleh mereka yang tidak bisa mempunyai anjing." Ia sendiri beberapa tahun lalu mendapat Sweetie, seekor anjing geladak. Di bawah asuhan Welsh, anjing betina itu menjelma bak cinderella. Sweetie menjadi maskot dunia mode, terbang untuk menghadiri pesta penyerahan Oscar, dan mungkin tidak ada supermodel di dunia yang tidak pernah dijilati Sweetie.

Sudah setahun Welsh bekas orang iklan ini menulis kolom dengan nama Sweetie, di Majalah Elle Amerika. Ia menceritakan ingar bingar suasana catwalk, meski cuma sampai setinggi lutut manusia. "Pembaca normal bisa mengidentifikasi diri dengan Sweetie," kata Welsh.

Kini di New York tidak ada yang lebih bergengsi selain menunjukkan penghargaan pada sobat berbulu ini. Baru-baru ini di New York Times ditulis sindiran, makin banyak penulis yang bangga menambahkan nama binatang kesayangan di bagian depan bukunya, sementara nama anak-isteri malah disembunyikan.

Buku-buku mengenai pendidikan, sikap dan psikologi anjing bertambah terus. Di Berkeley muncul majalah ‘Bark’, ‘menggongong’, mengulas khusus tentang anjing. Muncul pula majalah bergambar Animal Fair, analog dengan versi kaki dua Vanity Fair, yang membahas sisi indah kehidupan anjing.

Ternyata, lama sudah para desainer internasional memperhatikan anjing: Gucci, Prada, Hermes, Vuitton, Burberry, dan Chanel membuat selimut, tas jinjing, rantai dan pulover untuk "para sobat" pelanggan. Dalam promosinya muncul hidung-hidung hitam: Ungaro menaruh anjing dalam seri S&Mnya. Liz Hurley memanfaatkan anak golden retriever untuk Estee Lauder.

Antusiasme pada hewan piaraan pun berkembang ke pelbagai cabang "seni". Ada Pet Music dari seniman New Jersey, yang menyambut anjing dan kucing dengan "musiknya". Atau perusahaan video Pet a Vision, yang setiap tahun mengeluarkan 20.000 kaset. Bestsellernya merupakan film pendek untuk kucing, di mana tampak burung-burung. Karena anjing konsumen yang lebih kritis, umumnya mereka tertidur di depan TV. Para pelukis potret pun naik daun: lukisan minyak harganya AS $ 12.000, meski lukisan kepala saja lebih murah.

Soal keabadian anjing pun sudah dipecahkan. Sedikitnya tiga perusahaan gen Amerika bersedia melakukan kloning binatang rumah. Banyak pemilik anjing menyerahkan contoh jaringan ke laboratorium untuk beberapa tahun lagi. Dalam waktu enam bulan, sebuah perusahaan di Texas berjanji akan muncul Bello kedua dari gen Bello pertama. Biayanya AS $ 200.000 per kloning. Kalau dilakukan secara massal bisa turun sampai AS $ 10.000.

Bank sperma untuk anjing pun sudah ada di San Diego, yang menyimpan 4.000 contoh sperma. Denise Hoffman, seorang pelanggan, sepuluh tahun lalu meminta dibekukan sperma deri Terrier Spike-nya. Bila Spike mati, akan dicari anjing betina untuk dibuahi dengan sperma Spike yang akan melahirkan anjing jantan. Jadi jelas, Spike ayahnya.

Industri makanan pun sudah mengincar si Guguk. Agar kotoran si Guguk tidak begitu bau orang cukup membeli 0,5 kg enzim khusus dan ekstrak tanaman yucca. Aroma kurang sedap mereka pun tak dilewatkan industri kosmetik. Selain shampo anjing, di daerah seniman New York Soho ada cairan mentol pencuci moncong. Sedangkan untuk bersantai ada Salon Le Chien, di Trump Tower, dimana "pelanggan" berbulu yang naik limousin bisa menikmati aromaterapi.

Bulan Januari tahun lalu Dinas kesehatan Amerika untuk pertama kali meloloskan obat khusus untuk anjing dengan gangguan tingkah laku. Misalnya yang terus menggonggong atau memburu ekor sendiri. Clomicalm misalnya akan mengurangi rasa takut ditinggal.

Kasus lain, saat anjing merasa sedih setelah dikebiri. Sedikitnya si pemilik percaya, hal itu bisa ditanggulangi dengan menanamkan testis tiruan dari silikon buatan sebuah perusahaan di Kalifornia.

Kesepian

Kalau itu semua belum membantu membuat Fiffi segar kembali, orang perlu pergi ke terapis. Salah seorang yang top adalah pelatih anjing dari Albania, Bashkim Dibra, yang juga dianggap Freud pembimbing anjing.

Prestasinya? Menyembuhkan seekor Spaniel dari kemarahan yang tidak jelas alasannya, anjing dogge dari cemburu pada anak manusia, dan seekor buldog yang doyan mengunyah ikat pinggang Gucci bosnya. Honornya AS $ 200 sejam. "Soalnya saya berpikir seperti anjing," kata Dibra di sela-sela jadwal padatnya. Profesi itu memang sedang in. Di antara pelanggan termasuk Alec Baldwin dan Henry Kissinger.

Namun ada pendapat, anjing-anjing kaya ini sebenarnya "miskin". Yang mereka perlukan bukan terapi, tetapi gerak. Buktinya, penjahit spesialis untuk komunitas anjing Nahla Snej Trabulsi di Upper East Side, daerah elite di New York, kini harus membuat popok anjing. Bos para anjing elite ini tidak punya waktu membawa mereka keluar berjalan-jalan.

Di tempat-tempat penitipan binatang seperti The Wagging Tail ada banyak anjing ras mahal yang kesepian sepanjang hari. Mereka duduk dalam ruangan ber-AC dengan lantai yang bisa dicuci. Pemilik yang tidak hadir, setiap 30 detik bisa melihat foto aktual anjing kesayangannya lewat www.thewaggingtail.com. Seharinya ada 2.000 tamu tercatat yang umumnya anjing yang sedang in seperti Wolfshund Irlandia. Kalau di masa lampau mereka bebas berburu di seluruh Manhattan, kini mereka hanya diam menunggu, menunggu, dan menunggu.

Yang menarik, ada motivasi lain dalam memelihara anjing. Orang-orang ini ingin kontak dengan orang lain. Menurut seorang analis kejiwaan di New York, "Di Manhattan, satu-satunya kemungkinan untuk berkenalan ialah lewat anjing atau anak."

Di kota yang warganya tidak bisa dengan mudah membuang waktu, saat jalan-jalan bersama piaraan ke lapangan hijau itu harus dimanfaatkan untuk mencari kontak. Petworking menjadi tren terbaru, bos dan anjing sama-sama melakukan "bisnis".

Di mana lokasi terbaik? Ternyata Riverside Park, setidaknya menurut New York Times. Di sana orang dengan pelbagai profesi, entah pemain sandiwara, wartawan, arsitek, dokter, ahli komputer, berjalan-jalan. Yang terjadi biasanya begini: ngobrol tentang Si Bello, lalu tentang kehidupan, dan tiba-tiba tentang lowongan atau proyek tertentu.

"Seorang pemilik anjing baru-baru ini memberi saya tip bagus tentang saham. Sementara saya bisa memasukkan isterinya bekerja di perusahaan saya," kata Frank Willing, perancang grafis, yang setiap hari dengan anjingnya, Spitz, ke taman itu. (Christine Kruttsschnitt/I)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej