globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2001

 Infotekno

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Bekisar, Penangkal Pencuri Pulsa Telepon

Ini bukan jenis ayam lo. Tapi merek perangkat buatan Pattindo yang bisa menangkal para jamper (pencuri pulsa) telepon kita. Selain itu bisa dipakai pula untuk mendeteksi kerusakan jaringan telepon di rumah. Juga antipetir. Wah, 3 in 1 dong…!

Tiba-tiba saja telepon rumah Pak Alex mati, tak bisa dipergunakan. Dengan menggunakan telepon selulernya, Pak Alex menghubungi nomor 117 untuk minta petugas Telkom memperbaiki kerusakan itu. Sejam dua jam ditunggu kok petugasnya enggak datang-datang. Setelah sekian lama menunggu, baru pihak Telkom tiba di depan rumah. Setelah cek sana cek sini, baru ketahuan kalau kerusakan ada pada instalasi kabel dalam rumah (IKR). Ada bagian kabel yang digigit tikus. Pak Alex tambah keki ketika petugas tidak mau membetulkan kerusakan.

"Wah, kalau kerusakan di IKR bukan tanggung jawab kita, Pak," kata si petugas Telkom.

"Lo, kok begitu," timpal Pak Alex.

"Iya. Apa Bapak tidak tahu, semenjak ada keputusan menteri (Kepmenparpostel KM.22/Dirjen/1996), Telkom hanya bertanggung jawab terhadap kerusakan saluran telepon dari sentral ke kotak terminal batas (KTB)," lanjut si petugas sambil menunjuk kotak kecil di pojok rumah Pak Alex yang oleh orang Telkom dikenal sebagai roset.

Dipakai secara resmi

Barangkali banyak Pak Alex lainnya yang tidak tahu soal pemisahan tanggung jawab ini. Akibat ketidaktahuan itu, baik pelanggan maupun Telkom sama-sama rugi waktu. Bayangkan saja kalau petugas Telkom itu harus mendatangi daerah pinggiran dari wilayah kerjanya. Bagi pelanggan, aktivitas komunikasinya terganggu karena telepon tidak bisa digunakan.

Kebingungan seperti itulah yang dimanfaatkan oleh Perhimpunan Ahli Teknik Terapan Indonesia (PATTINDO) untuk mengeluarkan produk pendeteksi letak gangguan kerusakan saluran telepon. Namanya cukup unik dan aneh: Bekisar. Ya, ayam hasil persilangan antarspesies (yaitu antara ayam hutan hijau Gallus varius sebagai pejantan dan ayam piaraan biasa Gallus domistica sebagi betinanya) itu dipilih karena alat ini produk lokal. "Kalau (namanya) dari barat nanti kebaratan-baratan," kata Ir. Bambang P. Eriyanto dari Pattindo.

Meski lokal, jangan disepelekan. Sama seperti jangan melongo mengetahui harga bekisar betulan yang bisa sampai puluhan juta rupiah. Selain bisa mendeteksi letak gangguan kesalahan, Bekisar memiliki fungsi lain: penangkal pencurian pulsa dan penangkal petir. Bagaimana alat ini bekerja?

Prinsip kerja alat ini sesederhana ide pembuatannya. Seperti kita ketahui bersama, jaringan telepon memiliki tegangan berkisar antara 48 - 52 V. Nah, tegangan inilah yang diukur oleh alat buatan Pattindo itu. Alat yang memiliki tampilan seperti voltmeter ini dipasang sebelum roset. Bahkan bisa dijadikan pengganti roset tanpa menyalahi aturan dari Telkom. "Ini sudah dipakai secara resmi oleh Telkom. Khususnya Divre 2 (Jakarta)," tegas Bambang. Di alat itu memang sudah tercantum logo timbul dari PT Telkom.

Cara memasangnya juga gampang. Tak perlu memanggil instalatur telepon yang memasang jaringan di rumah kita. Pasang di tempat yang terjangkau pandangan dan terlindung. Meski Bambang sudah menguji alatnya dengan disemprot air, tapi 'kan alat ini sesekali harus dicek. Jadi, kalau dipasang di tempat terbuka, misalnya, kalau ingin mengecek sementara hari hujan bukankah itu merepotkan?

Jika alat ini mau dipakai untuk menggantikan roset, maka setelah roset diangkat, kabel-kabel yang terpotong itu tinggal disambungkan ke Bekisar. Pada sisi yang menghadap ke kabel Telkom terdapat sambungan untuk pentanahan (grounding). "Bisa hanya ditaruh ke tanah basah," kata Bambang. Sementara pada sisi kabel saluran ke rumah tinggal pasang saja. Memasangnya juga mudah, sebab tidak ada aturan khusus kabel warna ini harus dengan ini atau sebaliknya. "Bolak-balik sama saja," kata Bambang.

Itulah mengapa Bambang mempromosikannya sebagai "Enak dipandang, gampang dipasang".

Pelindung dari petir

Bekisar ini mengukur tegangan yang ada di jaringan telepon. Jika tidak ada kerusakan, baik di saluran Telkom maupun di IKR, maka jarum pada skala meter yang ada di layar petunjuk Bekisar akan berada di perbatasan warna merah dan putih. Jika ternyata jarum pada skala meter menunjuk angka nol (sebelah kiri), berarti ada gangguan pada jaringan Telkom yang berada di luar rumah. "Itu berarti enggak ada tegangan. Nah, panggil 117 untuk mencari di mana letak gangguan itu," saran Bambang.

Gangguan pada IKR akan ditunjukkan oleh jarum pada skala meter yang berada di daerah merah (sebelah kanan). Kemudian jika telepon ditutup tiba-tiba lampu LED merah yang ada di Bekisar menyala, itu tandanya ada hubungan singkat di jaringan IKR. "Hubungi instalatur untuk memperbaikinya," ujar Bambang. Hubungan singkat juga bisa terjadi pada jalur Telkom yang diindikasikan dengan jarum skala meter mendekati angka 0%.

Selain pendeteksi gangguan tadi yang membantu kita membuat keputusan mana yang harus dihubungi, alat yang sudah dipatenkan ini berfungsi pula sebagai antipetir. Seperti kita ketahui, meski listrik mati, telepon masih bisa digunakan karena tegangan dari Telkom tidak ikut dimatikan. Jadi masih ada arus, yang membuat rentan disambar geledek.

Ancaman petir tadi sangat ditakuti oleh wartel yang merupakan pangsa Bekisar. Di sini teleponnya harus "nyala" terus, jadi perlu perlindungan ekstra. Nah, kalau kabel telepon disambar petir Bekisar-lah yang menjadi tamengnya. "Pengalaman yang ada, Bekisarnya sampai hangus, tapi telepon masih bisa dipakai," kata Bambang. Ditambahkannya, Pattindo sudah menguji coba terhadap gangguan petir ini di Bogor sebagai kota yang banyak petirnya. Hasilnya, dari 100 yang dipasang, hanya tiga yang hangus.

Alat yang sedang didaftarkan untuk bisa masuk acara Telkomania ini juga bisa memberi tahu kalau ada orang yang mencuri pulsa. Kalau kita sedang memakai telepon, maka jarum pada skala meter akan bergoyang-goyang seirama dengan goyangan suara yang diubah menjadi sinyal listrik. Logikanya, jika kita tidak memakai telepon tapi jarum bergoyang-goyang pasti saluran kita dibajak pancilok pulsa.

Jamper atau pencurian pulsa memang dimungkinkan karena jaringan Telkom tidaklah 100% aman. Dengan kabel yang menggantung di atas tanah, orang yang lemah iman gampang tergiur untuk menyantol. Jika pemakaiannya tidak agresif, mungkin si pemilik nomor yang dicantol tidak sadar. Akan tetapi kalau kebangeten, ya pasti menimbulkan kecurigaan.

Seperti dikutip Media Indonesia (9-11-2000), di Surabaya ada orang yang mencuri pulsa tetangganya. Karena bernafsu, pulsa yang dicuri membuat tetangganya terbelalak melihat tagihan teleponnya. Biasanya hanya membayar Rp 100.000,-, sekarang tidak tanggung-tanggung: hampir Rp 2.000.000,-. Setelah mengadu ke Telkom dan dilakukan pengecekan ke lapangan, ketahuan bahwa teleponnya "dipinjam" tetangga sebelah rumah.

Bisa untuk Ratelindo

Untuk memperoleh manfaat tadi, Anda tak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Cukup siapkan uang Rp 75.000,- saja. Harga bisa menjadi murah kalau mau menjadi agen dengan minimal order 100 unit. Sebagai agen, Anda memperoleh harga Rp 50.000,-. Menurut Bambang, pemasarannya sampai saat ini sudah tersebar di Sumatera, Kalimantan, Makassar, dan NTT.

Meski masih kesulitan dalam hal pemasaran, Bambang menegaskan bahwa Pattindo bukanlah home industry. Dari pabriknya di Malang, Pattindo sudah menghasilkan berbagai produk aplikatif. Bekisar hanyalah salah satu produk di luar sistem perangkat wartel yang sudah mulai dikenal.

Meski alat ini masa pakainya cukup lama, delapan tahun, namun Bambang melihat bahwa pasar masih terbuka lebar. "Ini lingkupnya 'kan nasional. Meski tarif naik, masih banyak yang antre pasang telepon. Telkom 'kan masih monopoli." Apalagi alat ini bisa dipasang pada Ratelindo. Di Ciputat sudah ada orang yang memasang Bekisar untuk telepon gelombang radio itu.

Ke depan, untuk mengantisipasi kejenuhan pasar, Pattindo mencoba mengembangkan Bekisar. "Bisa saja nanti menggunakan suara. Jadi, kalau ada pencurian pulsa akan ada nada peringatan. Entah berdenging atau malahan tidak bisa dipakai sama sekali," Bambang menjelaskan kiatnya. (Yds. Agus Surono)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej