globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2001

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

BETERNAK JENTIK NYAMUK

Umumnya kalau kita beternak, produk hewan yang diternakkan adalah yang punya hasil komersial macam telur atau ayam, daging domba, atau susu sapi. Namun, yang terjadi di Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, agak aneh. Di sana banyak penduduk yang beternak nyamuk untuk "dipanen" jentik-jentiknya.

Semula saya bingung juga, kok nyamuk diternakkan. Bukankah seharusnya dibasmi? Tetapi setelah mendapat cerita mereka, saya jadi mengerti.

Untuk beternak nyamuk, mereka mengisi tempurung kelapa, potongan bambu, dan kaleng-kaleng bekas dengan air hujan. Wadah berair tadi diletakkan di tempat-tempat teduh yang merupakan tempat favorit bagi nyamuk Aedes aegypti bersarang.

Beberapa minggu kemudian di dalam airnya akan ada jentik-jentiknya. Lalu? Ya dipanen. Namun, bukan untuk dijual, melainkan air dan jentik-jentik tadi dibuang di tanah kering. Kata mereka, dengan cara begitu mereka dapat mengontrol populasi nyamuk penyebab demam berdarah itu. Nyamuk-nyamuk itu tidak lagi berkembang biak di tempat-tempat yang tidak mereka ketahui. Akhirnya, angka kejadian demam berdarah bisa ditekan.

Penjelasan tadi menurut saya memang masuk di akal. Nah, siapa yang mau mencoba? (Nurfajriansah)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej