globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Juni 2001

 

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Lagu kebangsaan di Thailand

 

Ketika mendapat tugas belajar di Thailand dua tahun lalu saya sempat mengamati beberapa hal menarik. Misalnya, di bus umum, AC maupun non-AC, yang sering saya tumpangi untuk ke mal terdekat dari kampus (jaraknya sekitar 30 km), hampir tidak pernah tampak kondektur pria. Adanya kondektur wanita, yang selalu berdandan rapi dengan seragam rompi dan rok umumnya biru tua layaknya pramugari kereta api kita. Dengan terampil mereka membagi karcis, atau menata uang logam dan kertas dalam tabung kaleng berdiameter sekitar 4 cm dengan panjang 25 cm. Tidak sekalipun saya melihat ada penumpang jahil menggoda si kondektur cantik.

Bila ada biksu naik, penumpang lain, biasanya yang duduk dekat pintu bus, dengan ikhlas memberikan tempat duduknya. Selain itu, biksu tidak ditarik bayaran. Di dalam bus pun tidak ada pengamen atau pedagang asongan. Pengamen biasanya mangkal di sepanjang jembatan penyeberangan dengan keyboard plus mikrofon. Penampilan mereka agak jorok, sepertinya tidak mandi selama seminggu.

Pengalaman unik lain, saat saya nonton film di Bangkok. Sebelum film ditayangkan, penonton diminta berdiri mendengarkan lagu kebangsaan dan menyaksikan film dokumentasi kegiatan Raja. Suasana hening mengiringi film berdurasi 3 menit yang berisi kegiatan Raja saat masih muda, saat pelantikan, kunjungan kenegaraan, dan hobi serta keluarga.

Hal serupa pernah mengagetkan saya ketika suatu sore berbelanja di pasar serba ada "Chatuchak". Menjelang pukul 18.00 orang-orang yang semula sibuk hilir-mudik mendadak diam, menghentikan semua kegiatan. Tepat pukul 18.00 dikumandangkan lagu kebangsaan dari menara di tengah pasar tersebut. Di perjalanan pulang ke asrama, di pikiran saya sempat terlintas kekaguman, betapa rakyat Thailand yang sudah cukup maju itu menghargai Raja dan bangsanya. (Sari Virgawati)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej