|
|
Bulan Mei 2001
|
|
Obras Reformasi di Madrid
Yang lucu, ada kata mirip bahasa Indonesia tetapi artinya jauh berbeda.
Sesampai di bandara Madrid saya kaget melihat tulisan "No Pasar".
Saya pikir, apa urusan pasar di bandara? Ternyata, no pasar adalah no
entry alias dilarang masuk.
Saat di luar negeri sekalipun kita biasanya tetap mengikuti perkembangan
reformasi di Indonesia melalui berbagai media massa yang ada. Maka, ketika
jalan-jalan di pusat kota Madrid saya tertegun melihat sebuah tulisan besar
"Obras Reformatie". Wah, apa lagi ini? Ternyata, obras
berarti pekerjaan, sedangkan reformati artinya perbaikan bangunan.
Jadi, "Obras Reformatie" adalah pekerjaan perbaikan/pembangunan
gedung, dll.
Di Madrid kita dapat dengan mudah menemukan toko dengan tulisan "24
horas". Tentu saja ini bukan toko yang dibuka oleh teman kita dari
tanah Batak yang bermigrasi ke Spanyol. Horas artinya jam, jadi toko
"24 horas" adalah toko yang buka 24 jam!
Malah ketika berjalan-jalan di Toledo, salah satu kota tua dekat Madrid yang
ditetapkan UNICEF sebagai "origin of Mankind" saya melihat tulisan
"bodas". Lagi-lagi saya kaget, apa ada orang Sunda yang melanglang
ke Toledo? Ternyata, "bodas" yang di Sunda berarti batu/putih, di
Spanyol artinya pernikahan. Jadi tulisan "bodas" menandakan tempat
menjual alat-alat pernikahan.
Sempat pula saya terheran-heran melihat "Cafe Soto". Semula saya
tertarik untuk masuk, maklum sudah lama tidak makan soto. Ketika saya
tanya-tanya, ternyata Café Soto sama sekali tidak menjual soto, tetapi kafe
milik Tuan Soto. Rupanya Soto adalah nama keluarga yang cukup lazim
digunakan oleh orang Spanyol. |
|||||