globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Mei 2001

Terbit Bulan Ini; Buku Kumpulan Artikel Psikologi 1

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Oleh-olehnya By-by 

Bergaul dengan orang mancanegara ternyata mengasyikkan. Biasanya orang asing yang akan bertugas ke Indonesia dalam jangka waktu lama berusaha belajar bahasa Indonesia. Orang Belanda umumnya amat tekun, meski sering kesulitan saat belajar awalan, akhiran, dan sisipan.

Bagaimana dengan orang Indonesia yang bertugas ke luar negeri? Tentu saja, kami juga berusaha untuk mampu berbahasa asing, paling tidak bahasa Inggris.

Dalam rangka kerjasama dengan Negeri Belanda, saya berkunjung ke Negeri Kincir Angin. Sayangnya, saya tak mampu berbahasa Belanda. Saya hanya tahu sedikit-sedikit atau een beetje. Bagi saya, bahasa Belanda sangat muileg alias angel banget.

Sewaktu berkunjung ke Kanada, ada rekan dari Belanda menghampiri kami ingin ikut mengobrol. Dengan logat bahasa Indonesia yang masih kaku, ia bertanya, "Apa yang sedang saudara-saudara bicarakan?" Tanpa malu-malu seorang teman Indonesia kami menjawab, "Wah, niet wat wat kok" Si Belanda kembali bertanya, "Wat?" Jawabannya pun masih, "niet wat wat." Setelah saya jelaskan maksudnya, tidak ada hal-hal yang penting, just nothing. Si Belanda pun tertawa.

Suatu saat orang Belanda ini sedang berdiskusi dengan rekannya, teman senegara saya bertanya, "What are you talking about?" Sungguh tak terduga, si Belanda menjawab, "Pak Anwar, niet wat wat." Wah seimbang! Rupanya rekan dari Belanda membalas humor tadi.

Ketika berkunjung ke Indonesia, beberapa rekan asing bingung melihat kesemrawutan lalu lintas. Jalur penyeberangan zebra cross tidak berfungsi, banyak orang menyeberang tidak pada tempatnya. Ia pun bertanya, apa maksud rambu itu. Sambil bercanda saya katakan, "You have to be heart-heart. Maksud saya, "Anda harus berhati-hati". Sejenak mereka berfikir, kemudian tertawa begitu mengerti.

Dalam rapat koordinasi di daerah, mereka pun sempat memperhatikan papan di depan toko bertuliskan, "Di sini jual oleh-oleh khas". Mereka pun bertanya-tanya, apa maksudnya "oleh-oleh". Langsung saya jawab dengan bergurau, "Oleh-oleh bahasa Inggrisnya by-by." Rupanya mereka tahu saya bercanda, langsung keluar ungkapan "I think, it is better that you have to buy by-by."

Keingintahuan mereka tentang bahasa Indonesia memang perlu diacungi jempol. Sewaktu memasuki kampus kedokteran gigi, mereka bertanya, "what's the meaning of ji ai-ji ai?". Langsung saya jelaskan, artinya "faculty of dentistry".

Soal makanan umumnya mereka senang sayur-sayuran dengan bumbu seperti gado-gado. Lucunya, mereka menyebutnya dengan gaya Inggris, "jedo-jedo".

Dalam kaitan kerjasama dengan pihak asing, seorang rekan kami ingin mengemukakan bahwa pekerjaan yang dibebankan padanya cukup banyak tapi honor tidak memadai. Di hadapan seorang atasan asing, ia dengan bercanda berani mengatakan, "Little-little to me, little-little to me, salary no up-up." Mendengar keluhan itu, bukannya marah, sang atasan malah tertawa terpingkal-pingkal sambil langsung menjawab, "Ya, ya, saya tahu. Nanti honor saudara saya tambah."

Ternyata dalam bergaul dengan orang asing sekali-kali perlu juga diselingi humor kocak. Tujuannya, agar keakraban terus terjaga. (P.D. Hardjono, S.H.)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej