globetiny.gif (852 bytes)N THE NET

Bulan Mei 2001

Terbit Bulan Ini; Buku Kumpulan Artikel Psikologi 1

Bulan Ini

Bulan Lalu

Buku Tamu

Mailing List

Di balik kisah

Info iklan

Email

Otak ketinggalan di rumah

"Budi, kamu bawa otak, tidak?" tanya seorang anak kepada temannya. "Wah, ketinggalan di rumah," jawab Budi.

Saya heran mendengar percakapan dua anak tersebut. Hal itu terjadi saat saya pertama kali bertugas mengajar di sebuah SD terpencil di pedalaman Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur. Waktu itu sekolah tersebut sedang mengadakan gerakan kebersihan, memotong rumput di halaman sekolah. Dalam hati saya bertanya-tanya, apa maksudnya "otak ketinggalan di rumah"?

Ternyata, menurut kepala sekolah, "otak" dalam bahasa setempat berarti "parang".

Peristiwa lucu lain muncul saat saya menjadi guru pengganti di kelas I. Di depan kelas saya mengatakan, "Anak-anak, hari ini Bapak ingin memeriksa kuku kalian. Nah, perlihatkan kuku kalian di atas meja!"

Serentak anak-anak mengangkat kedua kakinya ke atas meja. Tentu saja saya bingung melihat perilaku mereka.

"Lo, mengapa kalian mengangkat kaki ke atas meja? Yang ingin Bapak periksa adalah kuku tangan kalian!" kata saya. Herannya, mereka tidak juga memindahkan kaki dari meja.

Ketika saya menceritakan hal itu ke kepala sekolah, kembali beliau tertawa. Rupanya "kuku" dalam bahasa setempat artinya "kaki". Yah, lain ladang memang lain belalangnya! (Pauji)

Active Channel

© Intisari Online

www.indomedia.com/intisari/


Counter by Pandawa

Click to add search to YOUR web site! sing tak go gawe hompej