|
|
Bulan Mei 2001
|
|
OBAT DARI PBB
Jangan bingung, PBB ini bukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi Persatuan
Buru Babi. "Organisasi" berburu babi di hari-hari tertentu itu
bermarkas di Ranah Minang. Anggotanya amat bervariasi, mulai petani, pegawai
negeri, hingga direktur. Menurut kabar terbaru, jumlah anggota PBB terus
bertambah. Selain syaratnya mudah, anggota hanya perlu punya waktu luang,
dana transportasi secukupnya, serta siap saba hutan untuk berlari
bersama anjing pemburu.
Anjing memang berperan penting, terutama yang kuat dan cerdik. Sejak makin nge-topnya
PBB, harga anjing "hebat" melonjak beberapa kali lipat. Baru-baru
ini seekor anjing "pemburu" berumur sembilan bulan yang jadi
primadona perburuan ditukar dengan sepeda motor bebek model terbaru plus TV
14 inci.
Bagi anggota PBB itu wajar. Karena anjing berburu selalu diperlakukan dengan
istimewa. Misalnya Nero, anjing kesayangan ayah teman saya itu, kadang
dibawa ke dokter hewan dengan biaya puluhan hingga ratusan ribu rupiah
sekali datang. Belum lagi sarapannya, dua butir telur setengah matang, plus
sesendok madu.
Perlakuan itu, menurut anggota PBB, sebanding dengan kesenangan yang mereka
dapat. Bayangkan, setelah anjing pelacak dilepas, pemburu membuntuti dengan
berjalan atau berlari. Hutan pun hiruk pikuk, apalagi jika anjing kesayangan
berhasil menangkap buruan. Teriakan puas terdengar. Jangan-jangan inilah
obat dari berbagai gangguan penyakit mereka. |
|||||