|
|
Bulan Mei 2001
|
|
PEGAGAN GANTINYA GINKO BILOBA
Produk
berbasis Ginko biloba untuk memperbaiki daya ingat akhir-akhir ini mudah
dijumpai di pasar. Sayang, tanaman itu bukan berasal dari negeri kita tapi
dari kawasan subtropis. Negeri kita yang dikenal sebagai a mega
biodiversity country memiliki tanaman serupa. Centela asiatica L.
namanya, atau dikenal dengan pegagan. Jika produk berbasis Ginko biloba
mahal, mengapa tidak berpaling ke negeri sendiri?
Meski belum banyak dimanfaatkan, masyarakat tradisional sudah memakainya
untuk pengobatan. Utamanya oleh orang Asia, termasuk Indonesia. Bisa
dikonsumsi dalam bentuk segar, dimasak menjadi sayuran, atau dijus sebagai
minuman.
Menurut catatan, asal tanaman ini kepulauan sepanjang Samudera Indonesia dan
di wilayah Asia Tenggara. Selain banyak tumbuh di Indonesia, juga di pesisir
timur Madagaskar, dan Mauritius. Pegagan biasanya memilih tempat yang basah,
rawa-rawa, atau di sepanjang tepi sungai. Kalau di negeri kita, banyak
ditemukan terutama di daerah dataran tinggi dan berbagai tempat seperti
sawah, perkebunan teh, dll.
Pegagan termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang
tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak dan beruas, serta menjalar
hingga bisa mencapai semeter tingginya. Pada tiap ruas akan tumbuh akar dan
daun dengan tangkai daun panjang dan akar berwarna putih. Dengan berkembang
biak secara vegetatif seperti itu, ia cepat beranak-pinak. Jika keadaan
tanahnya bagus, tiap ruas yang menyentuh tanah akan tumbuh menjadi tanaman
baru.
Sebagai makanan otak
Bagian yang dimanfaatkan sebagai obat ialah daunnya dan bagian yang berada
di atas permukaan tanah.
Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan telah dimanfaatkan terutama oleh
masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan
tahun lalu. Ia dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur),
membersihkan darah, dan memperlancar air seni. Orang-orang Timur Jauh di
Eropa bahkan menggunakannya untuk menyembuhkan lepra (penyakit menular
kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae) dan tuberkulosis
(TBC).
Manfaat penting lainnya, memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf
otak, dan memperlancar transportasi darah pada pembuluh-pembuluh otak.
Pegagan juga dipercaya bisa menanggulangi luka bakar, sirosis hati, keloid,
skleroderma, gangguan pembuluh vena, penyakit traumatis, lupus, serta
meningkatkan fungsi mental.
Bahkan saat ini sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan
meningkatkan daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini juga digunakan secara
oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki,
mencegah varises, dan salah urat.
Selain dapat membantu meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh,
pegagan juga dapat membantu menyeimbangkan energy level serta
menurunkan gejala stres dan depresi.
Dari uji klinis di India, tanaman ini dapat meningkatkan IQ, kemampuan
mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Penelitian lain
membuktikan, tanaman centella dapat meningkatkan kemampuan belajar
dan memori seseorang. Karena manfaatnya itu, tanaman ini juga dikenal
sebagai "makanan otak".
Di antara sekian banyak kandungan bahan aktif pada tanaman centella
seperti asam bebas, mineral, vitamin B dan C, bahan utama yang dikandungnya
adalah steroid yaitu triterpenoid glycoside. Triterpenoid mempunyai
aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa. Beberapa bahan aktif akan
meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas.
Asiatosida berfungsi meningkatkan perbaikan dan penguatan sel-sel kulit,
stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat. Dosis tinggi dari
glikosida saponin akan menghasilkan efek pereda rasa nyeri. Dikatakan juga,
saponin yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai manfaat mempengaruhi collagen
(tahap pertama dalam perbaikan jaringan), misalnya dalam menghambat produksi
jaringan bekas luka yang berlebihan.
Bikin umur panjang
Manfaat yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat
berbagai penelitian. Sebanyak 30 orang pasien anak-anak yang menderita lemah
mental menunjukkan kemajuan yang cukup berarti setelah diberi perlakuan
dengan ramuan centella selama 12 minggu. Sebanyak enam pasien sirosis
hati menunjukkan perbaikan (kecuali yang kronis) setelah dua bulan meminum
ramuan centella.
Penelitian lain menunjukkan, berbagai penyakit seperti skleroderma, gangguan
pembuluh vena, maupun gangguan pencernaan rata-rata dapat disembuhkan dengan
ramuan itu hingga 80% setelah 2 - 18 bulan. Pada orang dewasa dan tua
penggunaan centella sangat baik untuk membantu memperkuat daya kerja
otak, meningkatkan memori, dan menanggulangi kelelahan.
Centella juga bermanfaat bagi anak-anak penderita attention
deficit disorder (ADD). Hal ini karena adanya efek stimulasi pada bagian
otak sehingga meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih konsentrasi dan
fokus. Di samping itu juga mempunyai efek relaksasi pada sistem saraf yang
overaktif.
Pendapat lain menyatakan, dalam pengobatan Ayurveda di India tanaman ini
dikenal sebagai herba untuk awet muda. Juga diketahui sebagai memperpanjang
usia. Hal ini terbukti dari pengamatan, gajah yang kita kenal memiliki umur
panjang karena satwa ini memakan cukup banyak tanaman centella.
Mengingat manfaatnya, beberapa negara telah melakukan pembudidayaan,
misalnya Hawaii. Bahkan di Oregon, AS, tanaman ini dibudidayakan di rumah
kaca oleh Pacific Botanicals, pertanian herba organik. Namun, sebagian besar
pasokan pasar berasal dari India yang kualitasnya kurang bagus dan biasanya
berwarna kecoklatan. Kandungan bahan aktif masih cukup baik jika diproses
dalam keadaan segar atau kering segar.
Nah, jika tidak mau diolok-olok pikun padahal usia belum tua, cobalah
mengonsumsi pegagan.
Baca juga: Dosis Penggunaan
|
|||||